<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>AYAM BROILER AYAM KAMPUNG AYAM PETELUR AYAM BURAS AYAM CEMANI AYAM ARAB PETERNAKAN INDONESIA SAPI PERAH SAPI POTONG KANDANG KAMBING KAMBING POTONG BIAYA PRODUKSI PETERNAKAN ANALISIS BIAYA PETERNAKAN</title>
	<atom:link href="http://tmtnews.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tmtnews.wordpress.com</link>
	<description>TRY ME AND YOU WILL GET MORE INSIDE</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Oct 2008 21:59:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='tmtnews.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/778c0623dd9a85efca9f103d2944782f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>AYAM BROILER AYAM KAMPUNG AYAM PETELUR AYAM BURAS AYAM CEMANI AYAM ARAB PETERNAKAN INDONESIA SAPI PERAH SAPI POTONG KANDANG KAMBING KAMBING POTONG BIAYA PRODUKSI PETERNAKAN ANALISIS BIAYA PETERNAKAN</title>
		<link>http://tmtnews.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>PEDET SAPI PERAH</title>
		<link>http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/29/pedet-sapi-perah/</link>
		<comments>http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/29/pedet-sapi-perah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 13:14:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Junaidi Karo Karo Kacaribu</dc:creator>
				<category><![CDATA[TUGAS AKHIR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tmtnews.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[
DITULIS OLEH : JUNAIDI KARO KARO
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan zaman mengantarkan manusia pada kemajuan pola pikir dan perubahan paradigma untuk meningkatkan kualitas hidup, baik secara fisik maupun psikis. Dalam kondisi masyarakat modern saat ini kebutuhan terhadap makanan yang sehat dan bergizi tinggi memegang peranan yang cukup penting. Masyarakat semakin menyadari arti penting dari produk pertanian, perikanan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tmtnews.wordpress.com&blog=2272672&post=161&subd=tmtnews&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="//edit.yahoo.com/config/send_webmesg?.target=karo_karo_xx&amp;.src=pg”"><img border="”0″" src="//opi.yahoo.com/online?u=karo_karo_xx&amp;m=g&amp;t=2&amp;l=us”"/></a></p>
<p>DITULIS OLEH : JUNAIDI KARO KARO</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">PENDAHULUAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Latar Belakang</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Perkembangan zaman mengantarkan manusia pada kemajuan pola pikir dan perubahan paradigma untuk meningkatkan kualitas hidup, baik secara fisik maupun psikis. Dalam kondisi masyarakat modern saat ini kebutuhan terhadap makanan yang sehat dan bergizi tinggi memegang peranan yang cukup penting. Masyarakat semakin menyadari arti penting dari produk pertanian, perikanan dan peternakan yang secara umum menyumbangkan bahan pangan bagi kelangsungan hidup manusia. Modernisasi ternyata tidak menggeser inti kehidupan manusia, yaitu pemenuhan terhadap kebutuhan jasmani dan rohani. Seperti pepatah mengatakan “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat”, ini berarti tubuh yang sehat menjadi parameter terhadap jiwa yang sehat.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Salah satu bahan pangan yang saat ini semakin disadari arti pentingnya bagi kesehatan manusia adalah susu. Perlu diingat bahwa susu yang dikonsumsi oleh masyarakat sebagian besar merupakan sumbangan dari ambing sapi perah. Menurut Hadiwiyoto (1983), air susu termasuk bahan pangan hewani, berupa cairan putih yang dihasilkan oleh hewan ternak mamalia dan diperoleh dengan cara pemerahan. Susu merupakan bahan makanan yang tersusun oleh zat-zat makanan yang seimbang (Adnan, 1984). Susu disebut sebagai bahan makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizinya yang lengkap (Astawan, 2005). Dalam rangka memenuhi kebutuhan susu tersebut dilakukan peningkatan populasi, produksi dan produktifitas sapi perah. </span><span lang="SV">Karena itu, bibit sapi perah memegang peranan penting dalam upaya pengembangan pembibitan sapi perah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Pengembangan pembibitan sapi perah memiliki potensi yang cukup besar dalam rangka mengurangi ketergantungan impor produk susu maupun impor bibit sapi perah. Pembibitan sapi perah sangat tergantung pada keberhasilan program pembesaran pedet sebagai <em>replacement stock</em>. Manajemen pemeliharaan pedet yang optimal sejak lahir sangat diperlukan untuk memperoleh sapi yang mempunyai produksi dan produktifitas yang tinggi yang siap menggantikan sapi yang sudah tidak berproduksi lagi, baik sebagai induk maupun pemacek. Pemeliharaan pedet mulai dari penanganan kelahiran, pemberian identitas, pola pemberian pakan, pemantauan terhadap pertumbuhan dan pertambahan bobot badan, pencegahan dan penanganan terhadap penyakit, serta kebersihan dan fasilitas kandang hingga pedet berumur 8 bulan, sangat mempengaruhi keberhasilan tercapainya pedet sebagai calon bibit unggul pada usaha ternak perah. Menurut Siregar (1996), pedet yang harus dipelihara terus setiap tahunnya untuk peremajaan adalah 30% dari jumlah populasi induk. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Rumusan Masalah</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Uraian di atas memberi gambaran betapa pentingnya pengembangan pembibitan sapi perah. Kelangsungan suatu usaha peternakan sapi perah tidak terlepas dari ketersediaan bibit unggul yang diperoleh dari manajemen pemeliharaan pedet yang optimal. Karena itu, permasalahan yang perlu dikaji dalam praktik kerja lapangan adalah manajemen pemeliharaan pedet sapi perah di Departemen <em>Heifer Raising</em> PT. Greenfields Indonesia Unit Gunung Kawi Desa Babadan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang, Jawa Timur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Tujuan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Setiap kegiatan pasti memiliki makna dan tujuan. Secara umum, tujuan praktik kerja lapangan ini adalah untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan dan pemeliharaan sapi perah komersial dan memberikan tempat berlatih, menambah keterampilan, wawasan dan pengalaman mengenai bidang peternakan, khususnya ternak perah serta mempelajari persoalan-persoalan yang ada dan bagaimana mengatasinya, mengenalkan budaya kerja industri/usaha, untuk memperoleh informasi dan pengetahuan baru yang tidak didapatkan melalui perkuliahan serta mendekatkan diri dengan lapangan pekerjaan. Secara khusus, tujuan praktik kerja lapangan untuk mengamati manajemen pemeliharaan pedet sapi perah di PT. Greenfields Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Manfaat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Hasil praktik kerja lapangan membuka pemikiran dan memperluas wawasan penulis saat mengamati dan menemukan permasalahan yang ada dalam peternakan sapi perah khususnya pada manajemen pemeliharaan pedet. Penulis dapat membandingkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan pelaksaannya di lapangan. Penulis memiliki kesempatan memberikan alternatif jalan keluar terhadap permasalahan tersebut berdasarkan pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan dan pustaka yang ada. Selain itu, hasil praktik kerja lapangan dapat digunakan sebagai bahan informasi dan membuka wawasan peternak dan masyarakat dalam peningkatan manajemen pemeliharaan pedet sapi perah serta sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi bagi perusahaan tempat penulis melaksanakan PKL.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><strong><span lang="FI">SARANA PRODUKSI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Luas Lahan dan Penggunaannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">PT. Greenfields Indonesia memiliki lahan seluas </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><strong><span lang="FI">METODE PELAKSANAAN KAJIAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Tempat dan Waktu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Praktek kerja lapangan ini dilaksanakan selama sebelas minggu, mulai tanggal 18 Februari 2008 sampai dengan tanggal 10 Mei 2008. Lokasi yang dipilih sebagai tempat pelaksanaan PKL adalah perusahaan peternakan sapi perah PT. Greenfields Indonesia Unit Gunung Kawi Desa Babadan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang, Jawa Timur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Metode Pengumpulan dan Analisis Data</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Metode yang digunakan dalam pelaksanaan PKL ini adalah metode partisipasi dan observasi untuk mengumpulkan data dan menganalisis data yang telah diperoleh. Peserta PKL terjun secara langsung ke lapangan dan mengikuti seluruh kegiatan dalam perusahaan sesuai jadwal dan batasan yang telah ditetapkan serta melakukan pengamatan secara langsung maupun tidak langsung. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Pengumpulan data dilaksanakan selama kegiatan PKL berlangsung, baik sesuai jadwal maupun di luar jadwal yang tidak mengganggu jadwal yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat seluruh informasi yang diperoleh melalui tulisan atau pencatatan yang terdapat pada papan pengumuman di setiap departemen, diskusi dengan para pembimbing lapang, penanggung jawab departemen dan karyawan serta pengumpulan data sekunder.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Analisis data dilakukan dengan cara mengamati seluruh pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dalam perusahaan dan mempelajari data-data yang telah diperoleh, menemukan permasalahannya dan mencari kesesuaiannya berdasarkan teori yang telah diperoleh dari perkuliahan dan pustaka yang relevan dengan bidang peternakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><strong><span lang="FI">KEADAAN UMUM</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Sejarah Perusahaan Peternakan Sapi Perah PT. </span><span lang="SV">Greenfields Indonesia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">PT. Greenfields Indonesia Unit Gunung Kawi berdiri pada tanggal 14 Maret 1997 untuk membantu menyediakan susu berkualitas tinggi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Pada awal berdirinya perusahaan ini bernama PT. Prima Japfa Jaya. PT. Prima Japfa Jaya merupakan kerjasama antara koperasi Bina Sentosa yang menanam saham sebesar 52% dengan PT. Santosa Agrindo <span> </span>yang menanam saham sebesar 48%. Perusahaan ini mendirikan peternakan di dusun Maduarjo desa Babadan, Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur. Lokasi ini dipilih karena sangat sesuai untuk pemeliharaan sapi-sapi FH; udaranya segar, bersih dan sejuk. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Awalnya, PT. Prima Japfa mendatangkan 90 ekor sapi perah bangsa <em>Friesian Holstein</em> (FH) dari Australia yang langsung dibawa ke lokasi perusahaan. </span>Pengiriman menghadapi banyak kendala karena lokasi perusahaan cukup terpencil dan jauh dari pemukiman penduduk. Jalan yang dilalui berupa jalan-jalan yang berbatu sehingga sangat menyulitkan untuk transportasi dan kendaraan roda empat. Kendala lain yang dihadapi adalah fasilitas air, listrik dan jaringan telepon yang sangat sulit. PT. Prima Japfa pada awalnya merupakan satu grup dengan Java. Kemudian melepaskan diri dari Java dan bergabung dengan Austasia. Pada tahun 2000 PT. Prima Japfa berubah nama menjadi PT. Greenfields Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">PT. Greenfields Indonesia terbagi menjadi 2 divisi, yaitu peternakan dan industri susu dengan manajemen yang terpisah. Pengolahan susu didirikan pada pertengahan tahun 1997, tetapi mulai berproduksi pada bulan Juni tahun 2000. <span lang="SV">Pabrik ini merupakan pabrik pengolahan susu modern yang dihubungkan langsung dengan ruang mesin pemerahan. Susu yang berasal dari peternakan langsung didinginkan dan dikirim untuk diolah tanpa sentuhan tangan manusia secara langsung. Perusahaan ini menjaga kualitas gizi dan kehigienisan produk susu yang dihasilkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Pada tahun 1998 perusahaan membangun sistem pemerahan <em>Milking Parlour</em> (Boumatic-USA) dengan kapasitas 24 ekor per pemerahan. Saat ini perusahaan telah memiliki <em>Milking Parlour</em> dengan kapasitas 40 ekor per pemerahan dan sedang melakukan pembangunan <em>Milking Parlour</em> baru dengan kapasitas yang sama. </span>Bulan September 2002 PT. Greenfields Indonesia meresmikan <em>Milk Treatment</em>. PT. Greenfields Indonesia memproduksi dan mengemas susu pasteurisasi, ESL dan UHT dalam berbagai jenis kemasan <em>tetra wedge</em> untuk pasar lokal dan ekspor, antara lain berbagai produk <em>private label</em>. PT. Greenfields Indonesia mengekspor susu-susu tersebut ke Singapura, Malaysia, Hongkong, Cina, Nigeria dan Australia.<span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Lokasi Perusahaan Peternakan Sapi Perah PT. </span><span lang="SV">Greenfields Indonesia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Perusahaan Peternakan Sapi Perah PT. Greenfields Indonesia terletak di Dusun Maduarjo, Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Perusahaan ini berada di lereng Gunung Kawi pada ketinggian 1.100-1.200 meter di atas permukaan laut, dengan suhu udara rata-rata 18<sup>0</sup>C. Lokasi perusahaan ini cukup ideal sebagai peternakan sapi perah bangsa FH <em>(Friesian Holstein)</em> karena sapi FH dan PFH (Peranakan <em>Friesian Holstein</em>) akan baik diternakkan di daerah yang tinggi dengan temperatur berkisar antara 15-21<sup>0</sup>C (Syarief dan Sumoprastowo, 1984). Curah hujan di lokasi perusahaan cukup tinggi, yaitu sekitar 2.750-3.200 mm/tahun dengan kelembaban sebesar 45%.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Letak perusahaan dari pemukiman penduduk tidak kurang dari 2 km. Wilayah perusahaan dibatasi oleh tembok setinggi 2,5 meter dan pagar besi setinggi 2 meter sebagai pintu masuk pada bagian depan perusahaan. Batas wilayah bagian Utara adalah Gunung Kawi, sebelah Selatan adalah Desa Jambuer, sebelah Barat adalah Dusun Gendogo dan sebelah Timur adalah Kecamatan Precet. </span>Jarak tempuh dari kota Malang ke perusahaan ini ± 40 km.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Struktur Organisasi</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Perusahaan peternakan sapi perah PT. Greenfields Indonesia memiliki struktur organisasi yang tertata. Struktur organisasi ini sering mengalami perubahan karena adanya penyesuaian dengan manajemen yang berubah hampir setiap tahun atau pergantian manajer divisional. </span><span lang="SV">Hal ini terjadi karena PT. Greenfields masih baru sehingga manajemen dan perkembangannya belum stabil. Secara umum struktur organisasi PT. Greenfields Indonesia ditunjukkan pada Gambar 1.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><!--[if gte vml 1]&gt;-->     </p>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>HR &amp; GA Dept. Head</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Agus Salim</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Head of Dairy Farm</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Yuliantoni Queen</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>F &amp; A </span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Dept. Head</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Irmansyah</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>MA Dept. Head</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Harijanto</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>HIS Section Head</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Kristiyan Sunarsih</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Nutritionist, QA &amp; QC Dept. Head</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Alex Wibowo</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Sales Dept. Head</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Yuliantoni Queen</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Heifer Raising Dept. Head</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Din Satriawan</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Vet. Service Dept. Head</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Setiyanto</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Procurement Dept. Head</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Hendro Santoso</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Co-operation Dept. Head</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>M. Endro Widoto</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Production Dept. Head</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><span>Catur Nugroho</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<p>       <!--[if !vml]--><span style="position:relative;z-index:1;left:-61px;top:4px;width:626px;height:551px;"><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="626" height="547" /></span><!--[endif]--><span lang="SV"> </span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">KEGIATAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Manajemen Pemeliharaan Pedet</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Pendahuluan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Pada awal berdirinya PT. Greenfields Indonesia mengimpor bibit sapi perah unggul dari Australia dua kali dalam setahun. </span>Dalam upaya mengurangi ketergantungan dengan bibit sapi perah impor, maka sejak tahun 2005 perusahaan ini mulai melakukan program <em>rearing</em> atau unit pembesaran pedet untuk memenuhi peremajaan sapi betina yang tidak produktif lagi (<em>replacement</em>) dan peningkatan populasi di tingkat peternak, yang saat ini berada di bawah Departemen <em>Heifer Raising</em>. Departemen <em>Heifer Raising</em> bertanggung jawab atas pemeliharaan pedet yang baru lahir hingga menjadi induk siap melahirkan (umur kebuntingan 254 hari). Pada program ini yang paling utama adalah ketersediaan pedetnya, karena itu sapi induk yang efektif dalam reproduksi harus dipersiapkan terlebih dahulu. Dalam program pembesaran, pedet dipelihara sampai siap kawin. Sapi dara ini kemudian diinseminasi buatan (kawin suntik), lalu siap menggantikan sapi yang tidak produktif lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Pada umumnya manajer peternakan sapi perah melakukan <em>culling</em> 25-30% dari populasi yang ada. Sapi di<em>culling </em>karena berbagai alasan, umumnya : 23% karena produksi yang rendah, 13% karena masalah reproduksi, 8% karena mastitis, 28% karena adanya luka-luka, 5% karena kematian, 8% karena pemerahan, dan 15% karena posisi yang salah, ketosis dan alasan lainnya (Schmidt, <em>et. al</em>., 1988). Karena itu, diperlukan <em>replacement stock</em> yang akan menggantikan sapi-sapi yang telah di<em>culling</em>. Alternatif menyediakannya ada dua, yaitu membesarkan sendiri <em>replacement stock</em> atau membeli <em>replacement stock</em> dari peternakan lain. Membesarkan sendiri seperti yang dilakukan oleh PT. Greenfields Indonesia menurut Schmidt, <em>et. al</em>. (1988) memiliki beberapa keuntungan, yaitu :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-40.5pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 68.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Membesarkan biasanya lebih murah dibandingkan membeli heifer dengan kualitas yang sama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-40.5pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 68.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Genetik keturunannya dapat diketahui den<span lang="SV">gan pasti.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-40.5pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 68.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Kesempatan penyakit masuk dan menyebar ke dalam kelompok ternak lebih kecil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-40.5pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 68.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Perkembangan pertumbuhan dapat dibatasi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-40.5pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 68.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Umur dan musim perkawinan dapat diatur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-40.5pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 68.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pejantan yang digunakan sebagai pemacek dapat dipilih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-40.5pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 68.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pengawasan kesehatan dan program vaksinasi dapat dilakukan tepat pada waktunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Teknis Program Departemen <em>Heifer Raising</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Dalam pelaksanaan <em>rearing</em>, pedet betina dipelihara di PT. Greenfields Indonesia unit Gunung Kawi mulai dari lahir hingga lepas sapih pada umur 6 bulan untuk betina dan 4-5 bulan untuk yang jantan. </span>Pedet jantan dan betina yang telah lepas sapih dan kondisinya sehat dikirim ke Probolinggo. <span lang="SV">Pedet jantan dijual dan akan dipelihara lebih lanjut. Pedet betina dipelihara hingga berumur 14 bulan dengan bobot badan sekitar 350 kg. Sapi dara ini siap dikawinkan. Setelah umur kebuntingan ± 5 bulan, <em>heifer</em> ini dikembalikan lagi ke Gunung Kawi. Dara bunting dengan umur kebuntingan 255 hari (21 hari menjelang kelahiran) masih menjadi tanggung jawab departemen <em>Heifer Raising</em>, setelah itu menjadi tanggung jawab Departemen <em>Livestock</em> <em>(Farm).</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Prediksi dan kalkulasi dari program reproduksi PT. </span>Greenfields Indonesia adalah 150 ekor pedet/bulan. Prediksi ini bila tepat akan memenuhi target kelahiran yang ditetapkan oleh departemen <em>Heifer Raising</em>. PT. Greenfields Indonesia menetapkan <em>replacement stock</em> yang harus tersedia adalah 15-20% dari populasi induk. Persentase ini di bawah persentase optimal yaitu 30% dari populasi induk (Siregar, 1996). Persentase mortalitas yang ditoleransi pada tahun 2007 hingga saat ini adalah 3% untuk pedet berumur &lt;3 bulan dan 1% untuk yang berumur 3-6 bulan. Seleksi dilakukan pada seluruh pedet yang lahir, pedet berumur 3 bulan dan 6 bulan untuk memastikan bahwa pedet-pedet yang dipelihara memenuhi spesifikasi sebagai induk yang berkualitas.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Pemeliharaan Induk yang Akan Melahirkan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Induk yang akan melahirkan dipisahkan dari sapi betina lainnya dan ditempatkan pada kandang yang dapat diawasi dengan seksama agar dapat dibantu dengan segera bila sapi-sapi tersebut membutuhkannya. PT. Greenfields Indonesia menempatkan sapi-sapi yang akan melahirkan pada kandang khusus, yaitu kandang <em>maternity</em>. <span lang="SV">Sapi-sapi yang yang diperkirakan dua hari lagi akan melahirkan segera dipindahkan ke kandang ini. Pengecekan terhadap sapi-sapi bunting tua dilakukan setiap hari untuk menghindari terjadinya kelahiran pada kandang kelompok sapi dewasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Kandang <em>maternity</em> disebut juga kandang 2B, memiliki luas 94,8 m<sup>2</sup><span> </span>(12 m x 7,9 m) dan 47,4 m<sup>2</sup> (6 m x 7,9 m) dengan tipe <em>beach barn</em>. Kandang <em>maternity</em> merupakan kandang kelompok dengan kapasitas ???? ekor sapi dewasa yang akan melahirkan, baik dara maupun laktasi &gt;1. Alas atau <em>bedding</em> yang dipergunakan adalah <em>sawdust</em>. Kandang ini letaknya bersebelahan dengan kandang 2A, yaitu kandang kelompok yang diperuntukkan bagi pedet yang memasuki <em>weaning programme</em> (program sapih). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Pemeliharaan Pedet yang Baru Lahir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Pedet adalah anak sapi yang baru lahir hingga umur 8 bulan (AAK, 2007). Pedet yang baru lahir membutuhkan perawatan khusus, ketelitian, kecermatan dan ketekunan dibandingkan dengan pemeliharaan sapi dewasa. Pemeliharaan pedet mulai dari lahir hingga disapih merupakan bagian penting dalam kelangsungan suatu usaha peternakan sapi perah. Kesalahan dalam penanganan dan pemeliharaan pada pedet muda dengan umur 0-3 minggu dapat menyebabkan pedet mati lemas saat lahir, lemah, infeksi dan sulit dibesarkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Pedet yang baru lahir harus diletakkan pada tempat yang kering, nyaman dan bersih. Hal ini untuk menjaga agar pedet terhindar dari kontaminasi kuman penyakit. Penanganan pedet segera setelah lahir harus dilakukan untuk memastikan pedet tersebut dalam kondisi yang baik. Segera setelah lahir, lendir yang ada di ujung hidung dan moncong dibersihkan. Hal ini sesuai dengan pendapat Santoso (2002), bahwa pedet yang baru lahir perlu dibersihkan lendir atau cairan yang masih melekat pada bulu dan tubuh pedet terutama pada bagian mulut dan hidung yang bertujuan untuk memperlancar pernafasannya. Apabila pedet sulit bernafas maka pedet ditolong menggunakan nafas buatan dengan cara mengangkat kedua kaki belakang dan membiarkan kepala ke bawah, kemudian dibalik. Perlakuan ini sesuai dengan pendapat Syarief dan Sumoprastowo (1990). Nafas buatan dapat dilakukan juga dengan cara membaringkan pedet, kemudian dilakukan <em>massage</em> (pijat) sampai pada anggota kaki. Cara lain untuk menolong pedet yang kesulitan bernafas adalah dengan menyiram pedet menggunakan air dingin atau menarik lidahnya agar bernafas dengan normal (AAK, 2007). </span>Akan tetapi, kedua hal ini tidak dilakukan di PT. Greenfields Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Penanganan selanjutnya yaitu memeriksa kondisi tubuh pedet apakah normal, cacat atau lemah serta jenis kelaminnya jantan atau betina. <span lang="SV">Pedet berkelamin jantan diberi <em>eartag</em> berwarna oranye sedangkan betina berwarna biru. Pada kondisi cuaca yang dingin, pedet yang baru lahir dikeringkan dengan lap bersih disertai dengan menggosok kulitnya atau induknya diberikan kesempatan untuk menjilatinya agar pedet tersebut tidak kedinginan. Menurut Syarief dan Sumoprastowo (1990), gosokan atau jilatan pada kulit pedet merangsang peredaran darah pada permukaan kulit sehingga badan anak sapi menjadi hangat. Setelah itu berikan iodine 7% dengan <em>spray </em>(semprot) atau <em>dipping</em> (celup) pada naval (tali pusar) dan diberi alat <em>umbilical klem</em> dengan jarak ± 5 cm dari tubuh untuk menutup jalan masuk bakteri melalui tali dan memutuskannya di kemudian hari bila sudah mengering (Schmidt, <em>et. al.,</em> 1988). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Pedet yang sehat mulai dapat berdiri dan berjalan untuk menyusu kepada induknya setelah 30-60 menit sesudah lahir (Syarief dan Sumoprastowo, 1990). Pedet yang baru lahir diberikan kolostrum sebanyak tiga liter dari pemerahan pertama setelah induk melahirkan. Pemberiannya dilakukan satu jam setelah lahir menggunakan dot susu. Perlakuan ini didukung oleh pendapat Blakely dan Bade (1998), yang menyatakan bahwa satu jam setelah lahir pedet harus mendapat kolostrum sebanyak dua kg. Pedet yang baru lahir hanya diberikan kesempatan bersama dengan induknya selama satu jam, kemudian segera dipisahkan. Hal ini tidak sesuai dengan pendapat AAK (2007) yang menyatakan pedet yang baru lahir lebih baik dibiarkan bersama induknya selama 24-36 jam untuk memberikan kesempatan memperoleh susu pertama. Bila lebih dari dua hari pedet dapat terkena “salah cerna”. Namun, pedet yang kondisinya masih lemah dapat dibiarkan bersama induknya sampai berumur lebih dari tiga hari (Syarief dan Sumoprastowo, 1990). Pedet yang telah dipisah dari induknya ditempatkan pada kandang individual. Jika kandang individual tidak mencukupi, maka kandang kelompok yang dibagi dua menjadi alternatif pilihan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Prosedur Serah Terima Pedet</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Pedet yang baru lahir merupakan tanggung jawab Departemen <em>Veteriner Service</em> sampai 1 jam setelah kelahiran. Setelah itu pedet dipisahkan dari induknya dan menjadi tanggung jawab Departemen <em>Heifer Raising</em> hingga dara bunting. Pengiriman pedet dilakukan oleh kedua belah pihak yang disertai dengan surat bukti pengiriman pedet. Surat bukti ini memuat informasi nomor induk pedet, jam kelahiran, bobot lahir, jenis kelamin dan kondisi pedet (Lampiran ???). Seluruh data tersebut akan masuk ke bagian HIS. Enam jam setelah kelahiran, pedet yang telah menjadi tanggung jawab Departemen <em>Heifer Raising</em> akan diamati kondisinya. Kondisi umum pedet yang diamati, yaitu lemah (LM), membran tali pusar putus total (TPPT), pendarahan tali pusar (PTP), abnormalitas temporer (ABT), cacat permanen (CP) dan gangguan lain (GL).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Kolostrum</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Kolostrum adalah sekresi dari kelenjar susu (<em>mammary gland</em>) 24 jam pertama setelah melahirkan (Jim, 2001). <span lang="SV">Kolostrum sangat berbeda dengan susu biasa dalam hal kandungan, sifat fisik dan fungsinya. Susu transisi adalah sekresi dari kelenjar susu dari 24 sampai 72 jam setelah melahirkan. Kolostrum juga berbeda dengan susu transisi. Kolostrum mengandung vitamin A, B, D, mineral, kadar lemak yang tinggi dan antibodi (Syarief dan Sumoprastowo, 1990). Kolostrum juga mengandung lebih banyak bahan kering dan protein. Antibodi dalam kolostrum dikenal dengan immunoglobulin, yang menyediakan kekebalan pasif bagi pedet. Karena itu, immunoglobulin sangat penting terutama 24 jam setelah pedet dilahirkan. Tabel 1 menampilkan perbedaan kandungan kolostrum, susu transisi dan susu biasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:200%;">Tabel 1. Komposisi Kolostrum, Susu Transisi dan Susu Biasa Pada Sapi</p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:5.4pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:90pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" rowspan="3" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Komposisi   Susu</span></strong></p>
</td>
<td style="width:306pt;border:1pt medium medium solid none none windowtext 0 0;padding:0 5.4pt;" colspan="5" width="408">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Pemerahan   ke -</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">1</span></strong></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:54pt;padding:0 5.4pt;" width="72">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">2</span></strong></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:51.4pt;padding:0 5.4pt;" width="69">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">3</span></strong></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:56.6pt;padding:0 5.4pt;" width="75">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">5</span></strong></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">11</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:72pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Kolostrum</span></strong></p>
</td>
<td style="width:162pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" colspan="3" width="216">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Susu   Transisi</span></strong></p>
</td>
<td style="width:72pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Susu Biasa</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:90pt;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:10pt;">Specific   Gravity</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">1.056</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:54pt;padding:0 5.4pt;" width="72">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">1.040</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:51.4pt;padding:0 5.4pt;" width="69">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">1.035</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:56.6pt;padding:0 5.4pt;" width="75">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">1.033</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">1.032</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:90pt;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:10pt;">Bahan   Kering (%)</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">23.9</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:54pt;padding:0 5.4pt;" width="72">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">17.9</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:51.4pt;padding:0 5.4pt;" width="69">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">14.1</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:56.6pt;padding:0 5.4pt;" width="75">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">13.6</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">12.9</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:90pt;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:10pt;">Protein (%)</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">14.0</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:54pt;padding:0 5.4pt;" width="72">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">8.4</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:51.4pt;padding:0 5.4pt;" width="69">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">5.1</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:56.6pt;padding:0 5.4pt;" width="75">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">4.1</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">3.1</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:90pt;padding:0 5.4pt;" width="120" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"><span> </span>Casein (%)</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">4.8</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:54pt;padding:0 5.4pt;" width="72">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">4.3</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:51.4pt;padding:0 5.4pt;" width="69">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">3.8</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:56.6pt;padding:0 5.4pt;" width="75">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">2.9</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">2.5</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:90pt;padding:0 5.4pt;" width="120" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"><span> </span>IgG (g/L)</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">48</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:54pt;padding:0 5.4pt;" width="72">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">25</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:51.4pt;padding:0 5.4pt;" width="69">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">15</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:56.6pt;padding:0 5.4pt;" width="75">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">0.1</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">0.6</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:90pt;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:10pt;">Lemak   (%)</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">6.7</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:54pt;padding:0 5.4pt;" width="72">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">5.4</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:51.4pt;padding:0 5.4pt;" width="69">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">3.9</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:56.6pt;padding:0 5.4pt;" width="75">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">4.3</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">3.5</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:90pt;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:10pt;">Laktosa   (%)</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">2.7</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:54pt;padding:0 5.4pt;" width="72">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">3.9</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:51.4pt;padding:0 5.4pt;" width="69">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">4.4</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:56.6pt;padding:0 5.4pt;" width="75">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">4.7</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">5.0</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:10pt;">Mineral   (%)</span></p>
</td>
<td style="width:72pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">1.11</span></p>
</td>
<td style="width:54pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="72">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">0.95</span></p>
</td>
<td style="width:51.4pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="69">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">0.87</span></p>
</td>
<td style="width:56.6pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="75">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">0.81</span></p>
</td>
<td style="width:72pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">0.74</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:200%;"><span style="font-size:10pt;line-height:200%;">Sumber : J. W. Crowley, N. A. Jorgensen dan W. T. Howard,  1993, Wis. Ext. Bull. A1485</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Peternakan ini memberikan kolostrum kepada pedet-pedet yang baru lahir 1 jam setelah lahir, kemudian 6 jam setelah pemberian pertama dan 6 jam setelah pemberian kedua masing-masing sebanyak 3 liter. Tujuan pemberian kolostrum segera sesudah lahir adalah (Syarief dan Sumoprastowo, 1990) :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Menggertak alat-alat pencernaan pedet supaya mengeluarkan kotoran pertama yang disebut “tahi gagak”. Bila dalam 2 jam setelah pemberian kolostrum pedet tidak mengeluarkan kotoran, perlu dibantu dengan menyemprotkan campuran sabun dengan air hangat melalui anusnya. “Tahi gagak” yang tidak keluar menyebabkan kondisi pedet buruk, nafsu minum susu rendah dan lesu. Hal ini belum pernah terjadi dalam manajeman peternakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Menggertak ambing untuk mulai berfungsi karena adanya rangsangan yang menyenangkan dari pedet yang menyusu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pedet mendapat antibodi dari air susu induknya. Kolostrum merupakan makanan yang bergizi tinggi sehingga dikatakan sebagai nutrisi primer bagi pedet. Kandungan laktosa yang rendah merupakan indikasi bahwa kolostrum dapat mencegah diare pada pedet muda. Sebelum menyusu, ambing hendaknya dibersihkan dahulu dengan air hangat. Lebih baik lagi dicampur dengan larutan<span> </span>kaporit untuk mencegah terjadinya infeksi pada pedet yang baru lahir dan mencegah terjadinya mastitis pada ambing induk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Kondisi kolostrum yang bagus adalah lebih kental dan berwarna putih kekuningan seperti krim. Kolostrum yang akan diberikan kepada pedet terlebih dahulu diperiksa kualitasnya dengan cara mengukur kadar immunoglobulin (IgG) dengan alat yang disebut kolostrometer. Pada kolostrometer terdapat tiga daerah berwarna. Kolostrum yang mengenai daerah berwarna merah tidak boleh diberi kepada pedet, karena kadar IgG nya sangat rendah. Cara pengukuran kadar IgG kolostrum dapat dilihat pada Gambar ?. Menurut Jim (2001) pengukuran kadar IgG kolostrum dengan kolostrometer akan memberi hasil optimal pada saat temperatur kolostrum 22<sup>o</sup>C. </span><span lang="FI">Hal serupa dilakukan juga oleh perusahaan peternakan ini. Kelebihan kolostrum disimpan dalam lemari es untuk digunakan pada saat kekurangan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Sistem Perkandangan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Kandang merupakan tempat tinggal ternak setiap hari yang harus memberi kenyamanan, keamanan dan kesehatan bagi ternak serta mempermudah tatalaksana pemeliharaan ternak bagi peternak (AAK, 2007). Keberhasilan suatu usaha peternakan ditentukan juga olah perkandangan yang memenuhi persyaratan. Oleh karena itu, kandang yang dipakai dalam manajemen pemeliharaan pedet harus benar-benar diperhatikan desain dan tujuan penggunaannya. <span lang="SV">Sistem kandang yang dipergunakan dalam peternakan ini ada dua macam, yaitu kandang sistem individual dan kandang sistem kelompok.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Kandang sistem individual</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Kandang sistem <span lang="IN">ind</span><span lang="IN">ividual disebut juga <em>box stall</em>, yaitu kandang berukuran kecil yang dibuat terpisah satu dengan yang lainnya. <em>Box stall</em> merupakan tempat untuk pedet sejak lahir hingga berumur 4 bulan (Syarief dan Sumoprastowo, 1990). Keuntungan dari kandang sistem individual adalah </span><span lang="SV">(Schmidt, Vleck dan Hutjens, 1988) </span><span lang="IN">:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemberian pakan dan minum setiap individu dapat dipantau dengan jelas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Perkembangan setiap individu dapat terawasi lebih baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Penyebaran penyakit dapat dicegah dan diperkecil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Kerugiannya adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Membutuhkan lahan yang cukup luas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Membutuhkan tenaga kerja dan waktu yang lebih banyak untuk memberikan minum, pakan, cek dan <em>treatment</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Kandang sistem individual yang dipakai pada PT. Greenfields Indonesia ada 2 macam, yaitu untuk umur 0-5 hari dan untuk umur 0-3 bulan (disebut kandang SH 1/<em>Super Hutch</em> 1).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Kandang sistem individual untuk pedet berumur 0-5 hari tidak memenuhi syarat. Hal ini disebabkan oleh jumlah <em>box stall</em> yang sangat kurang. <em>Box stall</em> yang tersedia hanya 25 buah, sementara kelahiran setiap bulannya ± 120 ekor. Jadi, apabila box stall sudah terisi seluruhnya maka alternatifnya adalah kandang sistem kelompok yang dibagi 2 bagian. Akibat dari kekurangan ini adalah tidak adanya istirahat kandang yang sangat penting untuk menjaga kehigienisan lingkungan kandang. Kandang sistem individual ini memilliki ukuran p x l x t : 1,5 m x 0,75 m x 0,7 m. Kandang terbuat dari besi dan <em>bedding</em> yang dipergunakan adalah jerami rumput. <em>Bedding</em> adalah alas lantai kandang yang berasal dari sebuk gergaji, jerami yang dicincang ataupun bahan lainnya (AAK, 2007). Siregar (1996) menyatakan bahwa ukuran kandang sistem individual untuk pedet adalah<span> </span>p x l x t : 2 m x 1,2 m x 1 m. Kandang sistem individual yang hangat terbuat dari kayu. Kehangatan dibutuhkan oleh pedet untuk kesehatannya (Syarief dan Sumoprastowo, 1990). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Kandang sistem individual SH1 berjumlah 52 unit, tetapi yang dipergunakan hanya 18 unit karena terjadi kerusakan. Kandang SH1 terbuat dari kayu dengan ukuran p x l x t : 2,45 m x 1,2 m x 1,3 m. Kandang SH1 sudah memenuhi syarat dalam hal umur penggunaan dan bahannya, namun ukurannya belum memenuhi syarat. Dengan demikian sistem perkandangan indiviual yang ada di PT. Greenfields Indonesia belum memenuhi syarat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kandang sistem kelompok</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Kandang sistem kelompok memiliki keuntungan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tidak membutuhkan lahan yang luas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mudah melakukan pemberian pakan dan minum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mudah dalam melakukan <em>treatment</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Kerugiannya adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sulit untuk mengontrol jumlah pakan dan minum yang dikonsumsi setiap individu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kesulitan untk mengontrol dan mencegah penyebaran penyakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Pen yang akan dipakai untuk pedet yang baru lahir disiapkan terlebih dahulu dengan cara : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Sawdust</span></em><span lang="IN"> dari pemakaian yang lama dibersihkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Alas tanah dan pasir didesinfeksi dengan semprotan Long Life 250s.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Taburkan kapur gamping sebanyak 5 kg/pen.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Diamkan dan istirahatkan selama 1 minggu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pasang <em>sawdust</em> dan jerami rumput yang bersih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Kandang sistem kelompok untuk pedet yang baru lahir dibagi menjadi 2 bagian setiap pen nya. Ukuran setiap pen adalah p x l : 7,35 m x 6 m. Setiap pen diisi oleh 12-14 ekor pedet. Pedet akan terus dipelihara hingga berumur 1 bulan. Kelompok pedet ini disebut SH2 (<em>Super Hutch</em> 2). Menurut AAK (2007) pedet yang berumur ≥ 1 bulan yang dipelihara dalam kandang sistem kelompok membutuhkan luasan 1m<sup>2</sup>/ekor dengan <span> </span>kapasitas 4 ekor/kelompok. Ukuran kandang tersebut sudah memenuhi syarat, tetapi kapasitas dalam tiap pen masih terlalu besar dan belum memenuhi syarat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Alas atau <em>bedding</em> yang dipakai untuk pedet berumur 0-1 minggu adalah <em>sawdust</em> (serbuk gergaji) pada ¼ bagian depan dan jerami rumput pada ¾ bagian sisanya. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa <em>sawdust </em>cepat menyerap cairan sehingga bagian depan yang banyak digunakan untuk aktifitas pemberian susu tetap terjaga kekeringannya serta <em>sawdust</em> lebih mudah dalam pencegahan pinjal. Sedangkan pemakaian jerami untuk mencegah banyaknya debu yang beterbangan di sekitar kandang pedet yang dapat mengakibatkan pneumonia. Setelah itu, alas yang dipakai secara keseluruhan adalah <em>sawdust </em>hingga berumur 1 bulan. <em>Sawdust</em> akan diganti setelah terlihat kotor, yaitu ± 4 minggu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Pedet yang tergolong SH1 (1-3 bulan) yang dipelihara secara kelompok, ditempatkan di kandang 2A yang bersebelahan dengan kandang melahirkan. Jumlahnya 12 pen dengan kapasitas/pen 12-14 ekor dan ukuran p x l : 7,9 m x 6 m. Ukuran tersebut sudah memenuhi syarat karena luasan yang dibutuhkan per ekor pedet berumur 8-12 minggu adalah 1,5m<sup>2</sup>/ekor (AAK, 2007). Pedet yang berumur 3-6 bulan disebut SH0. Pedet-pedet ini dipelihara terpisah dari kelompok pedet muda karena telah lepas sapih. Jumlahnya 10 pen dengan kapasitas setiap pen 12-15 ekor dan ukuran p x l : 13,15 m x 7 m. <em>Bedding</em> yang digunakan pada kandang SH1 dan SH0 adalah pasir. <em>Bedding</em> dibersihkan dan diratakan sekali sehari pada pagi hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Manajemen Pemberian Pakan dan <em>Weaning Programme</em> (Program Sapih)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">a. Pemberian susu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Pedet yang baru lahir diberi kolostrum seperti yang telah diuraikan di atas. Setelah pemberian kolostrum dilanjutkan dengan pemberian susu <em>fresh</em> dan susu biasa hingga lepas sapih. Perbandingan jumlah penberian susu <em>fresh</em> dan susu biasa dapat dilihat pada tabel ?.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">Tabel <span> </span>?. Program pemberian susu pada pedet sapi perah umur 1-6 hari</span></strong></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;margin-left:5.4pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:90pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" rowspan="2" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Hari</span></strong></p>
</td>
<td style="width:306pt;border:1pt medium medium solid none none windowtext 0 0;padding:0 5.4pt;" colspan="2" width="408">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Pemberian   Susu</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:153pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="204">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Pagi</span></strong></p>
</td>
<td style="width:153pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="204">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">Sore</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:90pt;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">1</span></strong></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:153pt;padding:0 5.4pt;" width="204">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">100% Fresh</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:153pt;padding:0 5.4pt;" width="204">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">100% Fresh</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:90pt;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">2</span></strong></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:153pt;padding:0 5.4pt;" width="204">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">10% Susu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">90% Fresh</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:153pt;padding:0 5.4pt;" width="204">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">20% Susu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">80% Fresh</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:90pt;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">3</span></strong></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:153pt;padding:0 5.4pt;" width="204">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">30% Susu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">70% Fresh</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:153pt;padding:0 5.4pt;" width="204">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">40% Susu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">60% Fresh</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:90pt;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">4</span></strong></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:153pt;padding:0 5.4pt;" width="204">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">50% Susu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">50% Fresh</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:153pt;padding:0 5.4pt;" width="204">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">60% Susu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">40% Fresh</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:90pt;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">5</span></strong></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:153pt;padding:0 5.4pt;" width="204">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">70% Susu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">30% Fresh</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:153pt;padding:0 5.4pt;" width="204">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">80% Susu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">20% Fresh</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;">6</span></strong></p>
</td>
<td style="width:153pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="204">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">90% Susu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">10% Fresh</span></p>
</td>
<td style="width:153pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="204">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;">100% Susu</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Sumber : Departemen <em>Heifer Raising</em> PT. Greenfields Indonesia, 2008</span><span lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Keterangan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-9pt;margin:0 0 6pt 9pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Susu <em>fresh</em> adalah susu yang berasal dari induk-induk yang baru melahirkan hingga 5 hari setelah melahirkan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-9pt;margin:0 0 6pt 9pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Susu biasa adalah susu yang berasal dari sapi-sapi sakit yang tidak menjalani treatment dan treatment yang tidak mengandung antibiotik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Susu yang diberikan kepada pedet harus pada suhu 35<sup>0</sup>-40<sup>0</sup>C. Hal ini sesuai dengan pendapat Blakely dan Bade (1991) yang menyatakan bahwa susu atau pengganti susu harus diberikan dengan suhu yang sama dengan suhu susu yang berasal dari ambing induknya, yaitu 35-38<sup>0</sup>C. <em>Calf Milk Replacer</em> (CMR) atau susu pengganti merupakan alternatif apabila terjadi kekurangan susu. Pemberiannya lebih diutamakan untuk sapi-sapi berumur &gt; 15 hari. Susu pengganti yang dipakai oleh PT. Greenfields Indonesia adalah <em>Calvolac</em> dengan perbandingan CMR : air hangat adalah 1 kg : 8 liter.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Pemberian susu dilakukan 2 kali, yaitu pagi dan sore hari sebanyak 3 liter/ekor tiap pemberian dengan menggunakan milk bar. Pedet-pedet yang belum mengerti diberi dengan menggunakan dot sambil dilatih agar terbiasa menggunakan <em>milk bar</em>. Caranya dengan membasahi tangan dengan susu, masukkan ke dalam mulutnya lalu dengan perlahan-lahan pedet didekatkan pada <em>nipple milk bar</em> dan lepaskan tangan dari mulut pedet. Melatih pedet minum susu dengan cara seperti tersebut sesuai dengan pendapat Syarief dan Sumoprastowo (1990).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Pada saat pemberian susu yang perlu diperhatikan adalah (Departemen <em>Heifer Raising</em> PT. Greenfields Indonesia, 2007) :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Peralatan yang dipakai untuk minum susu harus selalu bersih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Susu yang diberikan harus dalam kondisi hangat-hangat kuku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Perhatikan setiap individu, awasi pedet yang terlihat lemah dan sakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Lakukan desinfeksi dengan menyemprot iodosep pada tali pusar setiap pedet yang belum kering dan putus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pastikan setiap pedet meminum susu dengan cukup.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Setelah pemberian susu selesai, seluruh peralatan dibersihkan dengan menggunakan desinfeksi tipol dan air hangat kemudian bilas dan keringkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">b. Pemberian konsentrat dan hijauan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Pedet mulai diperkenalkan dengan konsentrat pada umur 1 minggu dan hijauan pada umur 10 hari. Konsentrat yang diberikan adalah <em>calf 1</em>, sedangkan hijauannya adalah <em>star grass</em> yang telah dikeringkan dalam bentuk jerami. Pakan calf 1 yang diberikan merupakan campuran konsentrat dan molases dengan perbandingan 5 kg : 1 liter. Air minum diberikan secara <em>ad libitum</em> dan selalu tersedia dalam keadaan bersih. Syarief dan Sumoprastowo (1990) menyatakan bahwa air minum sebaiknya dilakukan secara <em>ad libitum</em>. Air minum diganti dan tempatnya dicuci setiap 2 kali dalam sehari, yaitu pagi dan sore hari. Konsentrat dan hijauan tersedia setiap saat dan selalu diberikan dalam keadaan <em>fresh</em> atau baru. Hal ini sesuai dengan pendapat Blakely dan Bade (1991) yang mengungkapkan pakan starter dan jerami kualitas tinggi mulai diberikan pada umur 7 hari dan harus tersedia setiap saat dalam keadaan segar. Demikian halnya dengan air minum harus tersedia dalam keadaan segar dan bersih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Pedet yang berumur 3 bulan mulai diberikan pakan <em>calf 2</em> secara bertahap. Pemberian pakan akan terus dilanjutkan kepada pakan <em>calf 3</em>. Pakan <em>calf 3</em> diberikan kepada pedet betina pada umur 4 bulan dan pedet jantan pada umur 5 bulan. Setiap kali penggantian pakan selalu dilakukan secara bertahap selama 1 minggu hingga menjadi pakan <em>calf 2</em> penuh atau <em>calf 3</em> penuh. Tahapan penyesuaiannya sama dengan proses transisi susu <em>fresh</em> kepada susu biasa. Penggantian pakan tidak dilakukan secara mendadak, karena dapat menyebabkan <em>stress</em> dan penurunan <em>intake</em> pedet.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Weaning Programme </span></em><span lang="IN">(Program Sapih)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Menyapih berarti menghentikan pemberian susu yang berasal dari induk sendir atau pun dari induk lain. Tujuan penyapihan adalah untuk menghemat biaya pembesaran pedet dan meningkatkan volume susu yang dijual (AAK, 2007).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Syarat untuk pedet boleh masuk dalam <em>weaning programme </em>adalah <span> </span>(Departemen <em>Heifer Raising</em> PT. Greenfields Indonesia, 2007) :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pedet berumur ≥ 75 hari atau 2,5 bulan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Bobot badan pedet ≥ 90 kg.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Konsumsi pakan <em>calf 1</em> mencapai 1-1,5 kg/ek/hari. Menurut Blakely dan Bade (1991), salah satu syarat pedet dapat disapih adalah konsumsi pakan starter harus mencapai 0,75-1 kg/ek/hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kondisi fisik pedet secara keseluruhan sehat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Pemberian susu akan dikurangi secara bertahap seiring dengan penambahan kuantitas konsentrat dan hijauan. Hal serupa juga diungkapkan oleh Siregar (1996), bahwa pemberian susu pada pedet harus berangsur-angsur dikurangi sampai pedet disapih. Pemberian susu kepada pedet yang berumur 2 bulan mulai dikurangi, sedangkan jumlah konsentrat dan hijauan akan terus ditingkatkan hingga pedet lepas sapih pada umur 3 bulan. Pada umumnya penyapihan pedet sapi perah dilakukan pada umur 3-4 bulan dengan mempertimbangkan kondisi pedet. Pedet yang kecil dan lemah dapat ditunda penyapihannya hingga umur <span> </span>4 bulan (AAK, 2007). Menurut Santoso (2002), penyapihan pada pedet juga perlu mempertimbangkan kondisi dan umur pedet, sebab saluran alat pencernaannya berbeda dengan sapi dewasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Pakan yang diberikan kepada pedet akan terus meningkat kepada <em>calf 2</em> dan <em>calf 3</em> hingga pedet tersebut dikirim ke Probolinggo. Pedet yang telah melewati <em>weaning programme</em> akan dipelihara lebih lanjut pada kandang terpisah selama 2-3 bulan lagi sebelum dikirim ke Probolinggo. Pedet betina akan dipelihara lebih lanjut, sedangkan pedet jantan dijual untuk digemukkan. Tabel ?. merupakan pedoman pemberian susu dan pakan pedet.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:200%;" align="center"><strong><span lang="IN">Tabel ?. Pedoman Pemberian Susu dan Pakan Pedet Hingga Lepas Sapih</span></strong></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;margin-left:5.4pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:90.05pt;border:1pt 1pt medium medium solid solid none none windowtext windowtext 0 0;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">Umur (hari)</span></strong></p>
</td>
<td style="width:38.3pt;border:1pt medium medium solid none none windowtext 0 0;padding:0 5.4pt;" width="51">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">1-14</span></p>
</td>
<td style="width:39.15pt;border:1pt medium medium solid none none windowtext 0 0;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">15-25</span></p>
</td>
<td style="width:39.15pt;border:1pt medium medium solid none none windowtext 0 0;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">26-36</span></p>
</td>
<td style="width:39.15pt;border:1pt medium medium solid none none windowtext 0 0;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">37-47</span></p>
</td>
<td style="width:39.15pt;border:1pt medium medium solid none none windowtext 0 0;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">48-58</span></p>
</td>
<td style="width:39.15pt;border:1pt medium medium solid none none windowtext 0 0;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">59-69</span></p>
</td>
<td style="width:35.9pt;border:1pt medium medium solid none none windowtext 0 0;padding:0 5.4pt;" width="48">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">70-80</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:1pt medium medium solid none none windowtext 0 0;padding:0 5.4pt;" width="48">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">81-90</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90.05pt;border:medium 1pt medium medium none solid none none 0 windowtext 0 0;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">Susu (ltr/ek/hr)</span></strong></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:38.3pt;padding:0 5.4pt;" width="51">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">4-6</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:39.15pt;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">6</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:39.15pt;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">6</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:39.15pt;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">6</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:39.15pt;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">6</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:39.15pt;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">5</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:35.9pt;padding:0 5.4pt;" width="48">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">4</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:36pt;padding:0 5.4pt;" width="48">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">2</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90.05pt;border:medium 1pt medium medium none solid none none 0 windowtext 0 0;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">Konsentrat (kg/ek/hr)</span></strong></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:38.3pt;padding:0 5.4pt;" width="51">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">0,050</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:39.15pt;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">0,075</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:39.15pt;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">0,125</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:39.15pt;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">0,250</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:39.15pt;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">0,250</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:39.15pt;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">0,500</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:35.9pt;padding:0 5.4pt;" width="48">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">0,800</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:36pt;padding:0 5.4pt;" width="48">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">1,000</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:90.05pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">Hijauan (kg/ek/hr)</span></strong></p>
</td>
<td style="width:38.3pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="51">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN"> </span></p>
</td>
<td style="width:39.15pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">ad lib</span></em></p>
</td>
<td style="width:39.15pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">ad lib</span></em></p>
</td>
<td style="width:39.15pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">ad lib</span></em></p>
</td>
<td style="width:39.15pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">ad lib</span></em></p>
</td>
<td style="width:39.15pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="52">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">ad lib</span></em></p>
</td>
<td style="width:35.9pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="48">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">ad lib</span></em></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="48">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">ad lib</span></em></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Sumber : Departemen <em>Heifer Raising</em> PT. Greenfields Indonesia, 2008</span><span lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Keterangan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-size:10pt;" lang="IN">Ad lib = ad libitum</span></em><span style="font-size:10pt;" lang="IN"> (tidak terbatas)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Perlakuan Pemeliharaan Pada Pedet Jantan dan Betina</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Penimbangan Bobot Badan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Penimbangan bobot badan tidak dilakukan setiap bulan secara teratur. Penimbangan bobot badan dilakukan hanya pada umur 0 hari (lahir), umur ± 3 bulan (lepas sapih) dan umur 4-5 bulan (dikirim ke Probolinggo). Penimbangan seperti ini dilakukan dengan alasan untuk mengefisienkan tenaga, waktu dan kegiatan karena aktifitas Departemen <em>Heifer Raising</em> cukup padat. Penimbangan dilakukan dengan menggunakan alat timbang digital dengan model kandang jepit untuk memudahkan penimbangan dan penanganan pedet-pedet yang nakal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Penimbangan menunjukkan pertambahan bobot badan. <span> </span>Pertambahan bobot badan merupakan variabel yang digunakan untuk menyatakan pertumbuhan dalam waktu tertentu yang dilakukan dengan penimbangan berulang-ulang dan ditunjukkan dengan kenaikan bobot badan setiap hari, setiap minggu atau waktu lainnya (Tilman, dkk., 1990). Bobot lahir rata-rata di PT. Greenfields Indonesia adalah 35 kg. Bobot lahir di PT. Greenfields Indonesia dibagi menjadi <em>large size</em> dan <em>small size</em>. Menurut Syarief dan Sumoprastowo (1990), bobot lahir pedet normal adalah lebih dari 20 kg. Pertambahan bobot badan untuk <em>large size</em> (bobot lahir &gt; 39 kg) adalah 0,8-1 kg/hari, sedangkan untuk <em>small size</em> (bobot lahir &lt; 39 kg) adalah 0,7-0,8 kg/hari. Pertambahan bobot badan tersebut sudah ideal, karena enurut Diggins, Bundy dan Christensen (1994), pertambahan bobot badan yang ideal adalah 0,50-0,68 kg/hari untuk umur 1-8 bulan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Identifikasi atau pemberian tanda pengenal </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Identitas ternak adalah pemberian tanda atau nomor pada ternak, dapat berupa eartag, tatoo dan kalung (Peraturan Menteri Pertanian No. 55/Permentan/OT.140/10/2006 dalam Pedoman Pembibitan Sapi Perah yang Baik).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Maksud pemberian tanda pengenal sejak masih pedet adalah (AAK, 2007) :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mempermudah pelaksanaan seleksi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mempermudah rekording (pencatatan).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mempermudah melakukan tata laksana: perkawinan, pemberian makanan, dan lain sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Menurut AAK (2007) tanda pengenal yang dapat digunakan adalah <em>eartag</em>, kerat (<em>ear-notching</em>), <em>ear-tatooing</em> dan peneng.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Eartag</span></em><span lang="IN"> merupakan tanda pengenal berupa anting yang berasal dari bahan plastik atau logam yang berisi angka atau huruf sebagai kode dan dipasang pada telinga. Keuntungan dari penggunaan <em>eartag</em> adalah mencegah terjadinya kesalahan atau tertukarnya nomor penandaan yang satu dengan sapi yang lainnya (Santoso, 2003)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Ear-notching</span></em><span lang="IN"> adalah tanda pengenal pada telinga yang dipasang dengan cara melukai atau mengerat bagian tepi telinga. Setiap keratan memililki arti dengan kode tertentu seperti nomor.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Ear-tatooing </span></em><span lang="IN">adalah tanda pengenal dengan cara melukai bagian kulit, baik pada telinga, pantat ataupun bagian lainnya. Alat yang digunakan dirancang khusus, bentuknya seperti tang yang jepitannya seperti stempel jarum kecil. Alat ini dirangkai seperti bentuk angka atau huruf, sehingga alat tersebut dapat mencetak angka atau huruf seperti yang diinginkan peternak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Peneng adalah tanda pengenal dari logam atau kulit yang dikaitkan dengan tali atau rantai dan dipasang pada leher sapi. Pada peneng dapat dituliskan kode berupa huruf atau angka, sehingga peternak dengan mudah mengenali sapi yang satu dengan lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Pemberian tanda di PT. Greenfiellds Indonesia dilakukan segera setelah lahir sebelum dipisahkan dari induknya dengan menggunakan <em>eartag</em>. Hal ini tidak sesuai dengan pendapat Syarief dan Sumoprastowo (1990) yang menyatakan tanda diberikan sebelum dipisahkan dari induk, yaitu pada umur 2-3 hari. Pemasangan <em>eartag</em> dilakukan dengan membersihkan daun telinga pedet terlebih dahulu dan menyemprotnya dengan iodosep, lalu memasang <em>ear-tag</em> dan meyemprotnya kembali dengan iodosep sebagai desinfektan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Dehorning </span></em><span lang="IN">(Pemotongan Tanduk)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Dehorning</span></em><span lang="IN"> berarti meniadakan atau mematikan calon tanduk sebelum tumbuh memanjang atau memotong tanduk yang sudah terlanjur tumbuh panjang (AAK, 2007). Tujuan <em>dehorning</em> adalah (Syarief dan Sumoprastowo, 1990) :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Menghemat ruangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kandang dan peralatan<span> </span>lebih awet.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mengurangi bahaya yang mungkin terjadi pada peternak dan memberi kemudahan dalam menangani dan memelihara ternak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mengurangi kemungkinan terjadinya penandukan terhadap sesama ternak yang mengakibatkan kerusakan kulit atau luka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">PT. Greenfields Indonesia melakukan <em>dehorning</em> pada saat pedet berumur 1 bulan dengan menggunakan besi panas. Hal ini didukung oleh pendapat Schmidt, Vleck dan Hutjens (1988) yang menyatakan <em>dehorning</em> biasanya dilakukan pada pedet berumur 2-4 minggu. AAK (2007) menyebutkan tiga cara untuk melakukan dehorning, yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dehorning dengan bahan kimia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Bahan kimia yang biasa dipakai adalah caustic-soda/soda api/natrium hidroksida (NaOH) dalam bentuk pasta atau batangan seperti lilin. Cara ini paling bagus dilakukan pada pedet yang berumur 3-10 hari. Peternak yang akan melakukan harus memakai sarung tangan dari karet untuk menjaga kulit tangan. Sebelum mengoles soda api, bulu di sekitar calon tanduk harus digunting dan dibersihkan. Bagian yang sudah bersih diolesi vaselin agar soda api yang akan dioleskan pada dasar calon tanduk tidak mengalir ke bagian lainyang berbahaya, seperti mata. Selanjutnya dasar calon tanduk digosok dengan soda api hingga muncul bintik-bintik darah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dehorning dengan besi yang dipanaskan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Dehorning dengan besi panas dilakukan pada pedet berumur 1 bulan. Besi yang digunakan dirancang secara khusus sehingga bila alat tersebut dipanaskan dengan listrik atau sumber panas lainnya dapat dipakai untuk mematikan/menghilangkan tanduk. Caranya adalah dengan menempelkan besi panas pada tunas tanduk. PT. Greenfields Indonesia memilih cara ini untuk melakukan dehorning. Pedet yang akan dipotong tanduknya dimasukkan ke dalam kandang jepit kecil lalu diberi suntikan obat bius (Lidocain HCl) pada bagian syaraf tunas tanduk (dekat mata) untuk mengurangi rasa sakit. Setelah itu besi yang telah dipanaskan ditempelkan pada tunas tanduk hingga terlepas. Kemudian semprot dengan “Limoxin-25 spray”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dehorning dengan gergaji</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Dehorning dengan gergaji merupakan salah satu cara yang paling mudah.Dehorning dengan gergaji hanya dilakukan pada sapi-sapi dewasa yang tanduknya sudah keras dan memanjang. Gergaji yang digunakan harus bergigi halus dan tajam. Pemotongan yang dilakkukan dengan cara menyisakan pangkal tanduk 1-2 cm.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kastrasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Kastrasi adalah usaha mematikan sel kelamin dengan jalan operasi dan mengikat atau memutus saluran sperma ataupun memasukkan bahan kimia dengan cara injeksi agar alat reproduksi tidak berfungsi (AAK, 2007). Sapi-sapi yang tidak terpilih sebagai calon bibit dalam suatu kelompok langsung dikastrasi. Harapannya adalah sapi menjadi lebih jinak, mudah dikuasai, mutu daging dan laju pertumbuhannya meningkat. Manfaat lainnya adalah sifat-sifat jelek tidak diturunkan atau dikembangkan, sehingga secara ekonomis lebih menguntungkan peternak (AAK, 2007). PT. Greenfields Indonesia melakukan kastrasi hanya bila ada permintaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Blakely dan Bade (1991) menjelaskan beberapa cara kastrasi, yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kastrasi dengan pisau yang tajam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Skrotum terlebih dahulu dicuci dengan larutan antiseptik lalu disayat pada bagian bawah. Testikel lalu dikeluarkan dari skrotum dan salurannya diputuskan. Luka yang ditimbulkan lalu diobati untuk mencegah infeksi dan mempercepat kesembuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kastrasi dengan elastrator</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Elastrator digunakan untuk merentangkan suatu cincin karet yang kuat lalu dipasang pada skrotum di atas testikel. Di bawah cincin karet tersebut, aliran darahnya terputus sehingga testikel tidak berfungsi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Cara ini sangat efektif dilakukan pada pedet yang umurnya &lt; 1 minggu. Skrotum akan mengering dan terlepas dengan sendirinya setelah kastrasi berlangsung selama 10 hari (AAK, 2007). Perlakuan kastrasi dengan cara ini yang dilakukan di PT. Greenfields Indonesia kurang baik, karena dilakukan pada umur 2-3 minggu, namun pelaksanaannya sudah sesuai dengan literatur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kastrasi dengan <em>“tang Burdizzo”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Kastrasi dengan <em>“tang Burdizzo”</em> dapat dilakukan pada semua semua pedet jantan dari berbagai umur. Kastrasi dengan cara seperti ini hampir sama dengan menggunakan elastrator, karena tujuannya adalah memutuskan saluran dengan jepitan tang sehingga aliran darah yang menuju testikel akan terputus. Kastrasi dengan cara ini tidak akan menimbulkan pendarahan dan dalam waktu beberapa minggu testis atau skrotum akan mengecil (AAK, 2007).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kastrasi secara kimiawi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Cara kimiawi yang efektif untuk melaksanakan kastrasi pada pedet jantan, yaitu menggunakan preparat suntik yang nama dagangnya <em>Chem-cast</em> (Bio-Ceutic Laboratories, Inc., P.O. Box 999, St. Joseph, Missourri 64502). <em>Chem-cast </em>adalah suatu larutan kimia paten untuk penyuntikan langsung ke dalam testikel sapi jantan muda, yang berat badannya &lt; 75 kg. Dalam waktu 60-90 hari setelah kastrasi, pedet benar-benar berada dalam keadaan terkastrasi secara sempurna.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Keuntungan cara kastrasi secara kimiawi adalah dapat dilakukan kapan pun sepanjang tahun karena pelaksanaannya sederhana dan tidak menimbulkan perdarahan dan tidak terasa sakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kastrasi dengan cara operasi (AAK, 2007)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Cara ini dapat dilakukan pada pedet umur 1 minggu-4 bulan. Tetapi, untuk hasil operasi yang resikonya kecil sebaiknya dilakukan pada pedet umur &lt; 1 minggu. Operasi pada pedet umur &lt; 1 minggu lebih mudah dan cepat sembuh, ± 10 hari bekas operasi telah kering. Kastrasi dengan cara ini pada pedet umur &gt; 3 bulan lebih sulit dan terlalu banyak resikonya, karena adanya pemberontakan. Oleh karena itu, pelaksanaan kastrasi harus menggunakan anestesi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Penghilangan puting ekstra</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Puting ekstra atau puting palsu merupakan puting yang pertumbuhnnya lebih kecil atau tidak sempurna dibandingkan dengan keempat puting normal lainnya. Kerugian yang ditimbulkan akibat adanya puting ekstra ini adalah dapat menjadi saluran infeksi penyakit mastitis dan mengganggu pemerahan karena pada umumnya terletak berdekatan atau pada dasar puting utama (AAK, 2007). Menurut Santoso (2003) umur yang tepat untuk melakukan pemotongan puting ekstra adalah &gt; 1 bulan dan &lt; 1 tahun. Hal ini juga diperkuat oleh Syarief dan Sumoprastowo (1990) yang berpendapat bahwa pemotongan puting ekstra dilakukan setelah pedet betina berumur 1-2 bulan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Cara yang paling baik dengan menyucihamakan sekitar puting yang akan dipotong dengan yodium tinctur, lalu digunting dengan gunting yang tajam dan steril. Sesudah dipotong, lukanya segera diobati dengan yodium lagi. Bila terjadi perdarahan, bagian yang terluka ditekan dengan kapas yang steril (Syarief dan Sumoprastowo, 1990).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">PT. Greenfields Indonesia tidak melakukan penghilangan puting ekstra, karena dinilai tidak perlu. Puting ekstra yang terdapat pada sapi-sapi perah setelah dewasa tidak menyebabkan kerugian yang besar, karena pada umumnya tidak berfungsi. Penghilangan puting ekstra justru dinilai lebih merugikan dengan kondisi puting ekstra yang tidak berfungsi tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Pemisahan Pedet jantan dan betina</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Pemeliharaan pedet sapi perah jantan dan betina hingga berumur 5 bulan adalah sama. Tetapi, sesudah pedet jantan mencapai umur 6 bulan, cara pemeliharaannya berbeda. Pedet jantan telah mencapai kedewasaan kelamin pada umur 6-8 bulan. Oleh karena itu, pemisahan pedet jantan dan betina perlu dilakukan pedet jantan agar tidak mengganggu pedet-pedet betina (AAK, 2007).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">PT. Greenfields Indonesia melakukan pemisahan pemeliharaan antara pedet jantan dan betina pada umur 3 bulan. Hal ini dilakukan karena pada umur tersebut pedet-pedet telah lepas sapih dan pada umur 5 bulan pedet jantan telah dijual ke Probolinggo. <span> </span>Selain pemisahan jantan dan betina, pedet juga dikelompokkan berdasarkan kondisinya (besar, kecil dan sakit).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="IN">Pemeliharaan Kesehatan dan Tindakan <em>Biosecurity</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Tindakan <em>Biosecurity</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Peraturan Menteri Pertanian No. 55/Ppermentan/OT. 140/10/2006 dalam Pedoman Pembibitan Sapi Perah yang Baik menyatakan bahwa dalam rangka pengamanan kesehatan setiap pembibitan sapi perah harus memperhatikan hal-hal tindak <em>biosecurity</em> sebagai berikut :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-41.25pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 69.6pt;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Lokasi usaha tidak mudah dimasuki binatang liar serta bebas dari hewan piaraan lainnya yang dapat menularkan penyakit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-41.25pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 69.6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Melakukan desinfeksi kandang dan peralatan dengan menyemprotkan insektisida pembasmi serangga, lalat dan hama lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-41.25pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 69.6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Untuk mencegah terjadinya penularan penyakit dari satu kelompok ternak ke kelompok ternak lainnya, pekerja yang melayani ternak yang sakit tidak diperkenankan melayani ternak yang sehat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-41.25pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 69.6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Menjaga agar tidak setiap orang dapat bebas keluar masuk kandang ternak yang memungkinkan terjadinya penularan penyakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-41.25pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 69.6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Membakar atau mengubur bangkai sapi yang mati karena penyakit yang menular.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-41.25pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 69.6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Menyediakan fasilitas desinfeksi untuk staf/karyawan dan kendaraan tamu di pintu masuk perusahaan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-41.25pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 69.6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Segera mengeluarkan ternak yang mati dari kandang untuk dikubur atau dimusnahkan oleh petugas yang berwenang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-41.25pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 69.6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Mengeluarkan ternak yang sakit dari kandang untuk segera diobati atau dipotong oleh petugas yang berwenang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 6pt 1cm;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Secara umum tindakan <em>biosecurity</em> yang dilakukan oleh PT. Greenfields Indonesia setiap hari adalah membersihkan tempat pakan dan minum, membersihkan milk bar dan dot susu, pembersihan kandang serta penggantian cairan virkon.<span> </span>Syarief dan Sumoprastowo (1990) menyatakan kandang, selokan, tempat pakan dan minum serta peralatan yang digunakan harus selalu dalam keadaan bersih. Sudono (2003) menguatkan pernyataan tersebut dengan pendapat bahwa kandang pedet harus dibersihkan setiap hari, dijaga tetap kering, cukkup cahaya matahari dan cukup baik peredarannya. Cairan Virkon merupakan cairan untuk celup kaki sebelum memasuki area <em>breeding</em> dan pen, baik pen pedet yang sehat maupun yang sakit. Perbandingan campuran desinfektan Virkon<sup>®</sup>S dan air adalah 1:200-1:100 (0,5-1%).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Program mingguan yang dilakukan adalah penyemprotan desinfektan virkon dua kali dalam seminggu, pembersihkan pipa susu dari <em>old milking parlor </em>serta pembersihan lingkungan kandang seperti membersihkan rumput di sekitar area <em>breeding</em>. <span lang="SV">Program bulanan juga dilakukan, yaitu pembongkaran <em>bedding</em> dan pembersihan sisa <em>sawdust</em> serta pengapuran pada lantai kandang yang licin/berlumut. Program harian, mingguan dan bulanan Departemen<em> Heifer Raising</em> dapat dilihat pada Lampiran ??.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Pedet yang sakit langsung dipisahkan dari kelompok ternak yang sehat dan ditempatkan pada pen sakit. Pedet yang mati karena sakit maupun proses kelahiran segera dibuang pada tempat pembuangan bangkai. Perlakuan ini sesuai dengan pendapat Sudono (2003) yang menyatakan bahwa pedet-pedet yang menunujukkan tanda-tanda sakit, terutama penyakit menular harus dipisahkan dari pedet-pedet yang sehat dan segera diobati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Hal lain yang dilakukan adalah pembasmian terhadap lalat dan serangga lainnya, tikus, pinjal, memasang perangkap untuk kucing dan anjing serta burung. Pekerjaan ini dilakukan oleh seorang petugas yang bertanggung jawab atas seluruh area perusahaan dan peternakan serta pabrik. Bahan yang dipakai untuk membasmi lalat adalah spray Agita, Seruni, Mustang dan Nuvat. </span><span lang="FI">Untuk larva lalat dipakai Nevorex dan Abate. Untuk tikus dipakai Roden dan lem tikus. </span><span lang="SV">Sedangkan untuk burung dipakai jaring perangkap burung yang sangat tipis. Seluruh tindakan <em>biosecurity</em> dan pemeliharaan kesehatan ini dapat dilihat pada Lampiran ???.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><!--[if !supportLists]--><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Pemeliharaan Kesehatan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Pemeliharaan kesehatan dilakukan semenjak pedet lahir. Pemeliharaan kesehatan yang dilakukan di perusahaan ini pada dasarnya sejalan dengan tindakan <em>biosecurity</em>. Pemeriksaan terhadap kondisi pedet dan pengobatan dilakukan oleh seorang dokter hewan dan dibantu oleh beberapa tenaga kesehatan hewan. Pedet-pedet yang sakit yang telah diobati dan sembuh tidak akan dikembalikan ke pen semula karena memiliki potensi untuk membawa dan menularkan penyakit. </span>Tindakan preventif yang dilakukan oleh PT. Greenfields Indonesia adalah :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 73.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Pemberian obat cacing (deworming) pada umur 3 bulan dengan memakai Dextomax. Pemberian obat cacing dilakukan karena konsumsi pedet terhadap hijauan mulai meningkat. <span lang="SV">Hijauan tersebut berasal dari lahan pertanian yang kemungkinan membawa benih cacing dan termakan oleh pedet.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 73.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Vaksin pertama dilakukan pada umur 3 bulan, terdiri dari vaksin RB51, vaksin Bovishield dan vaksin Ultrabac.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 73.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Vaksin kedua dilakukan pada umur 5 bulan, terdiri dari vaksin Bovishield dan vaksun Ultrabac.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Vaksin diberikan untuk meningkatkan kekebalan tubuh dari kemungkinan adanya penyakit yang mudah menular dan membahayakan, seperti brucella, leptospira sp., clostridium sp., dan sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 6pt 1cm;">Kasus penyakit yang sering terjadi di Departemen <em>Heifer Raising</em> adalah :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 46.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Diare</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Diare biasanya disebabkan oleh pemberian pakan yang berlebihan, kekurangan vitamin A atau serangan parasit (Santoso, 2002).<span> </span>Bakteri penyebabnya adalah Eicherichia Coli. Blakely dan Bade (1991) menyatakan 10-12% pedet-pedet yang lahir mati dengan gejala diare dalam tenggang waktu 30 hari setelah lahir. Penyebabnya cukup kompleks, mulai dari bakteri, virus, keadaan lingkungan, kepadatan ternak ynag terlalu tinggi, kekurangan kolostrum, terlalu banyak pakan, defisiensi vitamin A dan adanya parasit-parasit.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Tindakan awal yang dilakukan pada pedet-pedet yang terserang gejala diare adalah memberikan elektrolit pada air minumnya, memberikan rennet pada susu dan pengobatan. <span lang="SV">Obat yang diberikan kepada pedet adalah Pen strep, Engemycin, Vetadryl dan Injectamin. Pedet yang keadaannya semakin parah dipisahkan dari kelompok pedet yang sehat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 46.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Pneumonia</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Penyakit ini disebabkan oleh Mycoplasma mycoides. <span lang="SV">Penularannya paling sering terjadi melalui pernafasan. </span>Penyakit pneumonia dapat terjadi karena:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-42pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 70.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pemberian minum yang salah, menyebabkan pedet tersedak dan batuk. Karena itu, saat memberikan pedet minum susu dengan dot posisinya harus benar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-42pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 70.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Kandang yang bau dan mengandung gas amonia yang menyengat hidung karena kandang kotor (banyak feses dan urin, lembab, ventilasi kandang yang buruk).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-42pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 70.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Debu yang berasal dari alas kandang (<em>sawdust</em>) atau dari konsentrat yang masuk ke dalam hidung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 46.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Infeksi naval/tali pusar</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Infeksi naval terjadi karena ketidaktelitian pada saat memasang <em>umbilical klem</em> serta penyemprotan iodosep yang kurang sempurna.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Sistem Pencatatan atau <em>Recording</em>, Seleksi dan <em>Culling</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Sistem pencatatan pada departemen <em>Heifer Raising</em> cukup baik. Menurut AAK (2007) pencatatan bermaksud untuk mengumpulkan data penting di dunia peternakan. Pada usaha sapi perah, pencatatan bertujuan untuk menunjang pelaksanaan program yang tatalaksana yang lebih baik, seleksi yang yang lebih ketat dan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Pencatatan harus dilakukan secara rutin, seksama dan intensif.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Pencatatan yang perlu dilakukan adalah (Peraturan Menteri Pertanian No. 55/Permentan/OT. 140/10/2006 dalam Pedoman Pembibitan Sapi Perah yang Baik) :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 82.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Rumpun, identitas ternak dan sketsa (foto ternak)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 82.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Identitas, alamat kelompok dan organisasi peternak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 82.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->silsilah, rumpun, identitas tetua, produktivitas dan abnormalitas tetua</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 82.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Perkawinan (tanggal, pejantan, IB/kawin alam, berat kawin)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 82.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Kelahiran (tanggal, bobot lahir, sex, tipe kelahiran, calving-ease)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 82.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Beranak dan beranak kembali (tanggal, perlakuan, treatment)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 82.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Mutasi (pemasukan dan pengeluaran ternak).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Pencatatan seperti yang disebutkan di atas dilakukan seluruhnya di peternakan ini. Beberapa contoh pencatatan dapat dilihat pada Lampiran ??.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;">Seleksi ialah memilih ternak yang mempunyai sifat-sifat produksi yang tinggi untuk dijadikan bibit bagi generasi yang akan datang (Syarief dan Sumoprastowo, 1990). Proses seleksi yang dilakukan oleh peternakan ini berdasarkan bobot lahir, breed atau bangsa, potensi produksi, sejarah penyakit serta perkembangan pertumbuhan dan tinggi setiap 3 bulan dan 6 bulan sekali. Perusahaan melakukan seleksi dini terhadap pedet-pedet betina.Parameter seleksi dini yang ditetapkan oleh perusahaan adalah :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><em>Breed </em>disesuaikan dengan kebutuhan produksi susu. Untuk saat ini pilihan utama <em>breed</em> yang dipelihara adalah <em>Friesien Holstein</em>. <em>Breed </em>yang lainnya adalah <em>Jersey</em> dan <em>Cross</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Bobot lahir ≥ 35 kg untuk <em>FH</em>, sedangkan <em>Jersey</em> dan <em>Cross</em> sebesar 27 kg.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Kondisi fisik sehat dan normal (tidak menderita cacat bawaan atau cacat lain yang diakibatkan oleh proses kelahiran).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Potensi genetik produksi susu induk pedet ≥ 6.000 liter/laktasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Pedet-pedet betina yang masuk dalam program seleksi akan diberi tanda permanen pada <em>eartag</em>nya, yaitu irisan segitiga pada dasar <em>eartag</em> dengan menggunakan gunting. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Proses seleksi ini akan diteruskan pada proses <em>culling</em>. </span><span lang="SV">Pedet-pedet yang tidak memenuhi persyaratan akan di<em>culling</em>. <em>Culling</em> dilaksanakan pada umur 1,5 tahun. <em>Culling</em> adalah proses pengeluaran ternak yang sudah dinyatakan tidak memenuhi persyratan bibit. </span>Standar <em>culling</em> di PT. Greenfields Indonesia adalah perkembangan pertumbuhan dan tinggi, yaitu :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 82.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><em>Large size</em> : PBB 0,8-1 kg/hari; PTB 0,02-0,03 cm/hari.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 82.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><em>Small size</em> : PBB 0,7-0,8/ hari; PTB 0,01 cm/hari.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 6pt 64.35pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Manajemen Pemeliharaan Sapi Dara (<em>Heifer</em>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><em>Heifer</em> merupakan sapi betina mulai umur 6-20 bulan yang pemeliharaannya dilakukan secara terpisah di Probolinggo. <span lang="SV">Suhu udara Probolinggo yang panas mengakibatkan stress pada sapi karena tidak sesuai dengan karakter hidupnya di daerah dingin. Karena itu, dipasang <em>water sprinkle</em> di kandang untuk menurunkan suhu udara dan mengurangi stress pada sapi. Pemeliharaannya dilakukan secara berkelompok berdasarkan umur dan berat badan untuk mempermudah pemberian pakan dalam kuantitas yang sesuai dan pengawasan terhadap perkembangan pertumbuhan. Jenis pakan yang diberikan dalam bentuk komplit (<em>Ration</em> : <em>Dairy Heifer</em>, dengan kandungan protein 18%). Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah air minum yang bersih harus selalu tersedia setiap saat serta pembersihan kandang dari kotoran setiap hari untuk menciptakan kondisi yang nyaman dan sehat. Setiap bulan dilakukan penimbangan untuk mengetahui perkembangan pertumbuhannya (target PBB harian/<em>average daily gain</em> adalah 0,7 kg/hari).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Pada masa pemeliharaan sebelum <em>heifer </em>dikawinkan, pada umur 12 bulan diberikan vaksinasi kedua yaitu vaksin RB51. </span><em><span lang="SV">Heifer</span></em><span lang="SV"> siap dikawinkan ketika mencapai umur 14 bulan dengan bobot badan 350 kg. </span>Perkawinan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-47.25pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 75.6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Dilakukan penyerentakan birahi dengan program sinkronisasi 1 dengan penyuntikan PgF1.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-47.25pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 75.6pt;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Pengamatan birahi hingga hari ke 5. Sapi yang birahi kemudian di IB.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-47.25pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 75.6pt;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Sapi yang tidak birahi, 1 minggu kemudian disinkronisasi 2 dengan PgF2.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-47.25pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 75.6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Pengamatan terhadap birahi sampai hari ke 5. Sapi yang birahi kemudian di IB.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-47.25pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 75.6pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="SV">Joint mating</span></em><span lang="SV"> dengan pejantan untuk sapi yang tidak menunjukkan birahi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Setelah 45-60 hari dihitung dari waktu IB atau <em>joint mating</em>, semua sapi diperiksa kebuntingannya. Sapi-sapi yang dinyatakan bunting dikelompokkan hingga umur kebuntingan 4-5 bulan. Sapi-sapi ini diambil darahnya untuk dites darah dengan “Brucella Cart Test”. Bila hasilnya negatif, sapi tersebut dikirim kembali ke Gunung Kawi, sedangkan bila hasilnya positif maka sapi tersebut harus segera dipotong. </span><span lang="FI">Sapi-sapi yang lulus seleksi kemudian dikirim kembali ke Gunung Kawi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Pemeliharaan Sapi Dara Bunting</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI">Sapi dara bunting merupakan sapi dara mulai umur 20-24 bulan yang telah bunting dan dipelihara secara kelompok di Gunung Kawi. </span>Udara yang sejuk dan lebih nyaman memberi kondisi yang lebih baik bagi sapi. Setelah beradaptasi selama ± 2 minggu, dilakukan penggantian <em>eartag</em> dan pemberian magnet ke dalam perut sapi. Tujuan pemberian magnet adalah menangkap bahan-bahan logam yang tajam, seperti paku dan kawat yang ada dalam pakan yang mungkin termakan oleh sapi. Dengan demikian dapat mencegah logam-logam tersebut menusuk dinding perut yang dapat mengakibatkan kematian pada sapi. <span lang="SV">Pada umur kebuntingan 7 bulan, sapi tersebut diambil darahnya untuk tes brucella di Laboratorium dengan sistem “Elisa Test”. Tes ini dilakukan untuk lebih menjamin sapi benar-benar bebas dari penyakit brucellosis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="SV">Pen</span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:37;left:0;margin-left:141px;margin-top:986px;width:232px;height:45px;"></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="background:white none repeat scroll 0;vertical-align:top;" width="232" height="45" bgcolor="white"><!--[endif]--><!--[if !mso]--><span style="position:absolute;left:0;z-index:37;"></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><!--[endif]--></p>
<div class="shape" style="padding:3.6pt 7.2pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Gambar ??. <em>Eartag</em> biru untuk betina, oranye     untuk jantan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
</div>
<p><!--[if !mso]--></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p></span><!--[endif]--><!--[if !mso &amp; !vml]--> <!--[endif]--><!--[if !vml]--></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p></span><!--[endif]--><span lang="SV">catatan atau <em>recording</em> pada sapi bunting tetap dilakukan untuk mengetahui umur dan kondisi kebuntingan. Sapi dengan umur kebuntingan 255 hari (DCC 255) atau 21 hari menjelang kelahiran akan dikirim ke Departemen <em>Livestock</em> untuk pemeliharaan lebih lanjut hingga melahirkan. Sapi yang berada pada periode ini disebut sebagai sapi bunting transisi. Pakan yang diberikan pada sapi bunting transisi merupakan pakan dengan kandungan nutrisi yang sesuai untuk menghadapi proses kelahiran. Target kelahiran pertama dari dara bunting ini adalah umur 24 bulan dengan bobot badan induk 550 kg.</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span lang="FI"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="FI"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tmtnews.wordpress.com/161/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tmtnews.wordpress.com/161/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tmtnews.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tmtnews.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tmtnews.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tmtnews.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tmtnews.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tmtnews.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tmtnews.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tmtnews.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tmtnews.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tmtnews.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tmtnews.wordpress.com&blog=2272672&post=161&subd=tmtnews&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/29/pedet-sapi-perah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/501f22081dc3b829e2e3092f151d3701?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Impal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>GANGGUAN REPRODUKSI SAPI PERAH</title>
		<link>http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/29/gangguan-reproduksi-sapi-perah/</link>
		<comments>http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/29/gangguan-reproduksi-sapi-perah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 12:38:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Junaidi Karo Karo Kacaribu</dc:creator>
				<category><![CDATA[TUGAS AKHIR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/29/gangguan-reproduksi-sapi-perah/</guid>
		<description><![CDATA[DITULIS OLEH : JUNAIDI KARO KARO
 
RINGKASAN
HOTNITA JULIANTY PURBA. J3I305054. 2008. Gangguan Reproduksi Sapi Perah di PT Greenfields Indonesia, Malang. Laporan Praktik Kerja Lapangan. Program Keahlian Teknologi dan Manajemen Ternak. Direktorat Program Diploma, Institut Pertanian Bogor.
Pembimbing : Dr. Bagus P. Purwanto
Praktek kerja lapang (PKL) ini dilaksanakan pada tanggal 18 Februari sampai 10 Mei 2008 di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tmtnews.wordpress.com&blog=2272672&post=159&subd=tmtnews&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoTitle" style="margin-bottom:6pt;text-align:left;" align="left"><span lang="SV">DITULIS OLEH : JUNAIDI KARO KARO</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-bottom:6pt;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-bottom:6pt;"><span lang="SV">RINGKASAN</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-weight:normal;" lang="SV">HOTNITA JULIANTY PURBA. J3I305054. 2008. </span><span lang="SV">Gangguan Reproduksi Sapi Perah di PT Greenfields Indonesia, Malang.</span><span style="font-weight:normal;" lang="SV"> Laporan Praktik Kerja Lapangan. Program Keahlian Teknologi dan Manajemen Ternak. Direktorat Program Diploma, Institut Pertanian Bogor.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;"><span>Pembimbing <strong>: </strong></span><span style="color:#1d1b11;">Dr. Bagus P.<span> </span>Purwanto</span><span style="color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-weight:normal;">Praktek kerja lapang (PKL) ini dilaksanakan pada tanggal 18 Februari sampai 10 Mei 2008 di perusahaan peternakan sapi perah PT Greenfields Indonesia.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-weight:normal;">Tujuan dari pelaksanaan praktek karja lapang ini adalah memberikan bekal keterampilan dan kecakapan kepada mahasiswa agar mampu bekerja dilapang guna mempunyai keahlian dalam mengatur reproduksi pada sapi perah, melatih kemampuan mahasiswa untuk mengevaluasi situasi dan kondisi peternakan sapi perah pada umumnya dan di PT Greenfields Indonesia pada khususnya serta memberikan bekal kepada mahasiswa sehingga memiliki kemampuan manejerial dalam bidang reproduksi.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-weight:normal;">Materi yang digunakan adalah sapi perah betina Friesian Holstein, keturunan Jersey, dan sapi Cross dengan populasi sekitar 1800 sapi laktasi. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pengamatan terhadap kejadian-kejadian yang terjadi di lapang, berdiskusi dengan pembimbing lapang maupun dengan para pekerja dan observasi partisipasi yang artinya ikut bekerja secara langsung di perusahaan tersebut.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-weight:normal;">Untuk analisis data yang didapatkan dari rekording reproduksi didapatkan angka <em>service per</em> <em>conception</em> antara 3.5<span> </span>hingga 4.0. Perhitungan ini menggunakan cara yang berbeda dari biasanya, sehingga rata-rata untuk S/C jauh diatas angka pada umumnya. Rata-rata untuk <em>conception rate </em><span>50% </span>dan rata-rata <em>calving interval</em> berkisar 13 bulan 10 hari. Persentasi gangguan reproduksi yang sering terjadi seperti retensio plasenta, endometritis dan metritis masih tergolong normal (20%) walaupun diatas persentasi rataan untuk suatu kelompok sapi perah yaitu 8-11 %.<span> </span>Hal ini didukung oleh data <em>calving interval</em> yang baik dan dapat dilihat dengan adanya <em>recording</em> per individu yang akan memudahkan pengamatan mulai dari pendeteksian berahi, perkawinan, pencatatan kelahiran, hingga gangguan-gangguan yang dialami oleh induk tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Kesimpulan dari pelaksanaan Praktek Kerja Lapang ini yaitu manajemen reproduksi peternakan sapi perah PT Greenfields Indonesia dapat dikatakan baik.</p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><br /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="color:#1d1b11;">RIWAYAT HIDUP</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;">Penulis dilahirkan di Jakarta pada tanggal 1 Juli 1987, putri kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Drs. J. Purba dengan R. Saragih, Spd</span><span style="color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;">Pendidikan formal penulis diawali di TK Rosari Jakarta Selatan selama 2 tahun (1991-1993), selanjutnya  penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Dasar Mardi Yuana Depok selama 6 tahun (1993-1999) dan melanjutkan di SLTP Putra Bangsa Depoks selama 3 tahun (1999-2002). Pada tahun 2002 penulis melanjutkan  pendidikan ketingkat Sekolah Menengah Umum di PSKD VI Depok dan selesai pada tahun 2005.</span><span style="color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;">Pada tahun 2005, penulis diterima sebagai mahasiswa program diploma di Institut Pertanian Bogor pada Program Keahlian Teknologi dan Manajemen Ternak. Selama masa pendidikan, penulis aktif di bidang Komisi Pelayanan Siswa (KPS) yang berada di bawah naungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).</span><span style="color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;">Sebagai tugas akhir untuk memperoleh gelar ahli madya, penulis melakukan praktik kerja lapang di bidang peternakan sapi perah dan menyusun laporan dengan judul Gangguan Reproduksi Sapi Perah di PT Greenfields Indonesia kabupaten Malang, Jawa Timur.</span><span style="color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;color:#1d1b11;"><br /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="color:#1d1b11;">PRAKATA</span></strong><span style="color:#1d1b11;"> </span><span style="color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;">Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan anugerahNya saya dapat melaksanakan Praktik Kerja Lapang selama 3 bulan, terhitung dari tanggal 18 Februari sampai 10 Mei 2008 di PT Greenfields Indonesia Malang Jawa Timur dan menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya.</span><span style="color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;">Laporan tugas akhir ini disusun berdasarkan diskusi dengan seluruh pihak PT Greenfields Indonesia pada saat melaksanakan Praktik Kerja Lapangan serta literatur yang saya baca dari beberapa buku mengenai sapi perah..</span><span style="color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;" lang="FI">Ucapan terima kasih saya berikan kepada :</span><span style="color:#333333;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#333333;" lang="FI"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color:#1d1b11;" lang="FI">Keluarga yang selalu memberi kasih sayang, dorongan dan dukungan untuk menyesaikan studi saya serta perhatiannya akan kebutuhan saya baik secara moril maupun materi. </span><span style="color:#333333;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#333333;" lang="FI"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color:#1d1b11;" lang="FI">Teman-teman seangkatan, yang menjadi motivator selama menjalankan studi di Diploma IPB dan teman-teman selokasi PKL di PT Greenfields Indonesia <span> </span>yang menemani serta memberi dukungan selama berada di Malang.</span><span style="color:#333333;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#333333;" lang="FI"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color:#1d1b11;" lang="FI">Bagus P. Purwanto selaku dosen pembimbing yang telah menyempatkan dan menyisihkan waktunya untuk membimbing saya pada saat penulisan laporan ini.</span><span style="color:#333333;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#333333;" lang="FI"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color:#1d1b11;" lang="FI">Din Satriawan, Catur Nugroho dan Yoni Kusmay selaku pembimbing lapangan di PT Greenfields Indonesia, pekerja-pekerja kandang dan para Dokter hewan yang memberikan waktunya untuk berdiskusi dengan penulis.</span><span style="color:#333333;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#333333;" lang="SV"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color:#1d1b11;" lang="SV">Seluruh dosen peternakan yang telah membimbing dan memberikan ilmu selama menjalankan study di Diploma IPB.</span><span style="color:#333333;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="color:#333333;" lang="FI"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="color:#1d1b11;" lang="FI">Semua pihak yang membantu penulisan laporan ini.</span><span style="color:#333333;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;" lang="FI"> Penulis  sadar bahwa laporan ini jauh dari sempurna. Penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca untuk itu saran yang membangun sangat penulis harapkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:288pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="color:#1d1b11;" lang="FI">Bogor, Juli 2008</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:288pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="color:#1d1b11;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:#1d1b11;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:288pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="color:#1d1b11;" lang="FI">Penulis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV">PENDAHULUAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="SV">Latar Belakang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Usaha peternakan sapi perah bertujuan untuk mendapatkan produksi susu yang tinggi serta secara tidak langsung mendapatkan pedet.<span> </span>Untuk mendapatkan produksi susu yang tinggi dan berkualitas perlu pengelolaan manajemen dari semua aspek. Salah satu faktor yang sangat penting dalam manajemen pemeliharaan sapi perah yang dapat menetukan keberhasilan suatu usaha peternakan adalah produktivitas dari ternak tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Produktivitas dari setiap jenis ternak secara langsung ataupun tidak langsung tergantung pada kemampuan reproduksinya. Ternak dengan produktivitas tinggi disertai dengan seleksi yang baik dalam perkawinan akan meningkatkan produksinya (Lindsay <em>et al</em>., 1982).</span></p>
<p class="MsoBodyText2"><span lang="SV">Keberhasilan reproduksi merupakan cermin keberhasilan suatu usaha peternakan dengan pengaturan reproduksi yang baik. Berkembangnya populasi sangat tergantung pada induk dan bibit yang berkualitas serta jumlah kelahiran sapi yang banyak. Hal ini tentu sangat ditunjang oleh reproduksi yang optimal. Produksi dan reproduksi sangat berkaitan erat bagi berkembang dan tersedianya sapi. Kegagalan seekor ternak untuk menjadi bunting pada satu atau lebih perkawinan akan menghilangkan produk konsepsi pada satu atau lebih periode kebuntingan (Salibury dan Vandermark, 1985).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Berbagai masalah reproduksi yang terjadi khususnya sapi betina tidak hanya pada kesehatan organ reproduksinya saja. Selain organ reproduksi sendiri, organ lain seperti otak, tiroid, paratiroid, maupun pankreas serta berbagai kelenjar di dalam tubuh turut mempengaruhi reproduksi. Berbagai macam hormon seperti <em>foliclle stimulating hormone </em>(FSH), <em>luteinizing hormone</em> (LH), <em>prolactin </em>dan lain sebagainya berperan penting bagi kecepatan sapi untuk beranak. Oleh karena itu suatu pengaturan terhadap kemampuan reproduksinya secara tertib dan teratur perlu dilakukan sehingga efisiensi reproduksi dapat tercapai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Partodihardjo (1987), menyatakan bahwa evaluasi keberhasilan dibidang reproduksi ternak harus memperhatikan kartu ternak yang berisi keterangan mengenai seekor ternak, umur pertama kali dikawinkan, pengamatan terhadap berahi, deteksi kebuntingan, perkawinan kembali setelah melahirkan, saat perkawinan yang tepat, fertilitas jantan yang digunakan serta <em>service per conception</em>, <em>non return rate</em>, <em>conception rate</em>, dan <em>calving interval</em>. Hal-hal tersebut digunakan untuk mendapatkan hasil reproduksi yang baik. Bertumpu pada hal tersebut maka dilakukan praktik kerja lapang di salah satu industri peternakan sapi perah yang berkembang PT Greenfields Indonesia untuk dapat melihat perkembangan populasi dan efisiensi reproduksi khususnya dalam penanganan masalah reproduksi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong>Tujuan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Memberi bekal keterampilan dan kecakapan mahasiswa agar mampu bekerja di lapang guna mempunyai keahlian dalam mengatur reproduksi pada sapi perah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-17.85pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 17.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Melatih kemampuan mahasiswa untuk mengevaluasi situasi dan kondisi peternakan sapi perah di PT Greenfields Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong>Manfaat</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Manfaat yang diperoleh pada praktek kerja lapang ini selain menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa dalam menganalisa masalah yang berhubungan dengan reproduksi juga meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja. Manfaat dari hasil praktek kerja lapang ini tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga bagi peternak dan pengelola sebagai sumber informasi tentang pengaturan reproduksi khususnya dalam penanganan gangguan reproduksi yang sering muncul pada sapi perah.</p>
<p><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"><br /> </span></strong></p>
<h1 style="text-align:center;line-height:normal;"><span lang="FI">PERUSAHAAN PETERNAKAN SAPI PERAH</span></h1>
<h1 style="margin-bottom:6pt;text-align:center;"><span lang="FI">PT GREENFIELDS INDONESIA</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="FI">PT Greenfields Indonesia terletak di Dusun Maduarjo, Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Daerah Tingkat II Malang, Propinsi Jawa Timur. Jarak lokasi dengan kota Malang sekitar 40 km. Perusahaan ini berada di lereng Gunung Kawi dengan ketinggian 1200 m di atas permukaan laut. </span>Wilayah ini mempunyai suhu udara sekitar 16-22<sup>0</sup>C dan curah hujan sekitar 2.997 mm pertahun dengan kelembaban sebesar 45 %.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Unit usaha yang dimiliki perusahaan tersebut adalah usaha peternakan (Dairy Farm) dan unit pengolahan susu (Processing Unit). Untuk ketenagakerjaan dibagi menjadi beberapa departemen, <em>heifer raising</em>, <em>livestock</em>, <em>milking parlor</em>, dan <em>animal health</em> <em>and</em> <em>reproduction</em>.</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;"><span lang="SV">Tepatnya pada tanggal 14 Maret 1997 didirikannya PT. Greenfields Indonesia dengan nama PT Prima Japfa Jaya. Pada awal berdirinya, PT Prima Japfa mendatangkan 90 ekor sapi perah bangsa Fries Holland (FH) yang diimpor dari Australia, kemudian dibawa ke perusahaan. Dari tahun ketahun perusahaan semakin berkembang ini menunjukkan jumlah populasi meningkat hingga akhir 2007 jumlah sapi mencapai 1814 ekor. Hampir setiap hari jumlah dan komposisi berubah dengan adanya pertambahan dari jumlah kelahiran, penjualan dan pengafkiran. Jumlah dan komposisi sapi perah PT Greenfields Indonesia selama Januari hingga April 2008 dapat dilihat pada tabel 1.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="FI">Tabel 1. Komposisi Sapi Perah PT. </span>Greenfields Indonesia</p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:396.75pt;margin-left:5.4pt;border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="529">
<tbody>
<tr style="height:20.55pt;">
<td style="width:83.25pt;height:20.55pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="111" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Jenis sapi</p>
</td>
<td style="width:94.85pt;height:20.55pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="126" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Jumlah (ekor)</p>
</td>
<td style="width:109pt;height:20.55pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="145" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">ST (Satuan   Ternak)</p>
</td>
<td style="width:109.65pt;height:20.55pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="146" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Persentase ST (%)</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:20.55pt;">
<td style="border:medium none;width:83.25pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="111" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Sapi Laktasi</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:94.85pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="126" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">1266</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:109pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="145" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">1266</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:109.65pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="146" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10pt;text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;" lang="FI">3,71</span><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.35pt;">
<td style="width:83.25pt;height:21.35pt;padding:0 5.4pt;" width="111" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Sapi Kering</p>
</td>
<td style="width:94.85pt;height:21.35pt;padding:0 5.4pt;" width="126" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">471</p>
</td>
<td style="width:109pt;height:21.35pt;padding:0 5.4pt;" width="145" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">471</p>
</td>
<td style="width:109.65pt;height:21.35pt;padding:0 5.4pt;" width="146" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10pt;text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;" lang="FI">15.92</span><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:20.55pt;">
<td style="width:83.25pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="111" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Sapi Dara</p>
</td>
<td style="width:94.85pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="126" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">1503</p>
</td>
<td style="width:109pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="145" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">751.5</p>
</td>
<td style="width:109.65pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="146" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">58.01</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.35pt;">
<td style="width:83.25pt;height:21.35pt;padding:0 5.4pt;" width="111" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Pedet</p>
</td>
<td style="width:94.85pt;height:21.35pt;padding:0 5.4pt;" width="126" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">1390</p>
</td>
<td style="width:109pt;height:21.35pt;padding:0 5.4pt;" width="145" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">347.5</p>
</td>
<td style="width:109.65pt;height:21.35pt;padding:0 5.4pt;" width="146" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">21.58</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:20.55pt;">
<td style="width:83.25pt;height:20.55pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="111" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Pejantan</p>
</td>
<td style="width:94.85pt;height:20.55pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="126" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">17</p>
</td>
<td style="width:109pt;height:20.55pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="145" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">17</p>
</td>
<td style="width:109.65pt;height:20.55pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="146" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">0.78</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.35pt;">
<td style="width:83.25pt;height:21.35pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="111" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Jumlah</p>
</td>
<td style="width:94.85pt;height:21.35pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="126" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">4647</p>
</td>
<td style="width:109pt;height:21.35pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="145" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">2881</p>
</td>
<td style="width:109.65pt;height:21.35pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="146" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">100</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;">Sumber : PT. Greenfields Indonesia, April 2008 </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:10pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Untuk pemeliharaan sapi-sapi tersebut perusahaan menggunakan lahan seluas 52 ha. Lahan tersebut digunakan untuk kandang, pemerahan, kantor, pabrik pengolahan susu, hospital, mess, pabrik pakan, kebun rumput, penyimpanan pakan, rumah, genset, pos satpam, parkir kendaraan dan tandon air.</span><span style="color:#333333;" lang="FI"> </span><span style="color:#333333;" lang="NL"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;" lang="NL">Tabel 2. Luas dan Penggunaan Lahan PT. </span><span style="color:#333333;" lang="SV">Greenfields Indonesia</span><span style="color:#333333;"></span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="margin-left:5.4pt;border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:1pt solid inset windowtext #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#333333;" lang="SV">No.</span></strong><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid inset solid none windowtext #f1f3f8 windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="276">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#333333;" lang="SV">Bangunan</span></strong><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid inset solid none windowtext #f1f3f8 windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="108">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#333333;" lang="SV">Unit</span></strong><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid inset solid none windowtext #f1f3f8 windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="108">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#333333;" lang="SV">Luas (m<sup>2</sup>)</span></strong><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;" lang="SV">1</span><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;" lang="SV">Kandang </span><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;" lang="SV">8</span><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;" lang="SV">25.833,44</span><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;" lang="SV">2</span><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;" lang="SV">Klinik </span><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;" lang="SV">1</span><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;" lang="SV">2</span><span style="color:#333333;">96,70</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">3</span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Unit   proses susu</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt 0 0;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">1</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">2.106,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">4</span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Kantor</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">1</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">131,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">5</span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333333;">Milking </span></em><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">a.</span><span style="font-size:7pt;color:#333333;"> </span><span style="color:#333333;">Tempat perah lama</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">1</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">149,20</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">b.</span><span style="font-size:7pt;color:#333333;"> </span><span style="color:#333333;">Tempat perah baru</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">1</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">1.980,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">c.</span><span style="font-size:7pt;color:#333333;"> </span><span style="color:#333333;">Jalan masuk sapi</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">1</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">1.500,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;" lang="SV">d.</span><span style="font-size:7pt;color:#333333;" lang="SV"> </span><span style="color:#333333;" lang="SV">Gudang   persedian bahan pakan</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;" lang="SV"> </span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">1.109,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">e.</span><span style="font-size:7pt;color:#333333;"> </span><span style="color:#333333;">Ruang data</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">1</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt 0 0;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">130,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333333;">f.</span></em><em><span style="font-size:7pt;color:#333333;"> </span><span style="color:#333333;">Wokshop</span></em><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">1</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">162,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">6</span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Bunker   dan pabrik pakan</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">10.528,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">7</span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Rumah   <em>genset</em></span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">1</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">162,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">8</span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Tempat   parker</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">2</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">144,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">9</span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Pos   satpam</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 0 0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">2</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">18,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">10</span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Lantai   jemur kotoran sapi</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">750,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">11</span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Tandon   air kotor</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">1</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">80,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">12</span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Tandon   air bersih</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">2</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">123,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">13</span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333333;">Mess </span></em><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt 0 0;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">a.</span><span style="font-size:7pt;color:#333333;"> </span><span style="color:#333333;">Mess lama</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">1</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">180,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">b.</span><span style="font-size:7pt;color:#333333;"> </span><span style="color:#333333;">Aula </span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">1</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">144,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">c.</span><span style="font-size:7pt;color:#333333;"> </span><span style="color:#333333;">Perumahan karyawan</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">1</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">203,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">d.</span><span style="font-size:7pt;color:#333333;"> </span><span style="color:#333333;">Barak</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">1</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">156,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">14</span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Tanah   babadan</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">40.000,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">15</span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Saluran   limbah cair</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">4.275,55</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset inset 0 #f1f3f8 #f1f3f8;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">16</span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;" lang="ES-VE">IPAL (Instalasi Pengolahan Air   Limbah)</span><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;" lang="ES-VE">1</span><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset inset none 0 #f1f3f8 #f1f3f8 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;" lang="ES-VE">5.000,00</span><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset solid 0 #f1f3f8 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;">17</span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset solid none 0 #f1f3f8 windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Kebun   rumput</span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset solid none 0 #f1f3f8 windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset solid none 0 #f1f3f8 windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#333333;">249.500,00</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28.5pt;border:medium 1pt 1pt none inset solid 0 #f1f3f8 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#333333;"> </span></strong><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
<td style="width:207pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset solid none 0 #f1f3f8 windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="276" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#333333;">Jumlah</span></strong><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset solid none 0 #f1f3f8 windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#333333;">25</span></strong><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
<td style="width:81pt;border:medium 1pt 1pt medium none inset solid none 0 #f1f3f8 windowtext 0;padding:0 0 0 5.4pt;" width="108" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><strong><span style="color:#333333;">344.364,99</span></strong><span style="color:#333333;"></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;color:#333333;">Sumber : Unit Human Resource Development PT Greenfields Indonesia, 2008</span><span style="color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Sistem perkandangan yang digunakan PT Greenfields adalah <em>free stall barn</em> (kandang lepas) dengan bentuk atap monitor. Jumlah kandang yang ada sebanyak 8, dengan komposisi kandang 3 sampai kandang 8 untuk sapi dewasa, sedangkan kandang 2 dan SH-2 digunakan untuk sapi transisi dan pedet. Sumber air yang digunakan berasal dari sekitar Gunung Kawi dan wilayah Precet. Satu sumber mata air dan tiga buah sumur bor (deep well) dengan menggunakan pompa kedalaman 100 m. Air tersebut digunakan untuk kebutuhan perusahaan terutama di kandang dan pemerahan. Ukuran kapasitas kandang, peralatan porduksi dapat dilihat pada Tabel 2 dan 3. Berikut adalah gambar bentuk dan kontruksi kandang yang digunakan PT Greenfields Indonesia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="SV">Gambar 1. Kandang sapi laktasi PT Greenfields Indonesia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Tabel 3. Kandang PT. Greenfields Indonesia</p>
<table class="MsoNormalTable" style="margin-left:5.4pt;border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr style="height:19.75pt;">
<td style="width:54.15pt;height:19.75pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="72" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Kandang</p>
</td>
<td style="width:153.9pt;height:19.75pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="205" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Keterangan</p>
</td>
<td style="width:100.95pt;height:19.75pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="135" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Ukuran   (m<sup>2</sup>)</p>
</td>
<td style="width:87.5pt;height:19.75pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="117" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Kapasitas   (ekor)</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:19.75pt;">
<td style="border:medium none;width:54.15pt;height:19.75pt;padding:0 5.4pt;" width="72" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">1</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:153.9pt;height:19.75pt;padding:0 5.4pt;" width="205" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Hospital</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:100.95pt;height:19.75pt;padding:0 5.4pt;" width="135" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">13.40   x 76.60</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:87.5pt;height:19.75pt;padding:0 5.4pt;" width="117" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">12</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:20.55pt;">
<td style="width:54.15pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="72" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">2A</p>
</td>
<td style="width:153.9pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="205" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Pedet <em>SuperHhutch</em></p>
</td>
<td style="width:100.95pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="135" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">30.35   x 72.00</p>
</td>
<td style="width:87.5pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="117" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">200</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:19.75pt;">
<td style="width:54.15pt;height:19.75pt;padding:0 5.4pt;" width="72" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">2B</p>
</td>
<td style="width:153.9pt;height:19.75pt;padding:0 5.4pt;" width="205" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Bunting Tua</p>
</td>
<td style="width:100.95pt;height:19.75pt;padding:0 5.4pt;" width="135" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">30.35   x 72.00</p>
</td>
<td style="width:87.5pt;height:19.75pt;padding:0 5.4pt;" width="117" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">70</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:20.55pt;">
<td style="width:54.15pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="72" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">3</p>
</td>
<td style="width:153.9pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="205" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Transisi,   Lame, Mastitis</p>
</td>
<td style="width:100.95pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="135" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">30.35   x 72.00</p>
</td>
<td style="width:87.5pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="117" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">176</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:19.75pt;">
<td style="width:54.15pt;height:19.75pt;padding:0 5.4pt;" width="72" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">4</p>
</td>
<td style="width:153.9pt;height:19.75pt;padding:0 5.4pt;" width="205" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Fresh, Starter   Dry Pregnant</p>
</td>
<td style="width:100.95pt;height:19.75pt;padding:0 5.4pt;" width="135" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">30.35   x 102.00</p>
</td>
<td style="width:87.5pt;height:19.75pt;padding:0 5.4pt;" width="117" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">572</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:20.55pt;">
<td style="width:54.15pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="72" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">5</p>
</td>
<td style="width:153.9pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="205" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">High Lactation</p>
</td>
<td style="width:100.95pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="135" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">30.35   x 150.00</p>
</td>
<td style="width:87.5pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="117" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">416</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:20.55pt;">
<td style="width:54.15pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="72" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">6</p>
</td>
<td style="width:153.9pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="205" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Super High   Lactation</p>
</td>
<td style="width:100.95pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="135" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">30.35   x 150.00</p>
</td>
<td style="width:87.5pt;height:20.55pt;padding:0 5.4pt;" width="117" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">416</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:19.75pt;">
<td style="width:54.15pt;height:19.75pt;padding:0 5.4pt;" width="72" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">7</p>
</td>
<td style="width:153.9pt;height:19.75pt;padding:0 5.4pt;" width="205" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Normal, Medium   Lactation</p>
</td>
<td style="width:100.95pt;height:19.75pt;padding:0 5.4pt;" width="135" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">30.35   x 150.00</p>
</td>
<td style="width:87.5pt;height:19.75pt;padding:0 5.4pt;" width="117" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">416</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.3pt;">
<td style="width:54.15pt;height:21.3pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="72" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">8</p>
</td>
<td style="width:153.9pt;height:21.3pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="205" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Late   Lactation, Culling</p>
</td>
<td style="width:100.95pt;height:21.3pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="135" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">30.35   x 150.00</p>
</td>
<td style="width:87.5pt;height:21.3pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="117" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">416</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;">Sumber : Livestock Departemen PT. Greenfields Indonesia, 2008</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Tabel 4. Peralatan Produksi PT. Greenfields Indonesia</p>
<table class="MsoNormalTable" style="margin-left:5.4pt;border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr style="height:10.5pt;">
<td style="width:30.55pt;height:10.5pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">No</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:10.5pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Nama Alat</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:10.5pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Jumlah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="border:medium none;width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">1</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Milk bar kapasitas 15 liter @ 12 ekor</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">6 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">2</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Drum Plastik   kapasitas 160 liter</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">6 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">3</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Drum Plastik   kapasitas 120 liter</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">2 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">4</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Drum Plastik   kapasitas 80 liter</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">8 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">5</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Dot Susu   kapasitas 2 liter</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">11Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">6</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Drench</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">2 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">7</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Milk Can</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">9 Tanki</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">8</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Mesin Semprot   desinfektan</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">1 set</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">9</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Bedding</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">50/petak</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">10</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Gerobak</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">3 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">11</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Ember</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">8 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">12</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Sikat Tangan</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">2 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">13</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Hang Pallet</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">1 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">14</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Dehorner</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">1 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">15</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Skid Loader</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">1 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">16</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Hand Tractor</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">4 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">17</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Cangkul</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">3 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">18</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Ember</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">1 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">19</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Kerikan</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">3 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">20</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Sorok</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">7 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">21</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Sapu Lidi   Panjang</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">7 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">22</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Mesin Perah   Kapasitas 14 ekor</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">1 unit</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">23</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Mesin Perah   Kapasitas 40 ekor</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">1 unit</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">24</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Botol teat   dipping</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">12 botol</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">26</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Ember   desinfektan</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">5 Buah</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.6pt;">
<td style="width:30.55pt;height:21.6pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="41" valign="top">
<p class="MsoNormal">27</p>
</td>
<td style="width:192.8pt;height:21.6pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="257" valign="top">
<p class="MsoNormal">Stilo (sikat kawat)</p>
</td>
<td style="width:173.35pt;height:21.6pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="231" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">6 buah</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;">Sumber : Perusahaan PT. Greenfields Indonesia, 2008</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Peralatan tersebut digunakan untuk departemen <em>heifer raising, livestock, dan milking parlor. </em>Produksi susu PT Greenfields Indonesia rata-rata per hari adalah 30 ton dengan rataan produksi susu<span> </span>per ekor per hari 27 liter. Sebelum dipasarkan susu di olah terlebih dahulu oleh unit <em>processing</em> untuk dijadikan susu pasteurisasi dan <em>whipping cream</em>. Harga jual susu tergantung pada <em>Total Plate Count</em> (TPC) dengan harga rata-rata Rp 4500,-/liter. Sebagian besar konsumen merupakan masyarakat luar negeri seperti Malaysia, Hongkong, India dan Australia.</p>
<p class="MsoBodyText2">Penanganan limbah dan sanitasi yang dilakukan oleh perusahaan memisahkan limbah cair dengan limbah padat. Limbah cair berasal dari flushing (air pencucian kandang), pembersihan tempat air minum (dump tank) dan limbah padat yang berasal dari bedding pasir hitam. Semuanya ditampung dalam satu wadah untuk diproses lebih lanjut. Limbah yang berasal dari sisa pakan akan dijual.</p>
<p class="MsoBodyText2">Untuk mencegah perkembangbiakan bakteri dan mengurangi pertumbuhan kuman sanitasi harus dilaksanakan dengan baik. Sanitasi meliputi unit pemerahan, kandang, dan pabrik pakan. Metode <em>Cleaning In Plate</em> (CIP) digunakan pada unit pemerahan, penyemprotan <em>vircons</em> serta penaburan <em>mistral</em> dilakukan oleh bagian kandang rutin tiap harinya.<span style="color:#1d1b11;"> Selain itu sanitasi yang dilakukan di PT Greenfields Indonesia berupa pencelupan roda mobil yang masuk kedalam perusahaan dan pencelupan kaki karyawan. Pencelupan dimulai dari roda mobilsetelah itu kaki dengan menggunakan air yang becampur dengan formalin, namun apabila karyawan masuk kesetiap departemen karyawan wajib mencelup kaki kedalam cairan virkons. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><br /> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-bottom:6pt;">MANAJEMEN REPRODUKSI</p>
<h1 style="text-align:center;">Bobot Badan dan Umur Pertamakali Kawin</h1>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;">Berdasarkan informasi yang diperoleh di perusahaan peternakan pemeliharaan sapi dara dipelihara di Probolinggo umur pertama kali dikawinkan dengan usia rata-rata 14 bulan<strong>.<span> </span></strong>Perkawinannya dilaksanakan dengan cara inseminasi buatan (IB).</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span lang="IN">Sapi dara yang berahi tidak langsung dikawinkan, melainkan diperiksa kondisi fisiologinya, yaitu dengan melihat bobot badan sebagai acuan bahwa sapi dara tersebut sudah dewasa kelamin. Menurut Lindsay <em>et al</em>. (1982) pada beberapa keadaaan, perkawinan betina sengaja ditunda dengan maksud agar induk tidak terlalu kecil waktu melahirkan. Induk yang terlalu kecil pada waktu melahirkan maka kemungkinan akan terjadi distokia. Umur ternak betina pada saat pubertas mempunyai variasi yang lebih luas daripada bobot badan pada saat pubertas (Nuryadi, 2000). Hal ini berarti bahwa bobot badan lebih berperan terhadap pemunculan pubertas daripada umur ternak.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;"><span lang="IN">Ditunjang oleh teori yang dikenal dengan nama <em>target</em></span><em> weight theory</em>, yaitu seekor ternak akan mencapai pubertas atau aktivitas produksi dapat berlangsung secara normal jika telah mencapai bobot badan tertentu. <span lang="SV">Umur dan bobot badan pubertas dipengaruhi oleh faktor-faktor genetik. Walaupun umur dari sapi dara sudah cukup untuk dikawinkan atau dengan kata lain<span> </span>sudah mengalami dewasa tubuh tidak berarti mengalami dewasa kelamin. Pada saat umur belum genap satu tahun dan bobot badan sudah mencapai 350 kg standar PT Greenfields Indonesia, dan jarak waktu tidak terlalu jauh maka sapi tersebut dapat dikawinkan. Alasan<span> </span>bahwa sapi dara harus mengalami dewasa kelamin adalah membantu dalam proses kelahiran,<span> </span>karena kelahiran yang tidak normal banyak terdapat pada sapi-sapi yang baru pertama kali melahirkan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;text-indent:36pt;" align="center"><strong><span lang="SV">Deteksi Berahi</span></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2"><span lang="SV">Deteksi berahi yang tepat merupakan kunci utama keberhasilan suatu perkawinan selain ketepatan dan kecepatan saat melakukan perkawinan, pemeriksaan berahi yang efektif memerlukan pengetahuan yang lengkap tentang tingkah laku sapi yang berahi baik normal ataupun tidak. Deteksi berahi paling sedikit dilaksanakan dua kali dalam satu hari, pagi hari dan sore/malam hari. Dalam pelaksanaan deteksi berahi bagi para inseminator maupun<span> </span>peternak sukar untuk dapat mengetahui saat yang tepat awal terjadinya estrus (berahi). Terjadinya berahi pada ternak di sore hari hingga pagi hari mencapai 60%, sedangkan pada pagi hari sampai sore hari mencapai 40% (Lubis, 2006). Menurut Ihsan (1992) deteksi berahi umumnya dapat dilakukan dengan melihat tingkah laku ternak dan keadaan vulva.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pengamatan berahi di lokasi PKL dilakukan cukup teratur. Pengecekan dilakukan oleh <em>service veteriner</em> pada pagi hari saat sapi digiring ke tempat pemerahan, siang hari saat sapi istirahat atau setelah diperah, begitu juga dengan kegiatan sore hari untuk pemerahan kedua, dan malam hari setelah sapi-sapi tersebut selesai diperah. Para petugas akan mencatat <em>ear tag</em> (identitas) apabila sapi betina menaiki sapi lain dan diam jika dinaiki. Kemudian sapi akan diperiksa dengan mencocokkan data yang ada melalui siklus estrus dari sapi tersebut. Siklus estrus adalah berahi yang berulang secara teratur dalam kurun waktu rata-rata 21 hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Secara fisiologis, berlangsungnya siklus berahi ini melibatkan aktivitas sistem syaraf dan sistem hormonal dalam tubuh sapi, sehingga dapat dikatakan bahwa reproduksi sapi berlangsung secara <em>neuro hormonal</em>. Jika sapi tersebut masuk dalam pengecekkan satu siklus berahi (rata-rata 18-23 hari), tanda <em>chalking orange</em> pada pangkal ekor menghilang, vulva terlihat bengkak, panas, dan merah maka sapi tersebut dapat dikawinkan, untuk memastikan estrus lebih tepat lagi, <em>cervic</em> dapat diraba, jika agak keras (tegang) maka sapi tersebut positif estrus dan harus segera dikawinkan sebelum terlambat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Lamanya sapi berahi sangat bervariasi yaitu berkisar 6-30 jam (Lubis, 2006), dengan rataan 17 jam. Tidak jarang sapi-sapi yang berada di PT Greenfields Indonesia waktu berahinya tidak diketahui saat malam hari (10 pm) hingga pagi hari (6 am) karena tidak ada veteriner yang bertugas. Hal ini dapat membuat peternak kehilangan satu siklus berahi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="line-height:normal;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="line-height:normal;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="line-height:normal;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="line-height:normal;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="line-height:normal;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="line-height:normal;"><span lang="SV">Tabel 5. Lama waktu berlangsungnya fase-fase</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="line-height:normal;"><span> </span>dari siklus berahi pada sapi betina</p>
<table class="MsoNormalTable" style="margin-left:5.4pt;border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:157.15pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="210" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Fase</p>
</td>
<td style="width:239pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="319" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="FI">Lama waktu (hari ke-) dari siklus</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:157.15pt;padding:0 5.4pt;" width="210" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Estrus</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:239pt;padding:0 5.4pt;" width="319" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">0–1</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:157.15pt;padding:0 5.4pt;" width="210" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Metestrus</p>
</td>
<td style="width:239pt;padding:0 5.4pt;" width="319" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">1-3</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:157.15pt;padding:0 5.4pt;" width="210" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Diestrus</p>
</td>
<td style="width:239pt;padding:0 5.4pt;" width="319" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">4-16</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:157.15pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="210" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Proestrus</p>
</td>
<td style="width:239pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="319" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">17-21</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;">Sumber: </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="SV">Makalah Seminar Pelatihan Inseminator pada Sapi/Kerbau BIB Singosari, 2006</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Catatan :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span>Dalam menyebut hari-hari dari siklus berahi, hari ke-0 adalah saat munculnya berahi pertama kali, hari ke-1 adalah hari dimana berahi muncul pertama kali, demikian hari selanjutnya sampai dengan hari ke-21 dari siklus berahi. Hari-hari ini penting diketahui misalnya untuk penyuntikkan hormon prostaglandin (PGF<sub>2α</sub>) yang harus diberikan pada hari-hari antara hari ke-5 sampai dengan hari ke-16 dari siklus berahi.</p>
<h1 style="text-align:center;">Sistem Perkawinan</h1>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;">Sistem perkawinan merupakan gambaran dari beberapa metode perkawinan untuk program pengembakbiakan sapi. Masa berahi seekor sapi cukup singkat, untuk itu diperlukan pengamatan secara teliti terhadap tanda-tanda berahi seekor ternak agar program perkawinan dapat berjalan sesuai rencana. Sistem perkawinan ternak dapat dilakukan dengan dua cara:</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Perkawinan Alam</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;">Perkawinan alam dilakukan oleh seekor pejantan yang langsung memancarkan sperma kedalam alat reproduksi betina dengan cara kopulasi. Terlebih dahulu pejantan mendeteksi kondisi berahi betina dengan menjilati atau membau di sekitar organ reproduksi betina bagian luar setelah itu pejantan melakukan penetrasi</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:54pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Perkawinan Buatan</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;">Perkawinan buatan sering dikenal dengan Inseminasi Buatan (IB) atau <em>Artificial Insemination</em> (AI) yaitu dengan memasukkan sperma kedalam saluran reproduksi betina dengan menggunakan peralatan khusus (Blakely dan Bade, 1988).</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;">Perkawinan yang dilakukan oleh Departemen Reproduksi PT Greenfields Indonesia melalui inseminasi buatan (IB) pada saat sapi tersebut menunjukkan gejala-gejala berahi dan mencocokkan data yang ada dalam satu siklus. Pelaksanaan perkawinan harus dilakukan pada saat berahi. Selain itu pengecekan terhadap gangguan reproduksi juga dilakukan, jika sapi tersebut mengalami infeksi pada bagian <em>cervic</em>, atau organ lainnya maka perkawinan akan ditunda.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;">Perlengkapan yang digunakan untuk perkawinan adalah (1). <em>straw </em>beku pejantan unggul yang diimpor dari Amerika dengan bangsa FH (Frisian Holstein), (2). <em>gun</em> IB yang diimpor dari New Zealand, dan (3). <em>plastic sheat</em> berasal dari Perancis. <em>Straw</em> langsung didatangkan dari Amerika dengan harga sekitar Rp 350.000,00 – Rp 400.000,00- dalam satu <em>container </em>dengan kapasitas kurang lebih 3024 dosis. <span lang="SV">Semen-semen yang terdapat dalam satu <em>container</em> yang berisi 32-34 liter nitrogen terdiri dari 6-7 pejantan FH (Friesian Holstein) dengan jumlah sperma minimal dua puluh lima juta dalam satu <em>straw </em>kapasitas setengah milliliter (0,5 ml). <em>Straw </em>akan diambil sesuai kebutuhan dan disimpan dalam container kecil dengan kapasitas nitrogen enam liter untuk di bawa ke lapangan. Pergantian <em>straw</em> biasanya dilakukan setiap 6 bulan dengan adanya berbagai pertimbangan. Penambahan nitrogen dilakukan saat batas nitrogen dalam <em>container </em>kurang dari panjang <em>straw</em>, biasanya pada saat volume nitrogen tinggal 30-32 liter.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><em><span lang="SV">Straw </span></em><span lang="SV">yang berada di perusahaan tidak hanya diimpor dari Amerika saja, melainkan ada yang diambil dari BIB (Balai Inseminasi Buatan) Singosari. Penggunaan <em>straw </em>yang berasal dari BIB Singosari digunakan untuk sapi-sapi yang bersiklus normal. Jika sapi tersebut bunting dan melahirkan pedet jantan, maka akan diserahkan kembali ke BIB. Tetapi jika pedet yang dilahirkan betina, maka akan menjadi milik perusahaan Greenfields Indonesia.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;"><span lang="FI">Pelaksanaan IB dilakukan oleh inseminator yang sudah menguasai teknik inseminasi. Dimulai dari pengambilan <em>straw </em>dari <em>container</em>, pencairan sperma dengan menggunakan air yang bersuhu 37<sup>0</sup>C, memasukkan <em>straw</em> ke dalam <em>gun</em>, perabaan <em>cervic</em> yang benar agar dalam menyuntikkan <em>gun</em> tepat dua hingga tiga sentimeter di depan mulut <em>cervic</em>. Semua prosedur untuk IB dilakukan dengan sangat hati-hati. Kriteria semen yang digunakan PT Greenfields Indonesia berdasarkan produksi susu yang tinggi, <span> </span>sedangkan kriteria semen yang digunakan untuk heifer berdasarkan <em>easy calving</em> 6% (mudah beranak).<span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;"><span lang="FI">Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan inseminasi buatan diantaranya :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Kondisi betina, meliputi kesehatan dan anatomi organ reproduksi, <em>Body Condition Score </em>(BCS), lingkungan dan pakan, ektoparasit dan endoparasit.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Spermatozoa, dilihat dari total sperma yang motil (% motilitas dan konsentrasinya)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Ketepatan waktu IB (siklus berahi)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-17.85pt;margin:0 0 6pt 17.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Penempatan posisi semen saat IB (tepat di depan cervik ± 3 cm)<strong></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:center;" align="center"><strong>Program Ovsynch</strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Departemen Reproduksi PT Greenfields Indonesia membuat program penyerentakkan berahi. Program ini disebut dengan Program <em>Ovsynch</em> (ovulation synchronisasi). Dengan penyerentakkan berahi dimaksudkan pengendalian siklus berahi sedemikian rupa sehingga periode estrus pada banyak hewan betina terjadi serentak pada hari yang sama atau dalam waktu 2 sampai 3 hari (Toelihere, 1979). Hal ini juga bertujuan agar dapat mengefisiensikan waktu berahi dan target untuk <em>calving interval</em> dapat tercapai.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;">Dasar fisiologis dari sinkronisasi berahi adalah hambatan pelepasan <em>Luteinizing Hormone </em>(LH) dari hipofisis anterior yang menghambat pematangan <em>folikel de Graaf <span> </span></em>atau penyingkiran k<em><span style="font-style:normal;">orpus luteum</span> </em>baik secara manual atau secara fisiologis dengan pemberian preparat hormon luteolitik. Karena progesteron dapat menghambat pelepasan LH, pertumbuhan folikel, berahi dan ovulasi maka progesteron merupakan preparat pertama yang dipakai untuk sinkronisasi berahi. Pelaksanaanya dimulai dari DIM (days in milk) 46 hari setelah melahirkan. Sapi-sapi yang tidak berahi akan disuntikkan hormon <em>prostaglandin</em> 1 (PG1) yang biasa dilakukan pada hari Rabu, setelah 17 hari tidak berahi maka akan disuntikkan PG2. Untuk sapi yang berahi langsung dikawinkan, jika tidak berahi lagi maka akan diberikan penambah hormone GnRH1 (Gonadothropin Releasing Hormone) yang dilaksanakan 14 hari setelah PG2, kemudian jika sampai 7 hari sapi tersebut tidak ada tanda-tanda berahi maka akan disuntikkan PG3 dan suntikkan hormon terakhir untuk perangsang yaitu menggunakan hormone GnRH2 (Gonadothropin Releasing Hormone) bersamaan dengan IB setelah penyutikkan PG3 selama 3 hari. Dosis penyuntikannya untuk semua sama sebanyak 2 ml, kecuali penyuntikkan GnRH2 sebanyak 1 ml. Penyuntikkan dilakukan intravena bagian belakang tubuh sapi (pantat). Penyuntikkan progesteron ini bertujuan untuk menghambat pematangan <em>folikel</em> dan menyingkirkan (degradasi) <em>corpus luteum</em> secara mekanik, estrus dan ovulasi.</p>
<p style="line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><strong><span lang="SV">Jadwal Program sinkronisasi ovulasi:</span></strong></p>
<p style="line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV">PG 1<span> </span>: Dim 46</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV">PG 2<span> </span>: 17 hari setelah PG 1</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV">GnRH 1<span> </span>: 14 hari setelah PG 2</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV">PG 3<span> </span>: 7 hari setelah GnRH 1</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span lang="SV">IB + GnRH 2<span> </span>: 3 hari setelah PG 3</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:6pt;text-indent:36pt;"><span lang="SV">Keberhasilan dari program <em>ovsynch</em> departemen reproduksi dapat dilihat pada total sapi yang bunting setelah disuntik PG3 diangka 80% (satatus tercapai). Pemberian GnRH2 + IB mempunyai target 8% dari program <em>ovsynch</em>. Selain dari program <em>ovsynch</em> perusahaan tersebut juga melakukan <em>treatment</em> <em>Chorulon</em> (Chorionic gonadothropin) untuk sapi-sapi yang DIM &lt; 200 dan sudah lebih dari 3 kali di IB tidak bunting. Fungsi dari <em>chorulon</em> tersebut biasanya diberikan pada kasus-kasus infertilitas (tidak terjadinya pembuahan), sistik ovari (nimfomania), induksi ovulasi (delayed ovulasi). Penyuntikkan <em>chorulon </em>ini menggunakan HCG (hormon chorionik gonadotropin) sebanyak 10 mililiter pada bagian paha belakang kiri dan kanan.</span></p>
<h1 style="text-align:center;"><span lang="SV">Pemeriksaan Kebuntingan</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Sapi yang diduga tidak berahi setelah dikawinkan kemungkinan bunting. </span><span lang="FI">Pemeriksaan kebuntingan sapi dilakukan satu sampai satu setengah bulan setelah inseminasi terakhir. Pemeriksaan dilakukan dengan cara palpasi rektal yaitu memasukkan tangan pada bagian rektal, jika ovarium terasa asimetris atau<span> </span>adanya pembesaran di salah satu ovari, bisa dikatakan sapi tersebut bunting. Selain itu perabaan dapat dilakukan pada bagian <em>fetal</em> membran (percabangan uteri) yang terasa membesar, pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter hewan atau veteriner yang mempunyai keahlian dalam hal reproduksi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Umur kebuntingan 1,5 bulan sangat muda dan dapat mengakibatkan pecahnya embrio yang masih sangat kecil. </span><span lang="SV">Jika sapi tersebut positif bunting maka diberi tanda dengan <em>chalking green</em> pada pangkal ekor<em>.</em> Sejarah perkawinan sapi yang bersangkutan termasuk tanggal melahirkan, tanggal dan jumlah IB yang dilakukan pada seekor sapi harus tercatat dengan baik sehingga dapat dipelajari terlebih dahulu. Catatan perkawinan dan reproduksi yang lengkap sangat bermanfaat untuk menentukan umur kebuntingan secara tepat dan cepat (Toelihere, 1985).</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-bottom:6pt;"><span lang="FI">Pemeriksaan kebuntingan dilakukan pada pagi hari saat sapi kembali ke kandang setelah diperah. Ini dapat membantu seorang veteriner untuk memeriksanya, karena sapi dapat di <em>lock up</em> (jepit) pada bagian kepala, sehingga mudah untuk di palpasi. Sebelum melakukan palpasi tangan dibungkus dengan <em>gloves plastic</em>, dan mengambil sebagian feses yang ada sebagai pelicin. Mulanya memasukkan satu jari, dua jari dan seterusnya hingga semua bagian masuk kedalam rektum. Jika kotoran terlalu banyak dapat dikeluarkan sebagian, tidak perlu sampai habis. Saat tangan sudah masuk sapi akan berkontraksi (merejan), tangan didiamkan beberapa saat, kemudian dapat dilanjutkan kembali.</span></p>
<h1 style="text-align:center;"><span lang="FI">Penanganan Kelahiran</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Sapi-sapi yang sudah masuk dalam program pengeringan (dry off program) di pen DP (dry pregnant) akan selalu dikontrol. </span><span lang="SV">Sapi dengan umur kebuntingan 8 bulan keatas akan dipindahkan ke pen 8 (pen transisi). Begitu juga saat sapi menujukkan tanda-tanda melahirkan, biasanya sangat terlihat pada bagian vulva yang mengendor dan adanya lendir berwarna kekuningan yang menggantung. Sapi dapat langsung digiring menuju pen <em>maternity</em> (pen beranak). Hal ini sangat penting dilakukan untuk menghindari sapi melahirkan di kandang pen <em>dry pregnant</em> sehingga tidak membahayakan pedet yang akan lahir. Sapi yang mengalami kesulitan dalam melahirkan akan mendapat bantuan dari veteriner.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Masalah yang sering terjadi adalah distokia dalam posisi posterior (posisi kepala pedet menghadap kedalam). Jika sapi tersebut mengalami distokia maka dengan segera dokter hewan ataupun veteriner membetulkan posisi pedet dalam kondisi normal. Setelah itu pedet akan dikeluarkan dengan menarik pada bagian kaki yang diikat tali saat sapi merejan hingga semua tubuh pedet keluar. Dalam kondisi normal proses kelahiran pedet terbagi kedalam beberapa tahap atau fase, yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Fase pertama : sapi gelisah, vulva kendor, vulva mengeluarkan lendir, sapi merejan, amnion terlihat dan amnion pecah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Fase kedua : organ tubuh pedet sebagian terlihat, sapi merejan dan seluruh tubuh pedet terlihat.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Fase ketiga : plasenta keluar</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Kelahiran harus sudah terjadi dalam waktu 8 jam, jika pedet belum juga keluar maka perlu mendapat bantuan. </span>Pertolongan diberikan dengan memastikan terlebih dahulu kondisi pedet, setelah dirasa benar maka pedet siap dikeluarkan. Kaki depan akan diikat dengan tali yang sudah dicelupkan <em>iodine</em> 7%. Begitu juga tangan yang akan dimasukkan ke dalam vulva dicelupkan dengan <em>iodine</em>. Pada saat sapi merejan kaki akan ditarik. Pedet yang keluar segera dibersihkan dari lendir-lendir yang tersisa terutama pada bagian hidung dan mulut untuk membantu pernafasan. Induknya pun ikut menjilat-jilat tubuh pedet. Empat sampai lima jam setelah melahirkan<span> </span>plasenta harus sudah keluar. Sapi yang sudah melahirkan segera diberikan vitamin AD<sub>3</sub>E 5 ml lewat suntikkan di bagian leher (intravena), penstrep<span> </span>yang disuntikkan melalui intravena bagian leher sebanyak 20 ml, dan pemberian <em>calcoral gel</em> 400 ml melalui mulut. Penanganan yang diberikan bertujuan agar kondisi sapi tidak melemah setelah melahirkan (drop). Beberapa jam setelah itu sapi akan diperah untuk diambil kolostrumnya menggunakan mesin perah <em>portable</em>.</p>
<h1></h1>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<h1 style="margin-bottom:6pt;text-align:center;">GANGGUAN REPRODUKSI</h1>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Tinggi rendahnya produksi ternak tergantung bagaimana reproduksinya. </span>Secara keseluruhan penurunan daya reproduksi dan kematian merupakan masalah reproduksi yang belum ditangani secara baik. Umur melahirkan pertama kali dapat dipengaruhi oleh pakan, sehingga membuat siklus berahi selanjutnya tidak normal (lebih panjang/pendek). Beberapa gangguan reproduksi secara umum dipengaruhi oleh lingkungan, hormonal, genetik (anatomi), dan penyakit/infeksi.</p>
<h1 style="text-align:center;">Lingkungan</h1>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Khususnya dalam hal pemberian pakan, harus diupayakan dengan baik dan seimbang terutama pada umur muda (Herwiyanti, 2006). Pakan yang kurang otomatis akan membuat perkembangan alat reproduksi juga terhambat, dan sekresi hormon terganggu. Begitu juga saat pakan yang berlebih menyebabkan obesitas, pada sapi dara akan mengganggu perkembangannya sedangkan pada sapi dewasa mengganggu ovulasi. <span lang="ES">Defisiensi vitamin A menyebabkan abortus, defisiensi vitamin AD<sub>3</sub>E menyebabkan anestrus. Saat defisiensi mineral Phosfor (P) akan terjadi hipofungsi ovari, dan lambat untuk pubertas. Mineral Cuprum (CU), Ferum (FE), Cobalt (CO) dapat menyebabkan kegagalan berahi, begitu juga dengan induk yang kekurangan Yodium maka pedet akan <em>premature</em> dan kondisi lemah saat kelahiran. Saat sapi masuk dalam tahap menyusui akan menghambat hormon GnRH. Iklim juga menjadi salah satu faktor, panas yang berlebih dalam jangka waktu yang lama membuat sapi tidak menunjukkan tanda-tanda berahi. Lingkungan juga berhubungan dengan senilitas/ketuaan, gigi yang aus sehingga sapi tidak nafsu makan akibatnya defisiensi.</span></p>
<h1 style="text-align:center;">Hormonal</h1>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Sapi anestrus (adanya corpus luteum) fungsi CL itu sendiri mempertahankan kebuntingan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><em>Silent heat</em> bisa disebabkan kekurangan hormon estrogen, sapi yang sudah tua, atau berahi setelah melahirkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Berahi yang singkat (18 jam) tidak teramati</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Hipofungsi ovarium, kurangnya hormon FSH (Follicle Stimulating Hormon)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-17.85pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 17.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Cistik ovari, kurangnya hormon LH (Luteinizing Hormon) menyebabkan sapi mau menaiki tapi tidak mau dinaiki.</span></p>
<h1 style="text-align:center;"><span lang="SV">Genetik/anatomi</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Sifat hereditas (menurun): ovari kecil tidak berkembang, apabila terjadi pada keduanya maka sapi harus diafkir; adanya saluran reproduksi yang tidak berkembang.<span> </span>Untuk sifat yang tidak menurun: ovarium hanya satu, <em>freemartin </em>(kembar jantan dan betina).</span></p>
<h1 style="text-align:center;"><span lang="SV">Penyakit/infeksi</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan protozoa. Akibat yang ditimbulkan dari bakteri salah satunya adalah <em>Brucellosis </em>sedangkan virus dapat menyebabkan IBR (Infectious Bovine Rhinotracheitis). Beberapa gangguan reproduksi yang sering terjadi di PT Greenfields Indonesia, yaitu sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Nimfomania (berahi setiap hari)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Penyebab dari nimfomania itu sendiri karena produksi susu yang tinggi tetapi tidak diimbangi dengan nutrisi (intake nutrisi rendah) sehingga kekurangan hormon LH (Luteinizing hormone). Jika dilakukan palpasi parental pada bagian ovarium maka akan terasa salah satu ovarium atau kedua-duanya membesar dan terdapat cairan, dindingnya tipis, diameter lebih dari 2,5 cm serta gejala berahi terus menerus. Persentasi yang terhitung pada kasus seperti ini menunjuk angka 5%, tetapi kejadiannya dalam kelompok berbeda-beda.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Untuk penanganan kasus ini sapi akan diberikan injeksi hormon LH (Lutenizing Hormon) sebanyak 3 ml. <span lang="SV">Hormon tersebut akan disuntikkan secara intrauteri menggunakan gun plastik.<span> </span><span> </span><span> </span></span></p>
<p class="ListParagraph" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;display:none;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="display:none;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="display:none;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>RFM (Retensi Fetal Membran)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="PT-BR"><span> </span>Secara fisiologik selaput fetus tanggal dalam waktu 3 sampai 8 jam postpartum. Apabila selaput tersebut menetap lebih lama dari 8 sampai 12 jam, kondisi ini dianggap patologik dan terjadilah <em>retensio secundinae</em> (Toelihere, 1985).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="PT-BR">Penyebabnya adalah kegagalan lepasnya vilia kotiledon fetus dari kripta karankula maternal karena dorongan myometrium yang lemah. Uterus akan terus berkontraksi dan sejumlah besar darah yang tadinya mengalir ke uterus sangat berkurang. </span><span lang="SV">Karankula maternal mengecil karena suplai darah berkurang dan kripta karankula berdilatasi. <em>Retensio secundinae</em> sebenarnya adalah suatu proses kompleks yang meliputi pengurangan suplai darah diikuti oleh penciutan struktur-struktur plasenta <em>maternal</em> dan <em>fetal</em>, perubahan-perubahan degeneratif dan kontraksi uterus yang kuat (Toelihere, 1985). Plasenta tersebut harus keluar, karena akan mempengaruhi proses reproduksi selanjutnya. Bakteri yang menepel pada plasenta akan masuk kedalam organ reproduksi. Jasad-jasad renik seperti <em>Brucella abortus</em>, <em>Tuberculosis</em>, <em>Campylobacter fetus</em> dan berbagai jamur menyebabkan <em>placentitis.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Gejala yang cukup jelas yaitu sebagian selaput fetus menggantung keluar dari vulva 12 jam atau lebih sesudah kelahiran normal, abortus atau distokia. Sekitar 20 sampai 25 persen memperlihatkan gejala-gejala metritis dengan suhu badan yang tinggi, produksi susu dan berat badan menurun. </span><span lang="FI">Pada kasus ini angka kematian sangat sedikit dan tidak melebihi satu sampai dua persen. </span><span lang="SV">Apabila ditangani dengan cepat dan baik maka kesuburan sapi tidak banyak terganggu. Pada kasus ini kerugian yang diderita peternak bersifat ekonomis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Berbagai cara dan sarana telah dipakai untuk menangani <em>Retensio secundinae</em>. Cara yang masih popular dikalangan dokter hewan adalah menyingkirkan selaput fetus secara manual dan memberikan antibiotik. Pelepasan plasenta manual dapat dilakukan dengan menempatkan tangan pada endometrium dan chorion di ruang interkotiledoner dan kotiledon fetal serta karankula dipegang secara individual, ditekan, dan dengan ibu jari serta jari telunjuk memisahkan secara hati-hati. Semua selaput fetus harus dikeluarkan secara keseluruhan tanpa meninggalkan sisa di dalam uterus yang sangat berpotensi terjadinya infeksi. Dapat juga dilakukan irigasi (pencucian) dengan iodine povidone sebanyak 200 ml intravagina. Antibiotik yang dipakai oleh veteriner departemen reproduksi mencakup <em>Oxytetracyclin</em> sebanyak(&lt;&lt;&lt;)</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-bottom:6pt;"><span lang="SV">Penyakit pada uterus yang terinfeksi setelah kelahiran pada alat kelamin betina kebanyakan terjadi dari saat melahirkan sampai 3 hari sesudahnya, pada saat <em>cervic</em>, vagina, dan vulva masih mengalami dilatasi. </span><span lang="FI">Pada saat tersebut kuman dapat leluasa masuk ke alat kelamin. Terjadinya infeksi tergantung dari virulensi kuman maupun daya tahan yang dimiliki oleh saluran kelamin. Kejadian ini mencapai angka 19% pada tahun 2007.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-bottom:6pt;"><strong><span style="display:none;"> </span></strong></p>
<p class="ListParagraph" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;display:none;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="display:none;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="display:none;"> </span></strong></p>
<p class="ListParagraph" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;display:none;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="display:none;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="display:none;"> </span></strong></p>
<p class="ListParagraph" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;display:none;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="display:none;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="display:none;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Endometriris (Lendir Infeksi)</strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2"><span lang="SV">Infeksi endometrium merupakan peradangan pada bagian uterus yang paling ringan. Pada umumnya disebabkan oleh infeksi jasad renik yang masuk ke dalam uterus melalui <em>cervic</em> dan vagina. Kuman-kuman yang sering masuk melalui <em>cervic</em> dan vagina adalah <em>Strepthococcus</em>, <em>Staphylococcus</em>, <em>Coli</em> (berasal dari feses, mungkin pada waktu inseminasi buatan, atau pertolongan distokia maupun retensio). Endometritis penyebab utama kemajiran (Toelihere, 1985). Masih dapat dipahami bahwa dalam alat kelamin betina yang mempunyai uterus menderita endometritis masih dapat terjadi fertilisasi, kecuali jika endometritis itu menghasilkan sekresi nanah atau lendir lain yang volumenya banyak sekali hingga menyebabkan perjalanan semen terganggu.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2"><em><span lang="SV">Symptom</span></em><span lang="SV"> endometritis sangat tergantung kepada derajat penyakitnya. Endometritis ringan secara klinis sulit diketahui gejalanya. Mungkin diketahui bila dalam keadaan estrus dan lendir berahi yang keluar tidak terang tembus seperti kaca, dimana lendir yang dihasilkan oleh bagian-bagian yang meradang bersifat jernih<span> </span>seperti air (Partodiharjo, 1987). Untuk endometritis yang tergolong lebih berat biasanya menghasilkan sekresi yang mudah dilihat mata dan dikenal secara klinis. Misalnya endometritis <em>mucopurulent</em> yang ditandai dengan keluarnya nanah melalui vagina dan tertinggal di ujung rambut (Partodiharjo, 1987).</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2"><span lang="SV">Endometritis subklinis di PT Greenfields Indonesia ditandai dengan sapi yang siklus berahinya normal, hanya saja saat dikawinkan sulit bunting, sedangkan pada gejala endometritis klinis ditunjukkan dengan adanya leleran (lendir) yang berwarna keruh atau keputihan. Berbagai kriteria infeksi ditandai oleh tingkat kekentalan lendir tersebut. Beberapa kriteria lendir yang terlihat di lapang :</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">LI<span> </span>+1<span> </span>: Lendir sedikit keruh tidak terdapat gumpalan</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">LI +2<span> </span>: Lendir berwarna keputihan, adanya sedikit gumpalan</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">LI +3<span> </span>: Lendir berwarna putih dengan jumlah gumpalan yang cukup</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:72pt;text-indent:0;"><span lang="SV"><span> </span>Banyak</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2"><span lang="SV">Sebelum terjadinya endometritis, biasanya sapi-sapi tersebut mengalami distokia saat melahirkan, atau RFM. Diagnosis endometritis pada umumnya disusun menurut pemeriksaan rektal, vagina, anamnese, dan biopsi (Partodiharjo, 1987). Menurut anamnese biasanya sapi yang endometritis tidak bunting saat dikawinkan. Untuk pemeriksaan pravaginal didapatkan adanya sedikit lendir dalam vagina. Volume sekresi biasanya tidak banyak, lendir akan mengalir menuju vulva. Untuk pemeriksaan rektum umumnya didapatkan kedua uterus sedikit membesar dibandingkan uterus yang tidak bunting dan didapatkan juga penebalan pada dinding uterus. Diagnosa yang sempurna ialah bila diadakan biopsi. Dengan biopsi, pewarnaan dan pemeriksaan mikroskopik akan dapat gambaran yang jelas dan pasti tentang endometrtis, karena sifat peradangan pada jaringan endometrium dengan jelas terlihat dibawah mikroskop.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-bottom:6pt;"><span lang="SV">Banyak sekali macam dan cara pengobatan yang dilakukan dan pada umumnya berhasil baik. Pengobatan yang dilakukan dengan menyutikkan OTC (Oxytetracyclin). Larutan OTC dibuat dari campuran Aqudest 60 ml + Alamycin LA 6 ml secara intrauteri atau dengan menggunakan metricure 10 ml melalui intrauteri (gun plastik). Antibiotik yang dimasukkan kedalam uterus bertujuan untuk menstimulir organ reproduksi betina lalu membasmi jasad renik yang meradang dalam uterus. Untuk kasus endometritis yang menyerang pada tahun 2007 sebesar 20% <span> </span>yang diperoleh dari data sapi-sapi transisi.</span></p>
<p class="ListParagraph" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;display:none;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="display:none;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="display:none;"> </span></strong></p>
<p class="ListParagraph" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;display:none;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="display:none;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="display:none;"> </span></strong></p>
<p class="ListParagraph" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;display:none;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="display:none;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="display:none;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Metritis</strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;">Metritis atau peradangan seluruh bagian uterus meliputi semua lapisan dinding uterus. Kejadiannya berlangsung dua minggu setelah beranak. Sifat toksiknya terjadi dalam waktu 3-5 hari setelah melahirkan. Metritis umumnya disertai <em>septicemia</em> berat atau toksemia (metritis septika). Penyebab infeksi yang paling banyak ditemukan adalah kuman-kuman koliform seperti, <em>E.coli, Strepthoccocus, Staphiloccocus</em> dan defisiensi mineral.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Gejala yang sering timbul biasanya tampak lesu, menahan rasa sakit, produksi susu akan menurun, tidak mampu untuk berdiri, anoreksia, dan keluarnya <em>discharge</em> (cairan) encer berwarna coklat dan berbau amis. Pada saat dilakukan palpasi rektal menunjukan uterus membesar (tidak normal), <em>cervic </em>teraba lebih besar dari biasanya, dan kadang-kadang bila uterus ditekan maka akan mengeluarkan leleran yan bersifat <em>mucopurulent</em>. Keadaan ini memungkinkan tidak teraturnya siklus berahi (Subronto dan Tjahajati, 2001). Kerugian yang akan diterima oleh peternak dalam kasus ini dapat menyebabkan penurunan angka kelahiran, penurunan produksi, penurunan berat badan, munculnya <em>reapet breeder</em>, pyometra dan majir (Hardjopranjoto, 1995). Di PT Greenfields Indonesia kondisis ini sudah mencapai angka 20% pada tahun 2007. Berikut adalah gambar sapi yang terserang metritis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pengobatan dapat dilakukan dengan<span> </span>pemberian antibiotik <em>Engemycin</em> (Oxytetraxyclin) sebanyak 20 ml secara intrauteri atau dengan menggunakan <em>Utozym</em>. </span>Jika sapi dalam kondisi parah sapi segera diinfus dengan OTC 200 ml (Aqudest 200 ml + Alamycin 20 ml). Pencegahan yang dapat dilakukan dengan memperbaiki sanitasi kandang, peralatan yang steril saat penanganan distokia, proses inseminasasi buatan yang aseptis, serta pemberian pakan dengan cukup mineral.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="ListParagraph" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;display:none;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="display:none;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="display:none;"> </span></strong></p>
<p class="ListParagraph" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;display:none;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="display:none;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="display:none;"> </span></strong></p>
<p class="ListParagraph" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;display:none;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="display:none;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="display:none;"> </span></strong></p>
<p class="ListParagraph" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;display:none;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="display:none;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="display:none;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Pyometra</strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2">Pyometra merupakan penyakit yang ditandai dengan teririsnya rongga uterus oleh eksudat purulent dan biasanya tanpa diikuti oleh gejala-gejala penyakit sistemik (Subronto dan Tjahajati, 2001). Kejadian pyometra korpus luteum (CL) dapat diraba pada salah satu ovariumnya. <span lang="SV">Mungkin saja CL tidak ada, atau melekat dan tidak dapat dipalpasi. Korpus luteum yang terdapat pada pyometra terjadi karena adanya ovulasi post-partum. Pada umumnya pyometra terlihat lebih kurang 3 minggu setelah kelahiran sampai sepanjang masa laktasi. Pyometra biasanya diawali oleh kelahiran yang abnormal. Beberapa keadaan pyometra yang sering dijumpai dalam sifat tertutup (tanpa leleran) maupun terbuka (adanya eksudat dari vagina). Uterus terasa jauh lebih besar dari normal. Eksudat dapat bersifat kuning sampai bercampur darah.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-bottom:6pt;"><span lang="SV">Pengamatannya melalui lendir yang sangat kental dengan banyaknya gumpalan-gumpalan putih keluar dari vulva. Kebanyakan pyometra dapat disembuhkan dengan sekali pengobatan. Untuk pengobatan, tujuan utamanya adalah<span> </span>mengosongkan uterus dengan meningkatkan kontraksi atau menghilangkan CL (Corpus Luteum).</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-bottom:6pt;"><span lang="SV">Obat-obatan yang dapat digunakan meliputi estrogen, oxytocin, prostaglandin atau analognya (Subronto dan Tjahajati, 2001). Terapi pyometra yang dilakukan oleh bagian veteriner dengan menyuntikkan hormon PGF2</span>α<span lang="SV">, Oxytocin, atau menggunakan Metricure (Cefapirin benzhatine) 500 mg intrauteri. Berikut adalah beberapa peralatan yang digunakan untuk mendukung kegiatan reproduksi, dapat dilihat pada tabel 6.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-bottom:6pt;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:49.5pt;text-align:left;text-indent:-49.5pt;line-height:normal;" align="left"><span lang="SV">Tabel 6. Alat-alat yang Digunakan di Departemen Reproduksi </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:49.5pt;text-align:left;text-indent:-49.5pt;line-height:normal;" align="left"><span lang="SV"><span> </span></span>PT Greenfields<span> </span>Indonesia</p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;width:396.3pt;margin-left:5.4pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="528">
<tbody>
<tr style="height:20.35pt;">
<td style="width:172.3pt;height:20.35pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="230" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;"><strong>Nama</strong></p>
</td>
<td style="width:86.15pt;height:20.35pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="115" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;"><strong>Jumlah</strong></p>
</td>
<td style="width:137.85pt;height:20.35pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;"><strong>Keterangan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.1pt;">
<td style="border:medium none;width:172.3pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="230" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Container straw</p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">(kapasitas ± 3000)</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:86.15pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="115" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">2 unit</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:137.85pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Menyimpan straw (stock)</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:20.35pt;">
<td style="border:medium none;width:172.3pt;height:20.35pt;padding:0 5.4pt;" width="230" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Container nitrogen cair   (34-36 l)</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:86.15pt;height:20.35pt;padding:0 5.4pt;" width="115" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">1</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:137.85pt;height:20.35pt;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Nitrogen (stock)</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.1pt;">
<td style="border:medium none;width:172.3pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="230" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Container kapasitas (180   straw)</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:86.15pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="115" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">1</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:137.85pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Menyimpan straw</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:20.35pt;">
<td style="border:medium none;width:172.3pt;height:20.35pt;padding:0 5.4pt;" width="230" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Gun stainless</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:86.15pt;height:20.35pt;padding:0 5.4pt;" width="115" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">2</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:137.85pt;height:20.35pt;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Inseminasi Buatan</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.1pt;">
<td style="border:medium none;width:172.3pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="230" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Gun plastik</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:86.15pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="115" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">50 buah</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:137.85pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Penanganan antibiotik</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.1pt;">
<td style="border:medium none;width:172.3pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="230" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Plastik sheet</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:86.15pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="115" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">1000 buah</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:137.85pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Inseminasi Buatan</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:20.35pt;">
<td style="border:medium none;width:172.3pt;height:20.35pt;padding:0 5.4pt;" width="230" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Pen stick orange</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:86.15pt;height:20.35pt;padding:0 5.4pt;" width="115" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">12/Kotak</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:137.85pt;height:20.35pt;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Chalking</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.1pt;">
<td style="border:medium none;width:172.3pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="230" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;"><em>Tell tail green</em></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:86.15pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="115" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">1 liter/Botol</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:137.85pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Chalking</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:41.45pt;">
<td style="border:medium none;width:172.3pt;height:41.45pt;padding:0 5.4pt;" width="230" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Thawing aki</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:86.15pt;height:41.45pt;padding:0 5.4pt;" width="115" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">1 set</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:137.85pt;height:41.45pt;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;"><span lang="SV">Pengenceran sperma dengan suhu stabil</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.1pt;">
<td style="border:medium none;width:172.3pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="230" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;"><em>Cutter</em></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:86.15pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="115" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">3</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:137.85pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Pemotong lastic sheet</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:41.45pt;">
<td style="border:medium none;width:172.3pt;height:41.45pt;padding:0 5.4pt;" width="230" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;"><em>Tissue</em></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:86.15pt;height:41.45pt;padding:0 5.4pt;" width="115" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">250sheath/ Bungkus</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:137.85pt;height:41.45pt;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Sanitasi</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:20.35pt;">
<td style="border:medium none;width:172.3pt;height:20.35pt;padding:0 5.4pt;" width="230" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Spoit</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:86.15pt;height:20.35pt;padding:0 5.4pt;" width="115" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">5</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:137.85pt;height:20.35pt;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;"><em>Treatment antibiotic</em></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.1pt;">
<td style="border:medium none;width:172.3pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="230" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Jarum</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:86.15pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="115" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">10</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:137.85pt;height:21.1pt;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;"><em>Treatment antibiotic</em></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:20.35pt;">
<td style="border:medium none;width:172.3pt;height:20.35pt;padding:0 5.4pt;" width="230" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;"><em>Gloves</em> (sarung tangan)</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:86.15pt;height:20.35pt;padding:0 5.4pt;" width="115" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">100/Box</p>
</td>
<td style="border:medium none;width:137.85pt;height:20.35pt;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Palpasi organ reproduksi</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:21.85pt;">
<td style="width:172.3pt;height:21.85pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="230" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Buku catatan (data   recording)</p>
</td>
<td style="width:86.15pt;height:21.85pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="115" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">1 set</p>
</td>
<td style="width:137.85pt;height:21.85pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="184" valign="top">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:0;">Data siklus, infeksi</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoBodyTextIndent2"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;">Sumber : PT. Greenfields Indonesia Departemen Reproduksi, 2007</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><br /> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;" align="center"><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:left;" align="left"><span style="font-weight:normal;"><span> </span>Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis mengenai manajemen reproduksi dan gangguan reproduksi sapi perah PT Greenfields Indonesia, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:18pt;text-align:left;text-indent:-18pt;" align="left"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Manajemen reproduksi yang meliputi deteksi berahi, sistem perkawinan, program sinkronisasi (penyerentakkan berahi) dan pemeriksaan kebuntingan dapat dikatakan baik.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:18pt;text-align:left;text-indent:-18pt;" align="left"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Rekording yang dilaksanakan di PT Greenfields Indonesia dengan menggunakan sistem<span> </span><em>Dairy Comp</em> 305 dan catatan reproduksi di lapang seperti<span> </span>pencatatan sapi berahi, pencatatan sapi yang dikawinkan, pengamatan lendir infeksi dilakukan secara teratur, baik dan lengkap dalam memuat data.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:18pt;text-align:left;text-indent:-18pt;" align="left"><!--[if !supportLists]--><span style="font-weight:normal;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-weight:normal;">Evaluasi reproduksi dapat dilihat melalui data sekunder dengan menggunakan parameter reproduksi seperti <em>service per conception</em>, <em>conception rate</em> dan <em>calving interval</em> dapat dikatakan sudah baik.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-bottom:6pt;">
<p class="MsoTitle" style="margin-bottom:6pt;">DAFTAR PUSTAKA</p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:23pt;text-indent:-22.3pt;line-height:normal;"><span lang="SV">Bakely J dan Bade P.H. 1998. Ilmu Peternakan. Edisi keempat. Terjemahan Srigandono B. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:23pt;text-indent:-22.3pt;line-height:normal;"><span lang="FI">Hardjopranjoto, W. 1995. Ilmu Kemajiran pada Ternak. </span>Airlangga University Press: Surabaya</p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:23pt;text-indent:-22.3pt;line-height:normal;">Herwiyanti, E.M.P, drh. 2006. <span lang="SV">Makalah Seminar Pelatihan Inseminator pada Sapi/Kerbau BIB Singosari: Malang</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:23pt;text-indent:-22.3pt;line-height:normal;"><span lang="SV">Ihsan, N. 1992. Diktat Inseminasi Buatan. Program Studi Inseminasi dan Pemuliaan Ternak. Animal Husbandry Project. Universitas Brawijaya: Malang</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:23pt;text-indent:-22.3pt;line-height:normal;"><span lang="SV">Lindsay D.R, Enwistle K.W dan Winantea A. 1982. Reproduksi Ternak di Indonesia. Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Brawijaya: Malang</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:23pt;text-indent:-22.3pt;line-height:normal;"><span lang="SV">Lubis, O.P drh. 2006. Makalah Seminar Pelatihan Inseminator pada Sapi/Kerbau BIB Singosari: Malang</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:23pt;text-indent:-22.3pt;line-height:normal;"><span lang="SV">Nuryadi. 2006. Dasar-Dasar Reproduksi Ternak. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya: Malang</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:0;line-height:normal;"><span lang="SV">Partodihardjo, S drh. 1987. Ilmu Reproduksi Hewan. Mutiara Sumber Widya: Jakarta</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:23pt;text-indent:-22.3pt;line-height:normal;"><span lang="SV">Subronto dan Tjahajati, I. 2001. Ilmu Penyakit Ternak II. </span>Gadjah Mada University Press: Yogyakarta</p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:23pt;text-indent:-22.3pt;">Toelihere M.R.1979. Fisiologi Rerpoduksi pada Ternak. Angkasa: Bandung</p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:23pt;text-indent:-22.3pt;line-height:normal;">Toelihere M.R. 1985. Ilmu Kebidanan pada Ternak Sapi dan Kerbau. Universitas Indonesia Press: Bogor</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:left;text-indent:0;" align="left"><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tmtnews.wordpress.com/159/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tmtnews.wordpress.com/159/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tmtnews.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tmtnews.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tmtnews.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tmtnews.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tmtnews.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tmtnews.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tmtnews.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tmtnews.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tmtnews.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tmtnews.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tmtnews.wordpress.com&blog=2272672&post=159&subd=tmtnews&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/29/gangguan-reproduksi-sapi-perah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/501f22081dc3b829e2e3092f151d3701?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Impal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PAKAN SAPI PERAH</title>
		<link>http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/29/pakan-sapi-perah/</link>
		<comments>http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/29/pakan-sapi-perah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 12:27:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Junaidi Karo Karo Kacaribu</dc:creator>
				<category><![CDATA[TUGAS AKHIR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tmtnews.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[DITULIS OLEH JUNAIDI KARO KARO



PEMBAHASAN
TATALAKSANA PEMBERIAN PAKAN SAPI PERAH 
DI PT. GREENFIELDS INDONESIA
Peternakan sapi perah merupakan peternakan penghasil susu, dimana sapi perah merupakan ternak yang lebih dominan sebagai penghasil susu, dibandingkan dengan ternak perah lainnya. Sapi perah mempunyai kemampuan untuk mengubah pakan yang berupa konsentrat dan hijauan menjadi susu yang bermanfaat bagi kesehatan. Pemberian pakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tmtnews.wordpress.com&blog=2272672&post=156&subd=tmtnews&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>DITULIS OLEH JUNAIDI KARO KARO</p>
<div class="Section1">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="FI">PEMBAHASAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="FI">TATALAKSANA PEMBERIAN PAKAN SAPI PERAH </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="FI">DI PT. </span></strong><strong><span lang="IT">GREENFIELDS INDONESIA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IT">Peternakan sapi perah merupakan peternakan penghasil susu, dimana sapi perah merupakan ternak yang lebih dominan sebagai penghasil susu, dibandingkan dengan ternak perah lainnya. Sapi perah mempunyai kemampuan untuk mengubah pakan yang berupa konsentrat dan hijauan menjadi susu yang bermanfaat bagi kesehatan. </span><span lang="IT">Pemberian pakan merupakan hal yang penting diperhatikan dalam pemeliharaan sapi perah. Kualitas pakan yang diberikan dan tatalaksana pemberian pakan yang baik, merupakan faktor penunjang untuk produksi susu, kesehatan tubuh maupun kesehatan reproduksi sapi perah</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IT">. </span><span lang="IT">Cara pemberian pakan yang terprogram akan memberikan hasil yang baik. dan apabila pemberian pakan salah malah sebaliknya akan memberikan efek negatif bagi kesehatan sapi perah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="SV">Pengadaan dan Penanganan Bahan Pakan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IT">Bahan makanan harus menyediakan zat-zat makanan<span> </span>yang dapat digunakan untuk membangun dan menggantikan bagian-bagian tubuh dan menghasilkan produk seperti susu, telur, dan woll (Anggorodi, 1994). Didalam memilih bahan baku pakan untuk menyusun ransum harus diperhatikan faktor-faktor seperti palatabilitas, nilai gizi, mudah diperoleh, tersedia sepanjang waktu, harga murah dan tidak mengandung racun (Chuzaemi dan hartutik, 1988).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IT">Penyediaan bahan baku sangat penting dalam menunjang proses produksi perusahaan. Tanpa adanya persediaan bahan baku yang memadai dapat mengakibatkan proses produksi terganggu. Implikasi dari pengadaan bahan baku ini adalah timbulnya biaya-biaya seperti biaya pemasaran dan biaya penyimpanan bahan baku (Prawirosentono, 2001)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IT">PT. Greenfields Indonesia dalam merencanakan penyediaan bahan baku pakan sapi perah memperhatikan beberapa aspek, antara lain ketersediaan bahan baku, kandungan nutrisi bahan baku, dan kebutuhan nutrisi ternak yang dipelihara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IT">Bahan baku yang digunakan sebagai bahan pakan sangat memperhatikan kualitas. Sebelum bahan pakan masuk ke gudang pakan, terlebih dahulu di lakukan pengecekan bahan baku di kantor QC (<em>Quality control</em>), dikantor tersebut juga terdapat pos timbang. Di kantor pos timbang diadakan pengecekan bahan baku, pengecekan yang dilakukan meliputi <em>presampling</em> dan <em>unloading.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IT">Pengecekan <em>presampling</em> dilakukan pada saat bahan pakan baru datang dari luar perusahaan dan masuk pos timbang, disana dilakukan pengecekan yang meliputi pengecekan warna yang sesuai dengan bahan baku pakan, tekstur, aroma apakah masih bagus atau sudah bau tengik, dan kelembaban bahan pakan. Setelah bahan pakan ditimbang dan dinyatakan dapat digunakan, bahan-bahan tersebut dikirim ke gudang pakan dan ditumpuk ditempat yang telah disediakan di dekat gudang pakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Pada saat penurunan dilakukan kembali pengecekan <em>unloading. </em></span><span lang="SV">Pengecekan yang dilakukan sama dengan pengecekan presampling. Di PT. Greenfields Indonesia bahan baku yang digunakan sebagai bahan pakan sudah mempunyai standar sendiri dari perusahaan. Proses<em> </em>penyediaan bahan pakan dapat dilihat dari gambar 1.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Gambar 1. </span><span lang="FI">Proses penyediaan bahan pakan di PT. </span><span lang="SV">Greenfields In</span><span>donesia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Penyimpanan bahan pakan yang digunakan untuk pembuatan ransum, disimpan dengan tumpukan maksimal 20 sampai 25 karung setiap tumpukan. Penumpukan bahan pakan disebabkan kurangnya tempat penyimpanan dan tergantung dari ukuran kavling penyimpanan bahan pakan. Pada kavling besar biasanya bahan pakan ditumpuk dengan tinggi tumpukan rata-rata 15 karung, hal tersebut dapat dilihat dari besarnya ukuran kavling yang digunakan. Penyimpanan bahan pakan yang diletakkan diluar gudang ditutup dengan terpal, dan bagian bawahnya diberi alas berupa <em>pallet</em> dari kayu. Fungsi pembungkusan menurut Chuzaemi dan Hartutik (1989) yaitu mempertahankan kondisi fisik bahan makanan dan menahan gangguan ari luar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Penggunaan bahan pakan untuk pembuatan ransum menggunakan metoda <em>FIFO</em> (first in first out). bahan pakan yang lebih awal datang digunakan terlebih dahulu agar tidak terjadi perubahan komposisi nutrisi yang terkandung dari bahan baku pakan. Penyimpanan bahan baku pakan yang terlalu lama dapat mempengaruhi komposisi nutrisi bahan pakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="FI">Penanganan dan Pengadaan Hijauan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="FI"><span> </span>Hijauan merupakan salah satu bahan pakan yang penting untuk sapi perah. Hijauan yang diberikan sebagai pakan sapi perah di PT. Greenfields Indonesia adalah rumput raja (<em>king grass</em>), silase jagung, cane top tebu yang dikeringkan, dan alfalfa. Penyediaan pakan hijauan diperoleh dari kebun rumput PT. Greenfields Indonesia, dan dari lahan pertanian sekitar. Lahan yang digunakan sebagai kebun rumput seluas 8 Ha, untuk memproduksi rumput tersebut dikerjakan oleh petani sekitar daerah peternakan, dengan sistim kontrak atau borongan dari perusahaan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="FI">Gambar 2. kebun hijauan PT. Greenfields Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="FI"><span> </span>Pemanenan rumput <em>king grass</em> dilakukan setiap hari pada pagi hari. Setelah dipanen dari kebun dibawa ke perusahaan, sebelum masuk ke <em>feed processing</em> rumput tersebut ditimbang terlebih dahulu di post timbang setelah itu baru dibawa ke tempat pemotongan rumput ( chopper processing ). </span><span lang="SV">Pemanenan rumput king grass pertama kali dipanen pada umur 60 hari, setelah itu interval pemotongannya adalah 40-50 hari sekali, jarak tanam sekitar 10 cm dan 1 ikat <em>king grass</em> yang telah dipanen beratnya mencapai 30 kg.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Selain itu sapi juga diberi rumput alfalfa, pemberian rumput alfalfa hanya diberikan kepada sapi yang status produksi <em>early</em> dan bunting transisi. Jumlah pemberian rumput alfalfa dengan target berkisar antara 1,5-2 kg per ekor. Pemberian ruput alfalfa hanya merupakan pilihan dan kapasitas pemberian tidak terlalu banyak karena<span> </span>banyak sedikitnya pemberian rumput alfalfa kepada sapi bergantung dari banyak atau tidaknya produksi rumput. Luas lahan yang digunakan untuk kebun alfalfa sekitar 2,3 ha. Jumlah panen berkisar antara 200-250 kg per hari. Penanaman dilakukan dilokasi sekitar peternakan. Jarak tanam rumput 10 cm dan pemanenan dilakukan pada umur 25-26 hari dengan interval panen 30-40 hari sekali dengan ciri-ciri fisual yaitu kuncup bunga mulai mekar. Jarak pemotongan dari tanah berkisar dari 3-5 cm. Kebun alfalfa dapat dilihat pada gambar 3.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="SV"><span> </span>S</span><span lang="SV">ilase yang digunakan yaitu berasal dari tebon jagung yang didapatkan dari perkebunan sekitar perusahaan. </span><span lang="FI">Pembuatan silase ditujukan untuk mengantisipasi apabila bahan pakan hijauan kekurangan. Beda silase jagung dengan tebon jagung yang masih segar yaitu silase dapat dijaga kualitasnya tetapi dari kesegaran dan nutrisi dapat berubah karena pada saat pembuatan silase ada energi yang terbuang. </span>Pembuatan silase jagung melalui beberapa tahap.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pengumpulan tebon jagung yang akan dijadikan silase</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Setelah itu dilakukan penyimpanan selama 3 minggu untuk mengurangi kadar air yang terkandung didalam tebon jagung tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Tebon jagung di chopper dengan pharsa bager dengan potongan 2-5 cm. </span>Gambar Pharsa bager</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" alt="" width="254" height="184" /><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Potongan tebon jagung di simpan kedalam plastic pharsa bag yang anaerob guna menghindari fermentasi yang bisa merusak silase. Kapasitas penyimpanan silase dari plastic pharsa bag ini mencapai 280 ton dengan panjang 70 meter. Gambar plastic pharsa bag</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.jpg" alt="" width="267" height="182" /><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Silase disimpan dan dapat digunakan setelah <em>dry matter</em> nya mencapai 35% dengan PH normal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><strong><span lang="FI">Jadwal pemeliharaan pedet di PT. Greenfields Indonesia</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.jpg" alt="" width="528" height="251" /><!--[endif]--><span lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image008.jpg" alt="" width="513" height="370" /><!--[endif]--></strong><span lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="FI">Cara Pemberian Pakan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="FI"><span> </span>Waktu pemberian pakan dilakukan dua kali yaitu pagi dan sore hari. <span> </span>Pemberian pakan pedet dilakukan </span><span lang="SV">oleh petugas kandang dengan cara meletakkan pakan kedalam tempat pakan yang telah disediakan. Sapi yang ada di PT. Greenfiels Indonesia semua diberikan pakan <em>fresh,</em> dan semua sisa pakan dibuang. Setiap sisa pakan ditimbang untuk menentukan <span>intake</span> yang dimakan. Gambar. Pemberian pakan pada pedet.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image010.jpg" alt="" width="294" height="235" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="SV">Pemberian Air Minum</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Air merupakan zat yang penting bagi kehidupan, dan diperlukan oleh setiap makluk hidup. Dalam sebuah usaha peternakan, air merupakan unsur yang penting, salah satunya digunakan sebagai air minum untuk ternak. Di peternakan PT. Greenfields Indonesia sapi perah diberikan air minum yang bersih dan segar, dan air minum disediakan <em>ad libitum</em>, untuk kandang pedet yang belum disapih, air minum diberikan didalam drum yang telah dipotong bagian atasnya. Pengisian air dilakukan secara manual oleh petugas kandang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Untuk kandang pedet yang lepas sapih disediakan air minum yang bersih, dan didalam bak dilengkapi dengan pelampung sistem, yang berfungsi menjaga air agar selalu dalam keadaan penuh. Menurut Wattiaux ( 2003),<span style="color:black;"> pemberian </span>air bersih yang segar harus tersedia secepat mungkin pada saat pakan diberikan, konsumsi dari bahan kering ditingkatkan oleh konsumsi air yang diberikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pemberian air minum untuk sapi dewasa disediakan <em>dump tank system </em><span>didalam kandang</span>, dilengkapi dengan pelampung sistem yang berfungsi menjaga air dalam <em>dump tank</em> agar selalu dalam keadaan penuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="SV">Gambar. Pemberian air minum</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image012.jpg" alt="" width="295" height="216" /><!--[endif]--></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="SV">Pemberian Susu Pengganti Untuk Pedet (<em>Milk Replacer</em>)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span></span>Susu pengganti dikenal juga sebagai <em>Milk Replacer</em> digunakan sebagai cadangan susu apabila di peternakan kekurangan susu untuk pedet yang dipelihara. <span lang="SV">Pemberian <em>milk replacer</em> diberikan setelah pedet berumur lebih dari 10 hari. Pemberian <em>milk replacer</em> kepada pedet di peternakan PT Greenfields Indonesia hanya pada saat susu mengalami kekurangan. Jadi jumlah penggunaan <em>milk replacer</em> yang digunakan di PT. Greenfields Indonesia tidak mempunyai target pemberian bulanan, karena susu yang dihasilkan dari induk untuk dikonsumsi pedet dapat kurang kapan saja dan hal itu yang menyebabkan pemberian <em>milk replacer</em> tidak ada target pemberian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pemberian <em>milk replacer</em> dengan perbandingan 1 kg <em>milk replacer</em> : 8-10 liter air, dengan temperature 45 &#8211; 55</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="SV">ºC</span><span lang="SV"> . Pencampuran <em>milk replacer</em> dilakukan didalam drum plastik dengan menambahkan air panas kedalamnya. Pemberian <em>milk replacer</em> yang sudah dicampur dengan air panas diberikan dengan menggunakan <em>milk bar teat</em> dengan suhu susu berkisar antara 30<span> </span>sampai 39ºC. <em>Milk replacer</em> yang diberikan untuk pedet yaitu Kalvolac dengan kandungan protein 22,5%, lemak 16,0%, mineral 11,0%, dan serat kasar 1,2%. Gambar <em>calf</em> <em>milk replacer</em> yang diberikan kepada pedet.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="SV">Pengadaan dan Penanganan Bahan Baku</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Keberhasilan usaha peternakan apabila fakor-faktor penunjang dapat tepenuhi, salah satunya adalah faktor pakan yang sangat penting dalam keberhasilan usaha, sehingga ketersediaan bahan baku pakan harus diperhatikan sebelum mendirikan usaha peternakan. Pakan yang telah didatangkan setelah sampai ke gudang pakan harus mendapat perlakuan yang sesuai dengan jenis pakan yang bersangkutan, karena setiap bahan baku pakan memiliki karakteristik berbeda-beda agar kualitas pakan bertahan lama dan tidak mudah rusak, maka penanganan bahan baku pakan harus selalu mendapatkan perhatian oleh pengusaha peternakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pakan dibuat dari sejumlah bahan baku yang dikombinasikan dengan perbandingan yang berbeda untuk membentuk keseimbangan zat-zat nutrisi, mineral dan pakan yang sempurna (Anonimus, 1998).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="SV">Manajemen Pemberian Pakan </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pemberian pakan sapi perah yang dilakukan di PT. Greenfields Indonesia dilakukan berdasarkan keadaan sapi yang dipelihara didalam kandang. Perlakuan terhadap pemberian pakan sangat diperhatikan, dengan tujuan menghindari stres pada sapi. Menurut sudono (1999), cara pemberian pakan yang salah dapat mengakibatkan penurunan produksi, gangguan kesehatan dan bahkan dapat juga menyebabkan kematian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="SV">Manajemen <em>Feed Bunk</em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span lang="SV">Pakan yang Diberikan Kepada Sapi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pakan merupakan faktor yang paling penting yang dapat mempengaruhi produk dan kualitas susu serta mempengaruhi kesehatan sapi baik kesehatan tubuh maupun kesehatan reproduksinya (Sudono, <em>et al</em>. 2003). Di PT. Greenfields Indonesia sapi perah dipelihara dalam skala industri besar dan pemberian pakanpun menggunakan mobil <em>roto-mix</em>. perusahaan mempunyai manajemen tersendiri yang disebut dengan manajemen <em>feed bunk</em>. Dalam manajemen ini, setiap perlakuan dalam pemberian pakan mempunyai tujuan yang bersifat positif terhadap sapi perah yang di pelihara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pakan yang diberikan untuk sapi perah berupa pakan <em>complit feed </em>dalam keadaan <em>fresh feed. </em>Pemberian pakan <em>complit feed</em> ini bertujuan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Efisiensi tenaga kerja manusia yang dapat dilakukan dengan mobil <em>roto-mix</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mencegah pemberian pakan berulang-ulang yang dapat menimbulkan sapi mengalami stres yang berpengaruh terhadap gangguan produksi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Penyedian pakan yang cepat, agar sapi dapat selalu makan untuk mencukupi kebutuhan pokok dan produksi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pakan <em>complit feed</em> dengan campuran silase jagung, hijauan segar, konsentrat dan bahan <em>feed aditif</em>, yang mempunyai tekstur potongan-potongan kecil dapat mempermudah sapi dalam mengkonsumsi pakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pakan sisa tidak digunakan lagi bertujuan untuk mencegah sapi tidak keracunan yang diakibatkan oleh fermentasi didalam bahan makanan sapi tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">setiap sisa pakan yang dihasilkan dari setiap pen dikumpulkan, dan setelah itu ditimbang untuk menentukan <em>feed intake</em> dan untuk menentukan realisasi pemberian pakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">Pemberian Pakan dan Pakan yang Diberikan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pakan yang diberikan kepada sapi dalam keadaan <em>fresh feed</em>, keunggulan dari pemberian pakan secara <em>fresh feed</em> dari keadaan pakan yang segar dan aroma yang harum, dapat meningkatkan palatabilitas makan sapi sehingga kebutuhan untuk mencukupi kebutuhan pokok dan kebutuhan produksi dapat segera tersedia kembali. Pakan diberikan sesuai kebutuhan nutrisi sapi perah dalam keadaan <em>fresh</em> <em>feed</em> bertujuan agar kualitas pakan yang diberikan tetap baik kandungan nutrisinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Tujuan pemberian pakan <em>fresh</em> ini yaitu untuk meningkatkan palatabilitas makan sapi, sehingga pada saat sapi selesai diperah dan balik lagi ke kandang, bisa langsung makan dengan kondisi pakan yang diberikan <em>fresh</em>. Hal ini dapat menarik perhatian sapi agar tidak langsung tidur diatas bedding pada saat selesai diperah, dan dapat memberikan kesempatan kepada otot puting (spincter) yang terbuka pada saat diperah sehingga pada saat sapi makan<span> </span>otot tersebut dapat tertutup kembali dengan sempurna, dan dapat mencegah bakteri untuk masuk kedalam ambing yang dapat menyebabkan penyakit mastitis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pakan yang telah dibuat berdasarkan status sapi yang ada didistribusikan ke tempat pakan (feed bunk). Pemberian pakan untuk sapi dewasa yang berproduksi maupun yang tidak berproduksi diberikan dengan menggunakan mobil <em>roto-mix</em>, untuk pemberian pakan pedet dilakukan manual oleh karyawan kandang. Pemberian pakan untuk sapi dewasa didistribusikan di <em>feed bunk</em> dan untuk pedet, pakan diletakkan kedalam tempat pakan yang telah disediakan didalam kandang. Pakan diberikan dua kali sehari berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Di PT.Greenfields Indonesia mengadakan rearing untuk memasok replacemen stock sapi, hal ini dilakukan untuk menghemat biaya mengingat harga bibit impor yang relatif mahal, dan mempertahankan produksi. Program pemeliharaan, pembesaran dan pemberian pakan pun dilakukan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span lang="SV">Pemberian Susu Untuk Pedet Dari Umur 0 sampai 3 Bulan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>Pada saat induk sapi melahirkan, pedet yang dilahirkan harus diberi<span> </span>kolostrum. Karena pedet yang baru dilahirkan, tidak memiliki kekebalan tubuh (antibodi) yang cukup untuk melawan penyakit. Didalam kolostrum terdapat Imunoglobulin (Ig) yang berfungsi sebagai antibodi yang dibawa oleh induk, dan akan diberikan kepada anaknya pada saat pedet meminumnya. Setelah pedet lahir kolostrum diberikan tiga kali pemberian dalam sehari dengan interval waktu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pemberian pertama 1 &#8211; 1,5 jam setelah pedet dilahirkan, dengan pemberian kolustrum sebanyak 2 &#8211; 3 liter</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pemberian kedua<span> </span>4 &#8211; 6 jam setelah pemberian pertama, dengan pemberian kolustrum sebanyak 3 liter</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pemberian ketiga 5 – 6 jam setelah pemberian kedua, dengan pemberian kolustrum sebanyak 3 liter</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Kolostrum diberikan sampai hari ke empat (1 hari dengan kolustrum penuh dan hari ke 2 – 4 diberikan susu <em>fresh</em>). Susu <em>fresh</em> merupakan susu yang masih mengandung Imunoglobulin (Ig) yang dihasilkan oleh sapi dengan DIM 1 sampai DIM 5 (PT. Greenfields Indonesia, 2008). kwalitas kolostrum dengan susu biasa dapat dilihat dari tabel 1.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Tabel 1. Kwalitas Susu Kolostrum dan Susu Biasa</span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:104.4pt;padding:0 5.4pt;" rowspan="2" width="139">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">Komposisi Susu</span></p>
</td>
<td style="width:63pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="84" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">1</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">2</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">3</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">4</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">5</span></p>
</td>
<td style="width:78.4pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="105" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">11</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:63pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="84">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">Kolostrum</span></p>
</td>
<td style="width:162pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" colspan="4" width="216">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">Susu Transisi</span></p>
</td>
<td style="width:78.4pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="105">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">Susu Biasa</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:104.4pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="139" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">Total solid (%)</span></p>
</td>
<td style="width:63pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="84" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">23,9</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">17,9</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">14,1</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">13,9</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">13,6</span></p>
</td>
<td style="width:78.4pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="105" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">12,9</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:104.4pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="139" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">Total protein   (%)</span></p>
</td>
<td style="width:63pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="84" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">14,0</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">8,4</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">5,1</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">4,2</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">4,1</span></p>
</td>
<td style="width:78.4pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="105" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">4,0</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:104.4pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="139" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">Imunoglobulin   (%)</span></p>
</td>
<td style="width:63pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="84" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">6,0</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">4,2</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">2,4</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">0,2</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">0,1</span></p>
</td>
<td style="width:78.4pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="105" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">0,09</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:104.4pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="139" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">Lemak (%)</span></p>
</td>
<td style="width:63pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="84" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">6,7</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">5,4</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">3,9</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">4,4</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">4,3</span></p>
</td>
<td style="width:78.4pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="105" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">4,0</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:104.4pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="139" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">Laktosa (%)</span></p>
</td>
<td style="width:63pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="84" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">2,7</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">3,9</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">4,4</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">4,6</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">4,7</span></p>
</td>
<td style="width:78.4pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="105" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">4,9</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:104.4pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="139" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">Mineral (%)</span></p>
</td>
<td style="width:63pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="84" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">1,11</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">0,95</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">0,87</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">0,82</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">0,81</span></p>
</td>
<td style="width:78.4pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="105" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV">0,74</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Sumber : Departemen Breeding PT. Greenfields Indonesia, 2007</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Setelah pedet lepas kolustrum, pedet diberi susu transisi. Susu transisi merupakan campuran susu <em><span> </span>fresh</em><span> </span>dengan susu biasa secara grandual bertahap dengan perbedaan 10% setiap pemberian. Sampai pedet umur 10 hari, pedet sudah mulai minum susu biasa atau bisa menggunakan <em>calf <span>milk replacer</span></em> (PT. Greenfields Indonesia, 2008).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pemberian susu dua kali (pagi dan sore) sebanyak 3 liter/ekor tiap pemberian, cara pemberian susu dengan menggunakan dot atau pentil karet (<em>milk bar teat</em>). Pemberian susu untuk pedet, diberikan sampai umur tiga bulan. Setelah mencapai umur 2,5 bulan, pedet mulai disapih (weaning program). Program sapih dilakukan dengan cara mengurangi<span> </span>pemberian susu sebanyak 10% setiap pemberian, program sapih juga dilihat dari kondisi makan pedet. Pada saat disapih rata-rata bobot badan pedet sudah mencapai 115 kg.<span> </span>Pemberian susu dan pakan pedet di PT. </span><span lang="IT">Greenfields Indonesia dapat dilihat pada Tabel 2.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IT">Tabel 2 Data Pemberian Susu dan Pakan Pedet </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:-3.6pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:72pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="96">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Umur</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">1-14 hari</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">15-25 hari</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">26-36 hari</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">37-47 hari</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">48-58 hari</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">59-69 hari</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">70-80 hari</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">81-90</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">hari</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Susu (ltr/ek/hr)</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:36pt;padding:0 5.4pt;" width="48">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">4-6</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">6</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">6</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">6</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">6</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">5</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">4</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">2</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Konsentrat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">(kg/ek/hr)</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:36pt;padding:0 5.4pt;" width="48">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">0,05</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">0,075</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">0,125</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">0,250</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">0,250</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">0,500</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">0,800</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">1,000</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border:medium none;width:72pt;padding:0 5.4pt;" width="96" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Hijauan</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:36pt;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV"> </span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Ad lib</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Ad llib</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Ad lib</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Ad lib</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Ad lib</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Ad lib</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Ad lib</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:72pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="96" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Air minum</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV"> </span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Ad lib</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Ad lib</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Ad lib</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Ad lib</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Ad lib</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Ad lib</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Ad lib</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Sumber: Departemen Breeding PT. Greenfields Indonesia, 2007</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Pemberian Pakan Pedet Jantan Umur 0 – 5 Bulan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Pakan konsentrat mulai diberikan pada umur satu minggu, dan juga diberi hijauan tambahan (star grass) pada umur dua minggu<span> </span>(pakan <em>calf</em> 1 dengan kandungan</span> protein 20%, TDN 78%, dan ADG 0,7 kg<span>) mulai diberikan kepada pedet jantan pada umur dua Minggu. Pemberian pakan <em>calf</em><span> </span>1<span> </span>diberikan sampai pedet berumur 2,5 bulan. Pada umur tersebut dilakukan transisi pakan <em>calf</em> 1<span> </span>dengan pakan <em>calf</em> 2. Transisi pakan diberikan </span>secara grandual dengan perbedaan 10% sampai pakan yang baru utuh diberikan 100%. Setelah pakan calf 2 utuh diberikan, transisi ke pakan calf 3 langsung diberikan. Pemberian pakan calf 3 diberikan lebih cepat, bertujuan agar<span> </span>pedet jantan bisa menyesuaikan pakan yang ada di peternakan Probolinggo. Di PT. Greenfields Indonesia, pedet jantan dipelihara sampai berumur 5 bulan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">Pemberian Pakan Pedet Betina Umur 0 – 6 Bulan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Di PT. Greenfields Indonesia pemeliharaan pedet betina dilakukan sampai umur enam bulan. Pedet mulai diberi konsentrat dan hijauan (pakan calf 1<span> dengan kandungan</span> protein 20%, TDN 78%, dan ADG 0,7 kg), pada umur dua minggu. Pemberian pakan calf 1 diberikan sampai pedet berumur 2,5 bulan. Setelah itu pakan calf 1 mulai ditransisi dengan pakan calf 2. transisi pakan <span>diberikan </span>secara grandual dengan perbedaan 10% sampai pakan yang baru utuh diberikan 100%.Pakan calf 2 (dengan Kandungan protein 19% dan TDN 74%, dan ADG 0,7 kg) diberikan sampai pedet berumur lima bulan, dan setelah itu transisi ke pakan calf 3 mulai dilakukan. Pemberian pakan calf 3 (dairy heifer) diberikan sampai pedet menjadi sapi dara (<em>heifer</em>).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><strong><span lang="SV">Pemberian Pakan Sapi Dara Umur 6<span> </span>- 20 Bulan </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="SV"><span> </span></span></strong><span lang="SV">Setelah<span> </span>pedet berumur 6 bulan pedet dipelihara di Probolinggo dengan manajemen pemberian pakan yang ada di peternakan Probolinggo. Pakan yang diberikan<span> </span>adalah pakan <em>calf </em>3 (<em>dairy heifer)</em> dengan kandungan protein 18% dan TDN 58%.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><strong><span lang="SV">Pemberian Pakan Sapi Dara Bunting Umur 20<span> </span>- 24 Bulan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Setelah umur sapi dara bunting 5 bulan menjelang melahirkan, sapi tersebut dikirim lagi ke peternakan PT. Greenfields Indonesia. Pakan diberikan dengan menggunakan<span> </span>mobil roto-mix untuk mendistribusikan ke tempat pakan (feed bunk). Sapi dara bunting tersebut diberikan<span> </span>pakan DP (dry pregnant) </span><span lang="SV">dengan kandungan protein 12 % dan TDN 58 %.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="FI">Waktu Pemberian Pakan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Pemberian pakan sapi perah di PT. </span>Greenfields Indonesia dilakukan dua kali dalam sehari. Jadwal pemberian pakan disesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan. Waktu pemberian pakan pedet dilakukan dua kali dalam sehari yaitu pemberian pada pagi hari berkisar antara jam 09.00-10.00 dan pemberian yang kedua dilakukan pada sore hari berkisar antara jam 16.00-17.00 WIB. Pemberian pakan pedet dilakukan oleh petugas kandang, dengan cara meletakkan pakan kedalam tempat pakan yang telah disediakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Pemberian pakan sapi dewasa di diberikan berdasarkan jadwal yang telah ditentukan. Pakan didistribusikan dengan mobil roto-mix ke <em>feed bunk</em> pada saat sapi berangkat ke tempat pemerahan, dan pada saat sapi balik ke kandang pakan sudah tersedia dalam keadaan fresh.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Realisasi Pemberian Pakan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Pakan didistribusikan diatas <em>feed bunk</em>, dengan pemberian pakan yang dilakukan seperti ini, sapi dapat leluasa memakan pakan yang telah disediakan. Walaupun pakan diberikan dengan cara di distribusikan di atas <em>feed bunk</em>, persaingan makan antara sesama sapi dapat dikendalikan dengan pemasangan <em>head lock,</em><span> </span>sehingga sapi hanya dapat memakan pakan yang ada didepannya dan tidak mengganggu sapi lain yang makan disebelahnya. Jumlah pemberian pakan disesuaikan dengan kebutuhan sapi dan produksi susu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Realisasi pemberian pakan bertujuan untuk menentukan feed intake sapi. Pakan yang diberikan sangat memperhatikan <em>feeding cost</em>, karena biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan pakan sapi perah merupakan salah satu biaya yang besar dalam operasional pemeliharaan sapi perah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span>Pemberian pakan dilebihkan sebanyak 4%. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan konsumsi pakan terhadap sapi yang kekurangan pakan, yang disebabkan persaingan makan antara sesama sapi. Selain itu bertujuan menghindari <em>negatif energi balance</em> (NEB), pada sapi dengan status produksi <em>early</em>. Pada sapi yang berproduksi susu tinggi lebih banyak menguras lemak tubuh untuk kebutuhan produksi.contoh realisasi pemberian pakan tanggal 2 May 2008 dapat dilihat pada table 3.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Perlakuan Terhadap Pakan dan Tempat Pakan (feed bunk)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Dalam pembuatan pakan complit feed yang dilakukan oleh PT. Greenfields Indonesia, ada beberapa perlakukan yang diberikan terhadap pakan yang terdapat di <em>feed bