h1

BROILER I

TATALAKSANA PEMELIHARAAN AYAM PEDAGING

STRAIN MB 202-P PERIODE STARTER–FINISHER

DI PT. JANU PUTRO SENTOSA BOGOR

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

Oleh :

Ayu Laili J3I305047

Feri Andriawan J3I105014

Junaidi Karo–Karo J3I105025

Yuyun Yuniarti J3I305068

PROGRAM KEAHLIAN

TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN TERNAK

DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2007

TATALAKSANA PEMELIHARAAN AYAM PEDAGING

STRAIN MB 202-P PERIODE STARTER–FINISHER

DI PT. JANU PUTRO SENTOSA BOGOR

 

 

 

 

DAFTAR ISI

RINGKASAN ……………………………………………………………….. i

KATA PENGANTAR ………………………………………………………. ii

DAFTAR TABEL …………………………………………………………… iii

DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………… iv

DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………… v

PENDAHULUAN …………………………………………………………… 1

Latar Belakang …………………………………………………………… 1

Tujuan ……………………………………………………………………. 1

Metode Pelaksanaan Praktik ……………………………………………… 2

Waktu dan Tempat Praktik ………………………………………………. 2

KEADAAN UMUM ………………………………………………………… 3

Lokasi dan Tata Letak ……………………………………………………. 3

Sejarah dan Perkembangan ………………………………………………. 3

Struktur Organisasi ……………………………………………………… 3

Ketenagakerjaan …………………………………………………………. 5

SARANA PRODUKSI ……………………………………………………… 6

Sarana dan Prasarana …………………………………………………….. 6

Perkandangan ……………………………………………………………. 7

Jumlah dan Strain Ayam yang Dipelihara ……………………………….. 9

HAL YANG DIKERJAKAN ………………………………………………. 10

Pemeliharaan Ayam Periode Starter – Finisher ………………………….. 10

Persiapan Kandang dan Peralatan yang Digunakan ………………… 10

Penggunaan dan Pengaturan litter ………………………………….. 11

Perlakuan Saat DOC Datang ………………………………………. 12

Sanitasi ……………………………………………………………… 12

Pemberian Pakan dan Air Minum …………………………………. 13

Seleksi ……………………………………………………………… 15

Vaksinasi …………………………………………………………. 15

Pemberian Vitamin dan Obat-obatan ……………………………… 17

Pemanenan …………………………………………………………. 17

PEMASARAN ………………………………………………………………. 18

Jumlah, bentuk dan Harga ……………………………………………….. 18

Wilayah / Konsumen …………………………………………………….. 18

KESIMPULAN DAN SARAN ……………………………………………… 19

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………… 20

LAMPIRAN ………………………………………………………………… 21

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan praktik kerja lapangan dan penyusunan laporannya.

Pada kesepatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Dr. Ir. Sumiati, M.Sc. selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dalam penyusunan laporan ini. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih juga kepada bapak Prof Dr. Ir. M. Zairin Junior, M.Sc. selaku Direktur Program Diploma IPB dan bapak Ir. Andi Murfi, M.Si. selaku koordinator Program Keahlian Teknologi dan Manajemen Ternak, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan kegiatan praktik kerja lapangan.

Selain itu kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Manager beserta karyawan PT. Janu Putro Sentosa, Pemilik Peternakan yaitu Bapak Wawang beserta Pegawai kandang yang telah membantu dalam pelaksanaan praktik kerja lapangan ini.

Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tua kami yang telah memberikan dorongan baik moral dan material, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan praktik kerja lapangan yang pertama ini.

Kami menyadari laporan ini masih sangat jauh dari sempurna, karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. Akhir kata kami mengucapkan banyak terima kasih.

Bogor, September 2007

Penulis

PENDAHULUAAN

Latar Belakang

Ayam broiler adalah jenis ayam jantan maupun betina muda berumur sekitar 6 – 8 minggu yang dipelihara secara intensif, guna memperoleh daging yang optimal. Ditinjau dari segi mutu, daging ayam memiliki nilai gizi yang tinggi dibandingkan ternak lainnya. Dan jika ditinjau dari segi ekonomis, khususnya ayam ras potong atau ayam negeri yang sudah populer dengan sebutan broiler ini, merupakan ayam negeri yang bisa diusahakan secara efisien dan cepat dalam pemanenan.

Hingga saat ini, usaha peternakan ayam broiler merupakan salah satu kegiatan yang paling cepat dan efisien untuk menghasilkan bahan pangan hewani yang bermutu dan bernilai gizi tinggi. Beberapa hal yang menjadi penyebabnya antara lain, laju pertumbuhan ayam yang lebih cepat dibandingkan dengan komoditas ternak lainnya, permodalan yang relatif lebih kecil, penggunaan lahan yang tidak terlalu luas serta kebutuhan dan kesadaran masyarakat meningkat akan kandungan gizinya. Sehingga kondisi ini menuntut adanya penyediaan daging ayam yang cukup, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Latar Belakang PKL????

Tujuan

Tujuan praktik kerja lapangan ini adalah untuk menambah pengetahuan, pengalaman, dan wawasan dalam tatalaksana pemeliharaan ayam broiler, serta menerapkan ilmu yang diperoleh di perkuliahan dan belajar membekali diri dengan keterampilan untuk tujuan dunia kerja.

Selain itu, tujuan praktik kerja lapangan ini yaitu untuk belajar bekerja sama, melatih sikap mandiri, bertanggung jawab, disiplin dan hidup bermasyarakat.

Metode Pelaksanaan Praktik

Cara melakukan praktik kerja lapangan ini yaitu dengan bekerja secara langsung, melakukan pengamatan, wawancara, serta pengumpulan data primer dan data sekunder.

Pengamatan dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan cara kerja para pegawai kandang selama pemeliharaan ayam berlangsung.

Pengumpulan data primer dilakukan berdasarkan pencatatan data-data hasil pengamatan dan wawancara selama melakukan praktik kerja lapangan, sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan berdasarkan data-data yang telah ada sebelum melaksanakan praktik kerja lapangan, tetapi data tersebut sangat mendukung dan berhubungan dengan keadaan selama melakukan praktik kerja lapangan.

Wawancara dilakukan terhadap pihak-pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung selama pemeliharaan.

Waktu dan Tempat Praktik

Praktik kerja lapangan ini dilaksanakan di PT. Janu Putro Sentosa, yang bekerja sama dengan peternakan milik bapak Wawang di Kampung Pasir Benda, Desa Cibening, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Waktu pelaksanaannya dimulai dari tanggal 16 Juli 2007-25 Agustus 2007.


KEADAAN UMUM

Lokasi dan Tata Letak

Peternakan ayam broiler milik PT. Janu Putro Sentosa, terletak di Kampung Pasir Benda, Desa Cibening, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Daerah ini berada pada ketinggian 600 sampai 800 m di atas permukaan laut, dengan suhu udara berkisar antara 220-280C dan kelembaban 70-75%. Peternakan ayam broiler ini menempati areal seluas ±1,5 hektar. Satu hetar dari areal tersebut dipakai untuk kegiatan pemeliharaan ayam broiler, sedangkan sisanya dipakai sebagai areal perkebunan jagung dan pepaya.

Sejarah dan Perkembangan

PT. Janu Putro Sentosa merupakan sebuah perusahaan kemitraan yang bergerak di bidang ayam broiler. Perusahaan ini memiliki beberapa unit yang tersebar di sekitar Pulau Jawa dan Sumatra, seperti Jonggol, Serang, Lampung, Bogor, dan baru-baru ini membuka unit di Bandung. Pusat dari perusahaan ini berada di Yogyakarta.

Unit kemitraan yang pertama kali dirintis berada didaerah Jawa Barat, tepatnya di kota Bogor. PT. Janu Putro Sentosa cabang Bogor berdiri pada tanggal 1 Januari 2003 dan mulai diresmikan tanggal 3 januari 2003. Unit Kemitraan cabang Bogor membawahi beberapa peternakan yang berada di daerah Gunung Bunder, Cibening, Gunung Sari, Cibitung, Ciawi, Cibinong, Kemang, Pabuaran, Cibeber dan Cigudeg. Pada tahun 2004 PT. Janu Putro Sentosa cabang Bogor mengalami kerugian yang disebabkan oleh mewabahnya virus flu burung di peternakan ayam broiler yang dibawahi oleh Perusahaan ini.

Pada awal dirintisnya jumlah seluruh ayam pada peternakan yang dibawahi oleh unit kemitraan cabang Bogor adalah ± 80.000 ekor, dan sekarang berjumlah ± 370.000 ekor.

Struktur Organisasi

Struktur orgsnisasi merupakan pola hubungan diantara orang-orang yang mempunyai kedudukan, tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi.

Manajer merupakan pemegang kekuasaan tertinggi di kemitraan PT. Janu Putro Sentosa, yang bertanggung jawab pada pimpinan pusat terhadap operasional perusahaan. Struktur organisasi yang baik akan mempermudah kegiatan perusahaan sehingga timbul tanggung jawab dari staf dan karyawan terhadap tugas yang diembannya.

Operasional Manager Wilayah Jabotabek dan Lampung

Unit Farm Ayam Broiler

Ahmad Johar, S.Pt

 
   

Ka. Unit Bogor

M. Gani

 


Ketenagakerjaan

Dari struktur organisasi di atas, dapat dilihat bahwa jumlah karyawan PT. Janu Putro Sentosa cabang opersional wilayah Bogor (Desa Cibening) adalah 28 orang yang terdiri dari 25 orang karyawan pria dan 3 orang karyawan wanita. Latar belakang pendidikan karyawan dari mulai Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi.

Tabel 1. Jabatan, pendidikan dan jumlah tenaga kerja PT. Janu Putro Sentosa, Bogor (Desa Cibening)

Jabatan Pendidikan Jumlah

Operasional Manager S1 1

Ka. Unit Bogor S1 1

Cashier SMA 1

TS. Produksi AMd 1

Adm. Produksi S.Pt 1

Marketing S1 1

Logistik S.Pt 1

Sopir SMA 1

OB SMP 1

PPL AMd 2

Adm. Marketing S1 1

Ka. Gudang SMA 1

Kolektor, DO SMA 1

Kepala Kandang SMP 1

Pegawai Kandang SD – SMA 13

Total 28

Sumber : PT. Janu Putro Bogor Sentosa (Desa Cibening), 2007.


Sarana Produksi

Sarana dan Prasarana

1. Sumber Air. Sumber air pada peternakan ini berasal dari sumur bor yang terdapat pada setiap kandang. Air disedot dengan menggunakan jet pump yang menggunakan tenaga listrik dan ditampung dalam bak penampung atau pada drum yang berkapasitas 250 liter.

2. Sumber Energi. Sumber energi yang digunakan berasal dari PLN, tetapi terdapat diesel yang digunakan untuk menyedot air dan juga sebagai cadangan energi jika listrik mati.

3. Peralatan. Peralatan yang digunakan di PT. Janu Putro Sentosa masih menggunakan peralatan yang sederhana, diantaranya yaitu : tempat pakan, tempat air minum, lampu penerangan, pemanas (brooder), lingkar pembatas, dan drum tempat penampungan air.

Tempat pakan yang digunakan oleh PT. Janu Putro Sentosa terdiri dari dua jenis, yaitu tempat pakan yang berbentuk nampan (chick feeder tray), yang digunakan untuk ayam umur 0–7 hari. Tempat pakan ini terbuat dari bahan plastik, dan berdiameter 30 cm untuk ± 60 ekor. Tempat pakan yang digunakan pada saat ayam berumur lebih dari 14 hari sampai pemanenan menggunakan tempat pakan berbentuk bundar yang digantung (hanging feeder), dan berbahan plastik. Kapasitas tempat pakan gantung ini 5 kg ransum.

Tempat air minum yang digunakan yaitu berbentuk tabung dan digantung, yang mempunyai kapasitas sekitar 5 liter. Tempat air minum ini terbuat dari bahan plastik, dan dapat dipakai untuk ayam dari umur DOC sampai pemanenan. Tempat pakan dan tempat air minum yang digunakan oleh PT. Janu Putro Sentosa ini berasal dari PT. Medion, PT. Mensana dan PT. Agro.

Lampu penerangan yang digunakan di kandang adalah lampu neon dan lampu pijar. Semawar (brooder) merupakan alat yang digunakan sebagai pemanas untuk DOC/ayam yang baru datang sampai ayam berumur ± 14 hari. Pemanas ini berbentuk lingkaran, terbuat dari bahan seng dan besi serta menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakarnya.

Lingkar pembatas (chick guard) digunakan ketika ayam berumur ± 0-7 hari. Tujuan dibuatnya lingkar pembatas yaitu untuk menahan angin kencang dan menjaga agar ayam selalu tetap berada di dalam daerah pemanas. Lingkar pembatas ini terbuat dari bahan seng, yang mempunyai tinggi 45 cm.

Drum (tempat penampungan air) digunakan ketika air dinyalakan, dan digunakan ketika akan memberi air minum pada ayam. Drum ini terbuat dari bahan plastik, dan berkapasitas ± 250 liter.

4. Gudang pakan. Gudang pakan merupakan tempat penyimpanan pakan yang lokasinya terpisah antara gudang yang satu dengan lainnya. Gudang pakan yang terdapat di peternakan ini yaitu sekitar 8 buah.

5. Tempat Tinggal Pegawai Kandang. Tempat tinggal pegawai kandang terletak disekitar lokasi peternakan, dan dibangun disebelah gudang pakan. Pembangunan tempat tinggal pegawai kandang bertujuan untuk memudahkan para pegawai dalam pengelolaan atau pemeliharaan ayam.

Perkandangan

Menurut Zainal abidin (2002) kandang merupakan tempat hidup, tempat berproduksi, dan berfungsi untuk melindungi ayam dari gangguan binatang buas, melindungi ayam dari cuaca yang tidak bersahabat, membatasi ruang gerak ayam, menghindari resiko kehilangan ayam, mempermudah pengawasan, pemberian pakan dan air minum, serta pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit.

PT. Janu Putro Sentosa Bogor memiliki sepuluh unit kandang yang terdapat di desa Cibening. Dari ke-10 kandang ini tidak semua kandang milik pribadi, terdiri dari 5 kandang milik pribadi, dan 5 kandang milik orang lain yang dikontrak.

Sistem perkandangan yang digunakan di PT. Janu Putro Sentosa yaitu menggunakan tipe kandang panggung (Slat System), tipe kandang ini mempunyai kelebihan dibandingkan dengan kandang Postal (Litter System). Kelebihan dari sistem kandang ini yaitu sirkulasi udaranya yang baik, karena angin dapat masuk dari bawah dan samping kandang.

Atap kandang berjenis monitor type, dan menggunakan genting sebagai atapnya. Tiang penyangga bangunan terbuat dari kayu yang mempunyai tinggi 2-4 m, tetapi ada juga penyangga bangunan yang menggunakan setengah kayu dan setengah di tembok. Dinding kandang terbuat dari kawat yang mempunyai tinggi 2 m dari alas kandang. Konstruksi lantai yang digunakan adalah lantai yang mempunyai celah dan terbuat dari bambu. Jarak celah lantai tersebut yaitu 2,5 cm.

Jarak antara kandang yang satu dengan yang lainnya yaitu sekitar 8–10 m, atau jaraknya sama dengan lebar kandang. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin kesehatan pada ayam, dan untuk mencegah penularan penyakit. Arah kandang yang terdapat di PT. Janu Putro Sentosa membujur dari Timur ke Barat, tujuannya yaitu agar ayam tidak terkena panas matahari secara langsung. Kepadatan pada kandang panggung ini yaitu ± 12 ekor/m2. Kandang panggung yang digunakan oleh PT. Janu Putro Sentosa dapat dilihat pada Gambar 2.

Ukuran kandang dan populasi ayam yang terdapat di PT. Janu Putro Sentosa dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 2. Ukuran Kandang dan Populasi Ayam PT. Janu Putro Sentosa Bogor (Desa Cibening).

Kandang Lebar (m) Panjang (m) Luas (m2) Populasi (ekor)

1 6 35 210 3500

2 6 17,5 105 2000

3 8 35 280 3500

4 8 60 480 6000

5 8 45 360 4000

6 8 70 560 7000

7 8 57 456 5500

8 8 57 456 5500

9 8 42,5 340 4500

10 7 27,5 192,5 2500

Sumber : PT. Janu Putro Sentosa Bogor (Desa Cibening), 2007.

Jumlah dan Strain Ayam yang Dipelihara

Pada saat praktik kerja lapangan dilaksanakan, ayam yang dipelihara oleh PT. Janu Putro Sentosa (Desa Cibening) berjumlah sekitar ± 50.000 ekor, dengan interval waktu pemeliharaan yang berbeda-beda, pada kandang serta lokasi yang berbeda pula. Strain ayam yang digunakan oleh PT. Janu Putro Sentosa adalah MB 202–P, ayam tersebut diproduksi oleh PT. Multibreeder Adirama Indonesia. Tbk. yang terletak di daerah Purwakarta.


PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

Pemeliharaan Ayam Periode Starter – Finisher

Pemeliharaan ayam broiler ini dipelihara selama ± 35 hari, dengan menggunakan sistem pemeliharaan all in all out. Maksudnya yaitu ayam masuk secara bersamaan, dan keluarnya pun secara bersama- sama. Tujuan dilakukannya pemeliharaan dengan sistem all in all out adalah untuk memudahkan dalam pemanenan. Kegiatan yang dilakukan selama melaksanakan praktik kerja lapangan ini meliputi kegiatan persiapan kandang dan peralatan yang digunakan, penggunaan dan pengaturan litter, perlakuan saat DOC datang, sanitasi kandang, pemberian pakan dan air minum, seleksi, vaksinasi, pemberian vitamin dan obat-obatan, dan pemanenan.

Persiapan Kandang dan Peralatan yang Digunakan

Sebelum kegiatan pemeliharaan ayam berlangsung, terlebih dahulu kandang dan peralatan yang akan digunakan harus dipersiapkan dengan baik. Tujuan dari persiapan kandang ini sendiri yaitu untuk memberikan rasa nyaman pada ayam ketika ayam mulai masuk, serta supaya terhindar dari gangguan penyakit.

Pada saat melakukan praktik kerja lapangan, kegiatan persiapan kandang yang dilakukan meliputi pembersihan atap dan lantai kandang, pengapuran, dan pengistirahatan.

Pembersihan atap dan lantai kandang dilakukan setelah pemanenan ayam selesai. Pembersihan atap dilakukan dengan membersihkan debu dan sarang laba-laba yang ada dilangit-langit kandang dengan menggunakan sapu bergagang panjang. Pembersihan lantai dimulai dengan menyemprotkan air ke permukaan lantai kemudian didiamkan selama beberapa jam, dengan tujuan agar kotoran yang menempel dapat dengan mudah dibersihkan. Setelah didiamkan selama beberapa jam, lantai digosok dengan menggunakan lap yang bergagang sambil disemprot dengan air sampai bersih.

Setelah lantai bersih kemudian dibiarkan hingga kering dan selanjutnya dilakukan pengapuran. Bahan yang digunakan dalam proses pengapuran untuk luasan kandang 560 m2 adalah 100 kg kapur, 500 liter air dan 5 liter formalin 40%. Cara kerjanya yaitu larutkan kapur dengan air di dalam drum, lalu tambahkan formalin 40% kemudian aduk hingga homogen dengan menggunakan alat pengaduk. Setelah homogen, larutan tersebut disiramkan sedikit demi sedikit secara merata ke seluruh lantai kandang dengan menggunakan gayung atau ember. Pengistirahatan kandang dilakukan setelah pengapuran selesai. Pengistirahatan dilakukan selama ± 1-2 minggu.

Persiapan peralatan meliputi pembersihan tempat pakan dan tempat air minum yang telah digunakan sebelumnya, penyemprotan tirai, pembersihan semawar (pemanas), pencucian lingkar pembatas (chick guard), dan pencucian karung (alas sekam).

Pembersihan tempat pakan dan tempat air minum yang akan digunakan dilakukan dengan menggunakan disinfektan yaitu Septosid, kemudian dikeringkan. Penyemprotan tirai dan pembersihan semawar (pemanas) dilakukan dengan menggunakan disinfektan yang sama. Lingkar pembatas dicuci dengan cara disikat sambil disemprot dengan air hingga bersih, kemudian dikeringkan. Karung (alas sekam) dicuci dengan cara direndam terlebih dahulu selama satu malam, lalu kucek dan bilas dengan air sampai bersih. Setelah karung bersih, kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari.

Penggunaan dan pengaturan litter

Dalam pemeliharaan ayam broiler di PT. Janu Putro Sentosa, litter yang digunakan berasal dari kulit padi atau sekam. Penaburan sekam dilakukan dua hari sebelum DOC datang. Sebelum sekam ditaburkan, lantai kandang diberi alas terlebih dahulu dengan menggunakan karung. Ketebalan litter setinggi 5-8 cm. Pada saat ayam datang hingga berumur satu hari, permukaan litter yang digunakan harus diberi alas koran atau karung. Tujuannya agar ayam dapat mengenal pakannya, sehingga ayam tidak memakan litter. Litter digunakan mulai dari DOC hingga ayam berumur ± 20 hari. Litter harus selalu dalam keadaan bersih dan menurut Bambang Cahyono (1995), alas lantai/litter yang digunakan harus dalam keadaan kering, karena jika litter selalu dalam keadaan kering maka ayam akan terhindar dari penyakit pernapasan. Ketika ayam berumur 16 hari, litter mulai diturunkan sedikit demi sedikit hingga pada saat ayam berumur 20 hari litter sudah turun semua.

Perlakuan Saat DOC Datang

Sebelum DOC datang, kandang harus sudah siap 48 jam sebelumnya. Tirai harus tertutup semua tanpa ada celah, sehingga angin tidak bisa masuk. Penutupan tirai secara keseluruhan dilakukan selama satu minggu, setelah itu pembukaan tirai dilakukan sesuai dengan keadaan cuaca. Lingkar pembatas dibuat satu kotak besar untuk keseluruhan ayam dalam satu kandang. Luasan lingkar pembatas 60 m2 untuk 5500 ekor.

Pemanas (brooder) dihidupkan satu jam sebelum DOC datang, sampai temperatur disekitar pemanas mencapai suhu 32–35oC. Pemanas yang digunakan sebanyak 6 buah untuk kapasitas 5500 ekor ayam, dengan ketinggian 50 cm dari litter. Menurut Sugandi (1978) bahwa temperatur udara disekitar alat pemanas yang baik untuk pertumbuhan anak ayam adalah 95oF (35oC). Pemanas dihidupkan selama 3 hari tanpa dimatikan. Hari ke-4 dan seterusnya pemanas dihidupkan sesuai dengan keadaan cuaca. Pencahayaan yang digunakan dengan menggunakan lampu neon 60 Watt sebanyak 6 buah.

Pada saat DOC datang, DOC dikeluarkan dari dalam box pengemasnya dan langsung dimasukan ke dalam indukan (chick guard). Menurut Sudaryani dan Santosa (1994) indukan buatan memerlukan suhu 35oC pada minggu pertama bila memungkinkan, temperatur dapat diturunkan ± 5oC setiap minggu sampai suhu mencapai 18-24oC. Setelah anak ayam masuk kedalam indukan kemudian diberikan air minum yang dicampur dengan vitamin yaitu Biovit, tujuannya supaya kondisi ayam segar kembali. Pada saat ayam datang penimbangan bobot awal tidak dilakukan, karena bobot rata-rata ayam sudah tercantum dalam box DOC. Bobot awal rata-rata dari ayam ini yaitu 37 gram / ekor.

Sanitasi

Sanitasi adalah cara perlindungan lokasi farm dengan cara membersihkan secara kimia maupun mekanis. Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet / terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak dengan merek dan dosis sesuai catatan pada label yang ada.

Sanitasi kandang yang dilakukan di PT. Janu Putro Sentosa adalah menjaga kebersihan kandang dan sekitarnya, membersihkan peralatan kandang, menggunakan alas kaki khusus untuk di dalam kandang, mencuci kaki sebelum memasuki kandang, dan menjaga litter agar tetap kering.

Pemberian Pakan dan Air Minum

Pemberian pakan pada anak ayam periode starter sampai finisher dilakukan dengan metode ad libitum, yaitu metode pemberian pakan dengan cara ayam makan sepuasnya atau tidak terbatas. Tempat pakan yang digunakan pada umur 0-7 hari berbentuk nampan (chick feeder tray). Pemberian pakan anak ayam sampai umur 1 minggu dilakukan sesering mungkin ± 6-8 kali / hari tergantung habisnya pakan dalam chick feeder tray. Setelah ayam berumur 7 hari tempat pakan yang digunakan sebagian diganti dengan tempat pakan yang berbentuk bundar dan digantung (hanging feeder). Menurut Abibin (2002) ketinggian tempat pakan dan tempat air minum 2–2,5 cm di atas permukaan punggung ayam. Kapasitas tempat pakan 1 buah untuk 20-25 ekor ayam. Pakan yang diberikan untuk ayam umur 0-14 hari adalah PC 100 (Prime Chick) yang diproduksi oleh PT. Charoen Pokphand Indonesia. Pakan ini berbentuk mash (butiran halus). Komposisi zat makanan ransum PC 100 disajikan pada Tabel 3.

Tabel 3. Kandungan zat makanan PC 100

Zat Makanan Kandungan (%)

Kadar Air max 13,0

Protein 21,5 – 23,5

Lemak min 5,0

Serat max 5,0

Abu max 7,0

Kalsium min 0,9

Phospor min 0,6

Energi Metabolis 3020 – 3120 Kkal/kg

Sumber : PT. Charoen Pokphan Indonesia.

Setelah ayam berumur 14 hari, keseluruhan tempat pakan yang digunakan adalah hanging feeder. Pakan yang digunakan diganti dengan BR 1 SP (Broiler I SP) atau BR I RX-V (Broiler I RX-V) yang di produksi oleh PT. JAPFA COMFEED Indonesia. Pakan ini berbentuk crumble (butiran kasar) kemudian diberikan sebanyak dua kali, yaitu sekitar jam 8 pagi dan 4 sore. Kandungan zat makanan BR I SP dan BR I RX–V disajikan pada Tabel 4.

Tabel 4. Kandungan zat makanan BR I SP dan BR I RX-V

Zat Makanan Kandungan

BR I SP BR I RX-V

Air max 12 12

Protein Kasar min 21 21,5

Lemak Kasar min 4 4

Serat Kasar max 4,5 4

Abu max 6,5 6,5

Kalsium 0,9 – 1,1 0,9 – 1,1

Phospor 0,7 – 0,9 0,7 – 0,9

Growth Promotor Virginiamycin/Zinc Bacitracin

Coccidiostat Salinomycin/Monensin

Sumber : PT. JAPFA COMFEED Indonesia.

Pemberian air minum dari awal sampai akhir pemeliharaan diberikan ad libitum (tidak terbatas), dengan memakai tempat air berbentuk tabung dan digantung yang berkapasitas 5 liter untuk 50 ekor anak ayam.Tempat air minum selalu dicuci bersih sehabis pemakaian agar terhindar dari bibit penyakit yang merugikan.

Seleksi

Seleksi yang dilakukan oleh PT. Janu Putro Sentosa mulai umur 1 hari sampai pemanenan. Seleksi berdasarkan besar kecilnya ukuran tubuh ayam, kelainan (cacat), ayam sakit dan ayam mati.

Ayam yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil dipisahkan dengan yang lainnya dan dipelihara ditempat tersendiri dalam sekat dipojok kandang, serta diberi pakan lebih banyak dibandingkan dengan ayam yang memiliki ukuran tubuh normal. Kelainan (cacat) pada ayam yang terdapat dipeternakan ini terdiri dari cacat bawaan contohnya bentuk paruh dan leher yang bengkok, paruh yang menyerupai bentuk paruh burung kakatua, dan cacat karena cedera contohnya kaki dan sayap yang terperosok, pantat terluka karena dipatuki ayam lain yang kanibal. Ayam yang sakit dan cacat diberi perlakuan yang sama seperti ayam yang memiliki ukuran tubuh kecil, sedangkan ayam yang mati langsung dibuang (dikubur).

Vaksinasi

Vaksinasi merupakan upaya memasukan bibit penyakit yang telah dilemahkan atau telah mati kedalam tubuh unggas yang sehat untuk memperoleh kekebalan penyakit tertentu. Menurut Abidin (2002) vaksinasi pasif adalah proses memasukan bibit penyakit yang sudah mati, sedangkan vaksinasi aktif adalah proses memasukan bibit penyakit yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh ayam, baik melalui injeksi, campuran air minum, maupun tetes mata. Vaksin digunakan dengan tujuan untuk mencegah penyakit asal virus, misalnya ND dan Gumboro (Rasyaf, 2007).

Program vaksinasi di PT. Janu Putro Sentosa Bogor dilakukan sebanyak tiga kali setiap periode pemeliharaan. Vaksinasi terdiri dari ND 1, Gumboro, dan ND 2 (Tabel 5).

Tabel 5. Program vaksinasi di PT. Janu Putro Sentosa Bogor (Cibening)

Umur (hari) Jenis Vaksin Aplikasi

4 ND–LIVE tetes mata

13 IBD–LIVE air minum (oral)

19 ND–LIVE air minum (oral)

Sumber : PT. Janu Putro Sentosa Bogor (Desa Cibening), 2007.

Pada umur empat hari, ayam divaksinasi ND dengan jenis vaksin aktif. Vaksinasi dilakukan dengan cara tetes mata dan sebelum vaksinasi ayam tidak dipuasakan terlebih dahulu. Vaksinasi dilaksanakan mulai pukul 7 pagi sampai pukul 13 siang. Vaksin yang digunakan sebanyak 6000 dosis untuk 5500 ekor ayam (1,09 cc / ekor). Vaksin yang digunakan disimpan dalam termos es supaya vaksin selalu dalam keadaan dingin, dengan tujuan agar vaksin tidak cepat rusak.

Cara kerja dalam pemberian vaksin ini yaitu, pertama-tama giring seluruh ayam ke suatu sudut kandang, lalu beri sekat. Kemudian teteskan vaksin pada ayam satu persatu. Simpan ayam yang sudah diberi vaksin di bagian sekat yang kosong. Usahakan vaksin yang digunakan selalu dalam keadaan dingin sampai vaksinasi selesai.

Pada umur 13 hari, ayam divaksinasi Gumboro dengan jenis vaksin aktif. Vaksinasi dilakukan dengan cara oral (dicampurkan dengan air minum). Sebelum vaksinasi dilaksanakan, ayam dipuasakan terlebih dahulu selama ± 2 jam. Vaksinasi dilaksanakan pada pukul 7 pagi. Vaksin yang digunakan sebanyak 6000 dosis untuk 5500 ekor ayam. Vaksin tersebut kemudian dicampur dengan 200 liter air, kemudian diisikan ke dalam galon tempat air minum masing-masing sebanyak 2 liter. Setelah vaksin habis diminum oleh ayam, kemudian galon tersebut diisi dengan air putih biasa.

Pada umur 19 hari, ayam divaksinasi ND 2 dengan jenis vaksin aktif. Dosis dan cara pemberian vaksin sama dengan saat vaksinasi Gumboro.

Pemberian Vitamin dan Obat-obatan

Ayam merupakam ternak yang rawan terhadap penyakit. Untuk pencegahan biasanya obat-obatan yang diberikan berupa vitamin dan antibiotika dalam dosis rendah. Pemberian vitamin bertujuan untuk mengurangi cekaman atau stress dan pemberian obat yang mengandung antibiotika untuk pencegahan penyakit pada saluran pencernaan. Vitamin dan obat-obatan yang dipakai dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Program Pemberian Vitamin dan Obat-obatan di PT. Janu Putro

Sentosa Bogor

Umur (hari) Obat/Vitamin Dosis

1–3 Biovite 1 g / 12 liter

5–7 Moxacol 1 g / 1 liter

8–11 Masabro 1 g / 2 liter

12 dan 14 Supralit 1 g / 2 liter

15–17 Colimas 1 g / 1 liter

18 Supralit 1 g / 2 liter

20–22 Supralit 1 g / 2 liter

23–27 Carmavit 1 g / 1-2 liter

Sumber : PT. Janu Putro Sentosa Bogor (Desa Cibening), 2007.

Pemanenan

Panen dilakukan pada saat ayam berumur 35 hari dengan bobot badan akhir rata-rata 1,9–2 kg. Pemanenan dilakukan dengan cara menangkap 4 sampai 5 ekor ayam, kemudian mengikat kakinya dengan tali yang telah disimpulkan, lalu ditimbang dan dilakukan pencatatan baik dari pihak pembeli maupun perusahaan, setelah itu langsung diangkut dan dimasukkan kedalam keramba yang tersedia di atas mobil. Sebelum mobil pengangkut ayam pergi, dilakukan penyiraman dengan air terhadap ayam tujuannya agar ayam tetap segar (tidak kepanasan) sampai di tujuan. Setelah panen selesai, data hasil pencatatan dari pihak perusahaan diserahkan ke pembeli untuk dicocokkan.

Pemasaran

Jumlah, Bentuk dan Harga

Ayam dipanen secara keseluruhan dan dijual berdasarkan bobot hidup ayam. Pada masyarakat sekitar, peternak menjual ayamnya dengan harga Rp.11.000,- / kg, sedangkan pada perusahaan pemotongan atau pasar, ayam dijual dengan harga Rp.12.000,- / kg. Harga ayam yang dijual pada masyarakat lebih murah karena ayam yang dijual dalam jumlah sedikit. Jumlah dan waktu pemanenan dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Jumlah dan Waktu Pemanenan

Tanggal Lokasi Kandang Jumlah (ekor)

1–2 Agustus 2007 A 1 dan 2 5500

3–6 Agustus 2007 B 3–6 20.000

13–15 Agustus 2007 C dan D 7–9 17.500

Sumber : PT. Janu Putro Sentosa (Desa Cibening), 2007.

Wilayah

Ayam yang dipelihara di peternakan PT. Janu Putro Sentosa dijual / dipasarkan ke wilayah Jakarta dan Bogor (Leuwiliang dan Pondok Rumput). Pemasaran yang paling banyak adalah ke daerah Pondok Rumput yang merupakan daerah rumah pemotongan ayam (RPA). Selain ke RPA, ayam juga dijual secara langsung ke pasar.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Kondisi peternakan PT. Janu Putro Sentosa Bogor (Desa Cibening) sudah baik dan memenuhi syarat lokasi usaha peternakan ayam yang baik, hal ini dapat dilihat dari kondisi udara yang baik (sejuk), lokasi kandang tidak jauh dari pemasaran, dan tersedianya sarana transportasi yang mendukung.

Pada saat melaksanakan praktik kerja lapangan, strain ayam yang digunakan yaitu MB 202–P dengan jumlah ± 50.000 ekor. Ayam tersebut dipelihara selama ± 35 hari, setelah itu dilakukan pemanenan pada masing-masing kandang secara bertahap. Pakan yang digunakan terdiri dari dua jenis, yaitu PC 100 diberikan untuk ayam berumur 0–14 hari. BR I SP dan BR I RX–V diberikan untuk ayam berumur 14 hari sampai pemanenan. Pemberian vaksinasi dilakukan sebanyak 3 kali dalam satu periode, yaitu pada saat ayam berumur 4 hari dengan vaksin ND I. Umur 13 hari, ayam di vaksin Gumboro dan umur 19 hari diberikan vaksin ND II. Selain dilakukan vaksinasi, ayam diberikan vitamin dan obat-obatan sesuai dengan jadwal pemberian yang ditentukan oleh perusahaan.

Saran

Sarana dan prasarana yang ada dipeternakan ini harus lebih dilengkapi, contohnya seperti fasilitas pegawai kandang dan gudang pakan. Sanitasi kandang pada saat awal hingga akhir pemeliharaan ayam harus selalu dilaksanakan dengan baik dan terus ditingkatkan, karena sanitasi dapat mencegah penyebaran wabah penyakit pada ternak.

RINGKASAN

Ayu Laili, Feri Andriawan, Junaidi Karo-karo, Yuyun Yuniarti. 2007. Tatalaksana Pemeliharaan Ayam Broiler Strain MB 202-P Periode Starter sampai Finisher di PT. Janu Putro Sentosa. Laporan Praktik Kerja Lapangan, Program Keahlian Teknologi dan Manajemen Ternak, Direktorat Program Diploma, Institut Pertanian Bogor.

Pembimbing : Dr. Ir Sumiati, M.Sc

Praktik Kerja Lapangan di PT. Janu Putro Sentosa dilaksanakan dari tanggal 16 Juli 2007 – 25 Agustus 2007. Tujuan Praktik Kerja Lapangan adalah untuk menambah pengetahuan, pengalaman, dan wawasan dalam tatalaksana pemeliharaan ayam broiler serta menerapkan ilmu yang di peroleh di perkuliahan dan belajar membekali diri dengan keterampilan untuk tujuan dunia kerja. Cara melaksanakan Praktik Kerja Lapangan adalah dengan mengikuti kegiatan secara langsung, wawancara dengan kepala kandang beserta karyawan / anak kandang, serta melakukan pencatatan data primer dan sekunder.

Tatalaksana dalam pemeliharaan ayam ini meliputi : persiapan kandang dan peralatan yang digunakan, penggunaan dan pengaturan litter, perlakuan saat DOC datang, sanitasi, pemberian pakan dan air minum, seleksi, vaksinasi, pemberian vitamin dan obat-obatan, dan pemanenan.

Pada saat melaksanakan praktik kerja lapangan, kegiatan yang dilakukan di peternakan adalah pemeliharaan ayam broiler yang dimulai dari periode starter sampai periode finisher. Strain ayam yang digunakan oleh PT. Janu Putro Sentosa yaitu MB 202–P, dengan jumlah ± 50.000 ekor. Ayam broiler ini dipelihara selama ± 35 hari, dengan menggunakan sistem pemeliharaan all in all out. Sistem perkandangan yang digunakan yaitu kandang panggung (slat system), dengan jumlah kandang sekitar 10 kandang yang terdapat pada lokasi yang berbeda. Pencegahan penyakit yang dilakukan yaitu vaksinasi, pemberian vitamin dan obat-obatan dengan jadwal pemberian yang telah ditentukan oleh perusahaan. Setelah ayam berumur 35 hari, ayam dipanen dengan tahapan pengikatan 4–5 ekor ayam, penimbangan bobot akhir, pencatatan, yang kemudian diangkut ke mobil pengangkut. Dari hasil pemeliharaan, rata-rata bobot badan akhir yaitu 1,9–2 kg / ekor. Konversi pakan (FCR) yaitu 1,54 / 15.500 ekor, dengan tingkat kematian (mortalitas) 3,51 %.

55 comments

  1. hihihi…. kemitraan ya :)
    sip sip
    salam kenal :)


  2. bener shin, eh BTW shinobi itu nama orang jepang khan ya…? lam kenal juga buat shinobi, moga aja bener2 ngga takut mati.


  3. Chayo


  4. fungsi pengapuran n istirahat kandang apa hayooo???


  5. saya mempunyai kandang ayam broiler kapasitas 10.000 ekor,di daerah subang, kalau ingin menjadi ke mitra apa aja syaratnya. terimakasih

    syamsul


  6. wah sip deh infonya lengkap.

    http://toni-komara.blogspot.com


  7. mas tabel pembuatannya dongggg!!!!!!!?
    yang saya cari adalah tabel pembuatan pakannya!!!


  8. saya pemula peternak ayam broiler..
    saya ingin tanya., u/ aspek produksi, peralatannya ap2 saja dan brp jmlh per-alat yg harus di butuhkan u/ kandang panggung yg berkapasitas 1500..??
    modal untuk peternakan ayam broiler brp y..???


  9. saya mahasiswa peternakan Universitas Muhammadiyah Malang yang mau lulus!
    kenapa gak dicantumkan gambar tehnik2 vaksinasi!
    ikut kemitraan perusahaan apa?


  10. saya butuh informasi lebih tentang kemitraan ini. sy udah ikut kemitraan dmc malang dengan kapasitas kandang 11.000 ekor. kalau bisa hubungi email saya


  11. Mohon di tampilkan poto2 Kandang ayan tertutup sumbangan dari Charon Pokphan.. yang bernilai 1.2 M.. Trimakasih.


  12. Adakah pakan ternak jadi yang tidak mengandung Kedelai ? atau sedikit kandungan kedelainya ? saya mau cari yang sedikit antioksidanya. trimakasih


  13. saya mohon informasi dimana beli serbuk campuran makan ayam arab supaya dlm telurnya berwarna merah..> tolong kawan sms ke aku 085 235 191 779 yg mau sms kasih informasi tak doakan masuk surga.


  14. trimakasih infonyA…
    saya lagi nyelesaikan tugas akhir,dan butuh pedoman performance broiler MB202,mohon kirimkan ke email saya,trimakasih


  15. saya butuh info nechhh bagaimana komposisi daging ayam broiler setelah berumur 8 minggu atau >8 mgu? apa yg membedakankan dngan umur 6-8 mgu? tlong di beri jwbannya yachhh dtgu di email saya fennymaiciee@ymail.com thankzzz


  16. aq jg pernah magang di janu putro, tapi di jogja
    aq kan anak solo
    salam ja wat anak2 peternakan di seluruh Indonesia
    majuin peternakn biar te2p jaya n maju
    win-solo


  17. saya mitra janu potro di kandang ngabean klaten mohon untuk program ovknya mengikuti keadaan cuaca karena periode ini saya stressssss buanget dech …….
    salam kompak untuk pak miko dan pak suroto


    • semoga stresssnya cepat berlalu pak….


  18. Sebagian besar peternak janu putro telah meluas ke berbagai daerah. Its good for job, sayangnya tidak di imbangi dengan tenaga kerja yg di lapangan. Banyak PPL yg tidak memenuhi jadual kedatanggannya hingga panen!!!


  19. mw tanya
    1. apa kelbihan yang dimiliki janu putra dbnding perusahan laen?
    2. saya dl jg pernah magang di janu putro wil jogja,tp blum paham tentang sistem kemitraanny,mohon dijelaskan tntang skimnya..
    makasih…


  20. ma’af sebelumnya..apa anda bisa beri tahu say standart performance ayam broiler strain MB 202-P, seperti pemeliharaan ayam yang anda laporkan di atas…trimakasih..
    jazakumullahu khairon..


  21. menawarkan kerjasama supply katul untuk pakan ternak,
    kapasitas kami 100 Ton per bulan untuk halus dan kasar.
    Jika ada yg minat, hub. via sms di ;
    085641204682

    ada komisi untuk yang bisa mencarikan pangsa pasar untuk kami.
    Per 100 Ton komisi 5-10jt tergantung cara pembayaran,jml orde, dan
    jauhnya pengiriman

    Nurchan,Solo


  22. The above writing was great. I find it very interesting and II will surely forward this to my friends online. Anyway, thanks for sharing this.


  23. Saya Oktaviana susanti, A.md. Seorang perempuan berusia 21 tahun. Pendidikan formal saya Diploma III ekonomi administrasi keuangan Universitas Jenderal soedirman dengan IPK 2,79.
    Saya seorang pekerja keras, mempunayi kemampuan yang kuat, energik, terbiasa dengan target, dapat belajar dengan cepat, dapat bekerja denagn tim, komunikatif serta memiliki penampilan dan kepribadian menarik. Komitmen saya untuk menyelesaikan tugas tepat waktu.
    denagn ini saya bermaksud melamar pekerjaan diperusahaan yang Bpak/Ibu pimpin.
    Besar harapan saya agar mendapat follow up dari perusahaan Bapak/Ibu pimpin untuk mengikuti tahap interview, Jika perkenan Bapak/Ibu bisa menghubungi saya di No. 081391012361/081914980919 atau ke no. ( 0281 ) 626549
    atau mungkin bisa melalui email saya di spacegrils_oktavian@yahoo.com.
    Atas perhatiannya saya ucapkan banyak terimakasih.
    semoga dalam waktu dekat saya mendapat kabar baik.

    Hormat saya,

    Oktaviana Susanti, A.md


  24. saya berdomisili dibogor dan ingin beternak ayam broiler sistem kemitraan.apa saya bisa bermitra dan apa syaratnya?trims


    • untuk kemitraan banyak sekali yang bisa bapak pilih pak, saran saya coba di cek masalah keuntungan yang di tawarkan oak, kalau masalah syarannya, kandang udah pasti harus bapak punya beserta perlengkapan budidayanya, trus satu lagi yang lebih penting bapak mempunyai jaminan ke perusahaan untuk tahap awal. selamat mencoba ya pak, semoga sukses.


  25. minta bantuannya,saya sedang mencari kandang ayam yg akan disewakan.populasinya max. 10000 ekor.saya akan mengambil sistem kemitraan dgn PT. JANU PUTRO SENTOSA


    • bapak nyari kandangnya daerah mana ya pak..? langsung dijelaskan saja supaya kawan kawan lain bisa saling berbagi infonya. :)


  26. apa saya bisa bermitra dengan PT. Janu Putro?jika bisa apa syarat yang harus dipenuhi dan jaminan keperusahaan seperti apa?mohon dijelaskan pak.trims


    • langsung datang saja ke kantor janu putronya pak, dan tanyakan langsung persyaratannya, pegawainya ramah semuanya kok pak. pasti akan lebih jelas. :)


  27. aq mau tau cra krja yg bisa mebuat hati kta puas slma ini cra krja aq udh aq gonta ganti tapi aq egk pernah merasa puas. Tlg br tau cra krja nya.


  28. saya punya kandang 12000 di indramayu..apakah bs ikut kemitraan dengan pt.janu?saya dan teman2 jumlah total populasi ayam 250.000ekor sdg cri kemitraan yg bonafit.tlg bantuannya no telp yg bs saya hub


  29. Kang, Boleh minta No Tlp nya PT.Janu Putro Sentosa
    Tks Sebelumnya ;)


  30. pak,bisa minta alamat pt.janu putro yg cabang jogja?sy tertarik untuk jadi mitra


    • cebongan lor-tlogoadi-mlati-sleman-YK


  31. mohon penjelasan dari PT.JANU PUTRO SENTOSA


  32. Salam kenal,boleh minta no telp dan alamat pt janu putro di purwokerto?pengen nanya syarat2 kemitraan.trimakasih


  33. baguz banged, sesuai dengan bidang yang gua jalanin


  34. Immigration Solicitors…

    [...]while the sites we link to below are completely unrelated to ours, we think they are worth a read, so have a look[...]…


  35. Someone essentially help to make severely posts I would state. This is the very first time I frequented your web page and to this point? I amazed with the analysis you made to create this particular submit extraordinary. Magnificent task!


  36. saya berminat untuk mebudidayakan ayam telur boiler yg putih
    tolong di kasih alamat rumahnya dan no telpon hp atau rumah atau kantor

    alamat saya prajekan bondowoso no 60 jawa timur
    no hp saya:085239062734\tlp rumahnya (0332)560412
    sms ato tlp saya
    kalau sms bilang nih dari peternak ayamnya>>>
    terima kasih atas perhatiannya


  37. jual sekam partai besar untuk wilayah jabotabek harga relatif hub andy sekam 085693512988


  38. maaf mau nanya alamat pusat JANUPUTRO dmn y??emailnya?? trus klo pengaduan kmn y?? sy bermitra sm januputro d palembang melaluli CV.ANDALAS PALEMBANG sy mau ngadu nih….banyak peternak d rugikan d daerah sy, sbb kerugian karna sapronak yg tidak bagus, DOC kualitas yg rendah PAKAN yg berjamur, pengobatan dgn cr yg sm setiap kena penyakit, ayam banyak yg mati tidak adanya tindakan dr pihak CV.ANDALAS,setiap komplain masalah pakan yg berjamur tidak pernah d tanggapi, semoga dengan nama besarnya JANUPUTRO mendengar keluhan sy besar harapan sy mengusut CV.ANDALAS PALEMABNG, peternak d sini(palembang) sdh banyak yg memutuskan berhenti bermitra,sy tidak bermaksud menyudutkan pihak manapun dsni,sy takutnya dgn nama besarnya yg d rugikan bukan cm peternak tp JANUPUTRO lama kelamaan bs jd tenggelam nama besarnya, maaf klo tidak percaya silahkan d cek brp skrg detik ini jg populasi yg d pegang JANUPUTRO yg ada d palembang

    mohon maaf klo ada salah2 kata dan mohon bt admint blog ini d teruskan postingan sy ke pihak JANUPUTRO

    sekian dan terimakasih


  39. Assalamualaikum,

    Saya berniat untuk mulai berternak ayam broiler.
    saya lagi cari kandang yang bisa di sewa…..
    Kalo ada yang tau lokasi kandang yang bisa disewa
    berada di daerah cikampek – karawang – cikarang
    Mohon di kabarin saya dong !!!!.

    Wasalam
    Ferry
    Telp : 085213394549


  40. gan, ada yang tau alamat perusahaan yang menyediakan bibit ayam petelur ?. yang deket ada ga ? , kya purwakarta, subang.
    no hp085880069512


  41. Generally I don’t read post on blogs, however I would like to say that this write-up very pressured me to check out and do so! Your writing taste has been surprised me. Thank you, very great post.


  42. This blog was… how do I say it? Relevant!! Finally I have found something that helped me.
    Appreciate it!


  43. Hi there! I understand this is kind of off-topic however I had to ask.
    Does running a well-established blog like yours require a
    large amount of work? I’m completely new to writing a blog however I do write in my diary on a daily basis. I’d like to start a blog so I can share my experience and thoughts online.
    Please let me know if you have any kind of ideas or tips for brand new aspiring blog owners.

    Appreciate it!


  44. If you are going for most excellent contents like me, just pay a
    visit this website daily for the reason that it gives
    feature contents, thanks


  45. With havin so much written content do you ever run into any issues of plagorism or copyright violation?
    My blog has a lot of completely unique content I’ve either written myself or outsourced but it looks like a lot of it is popping it up all over the web without my permission. Do you know any techniques to help stop content from being ripped off? I’d definitely appreciate it.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: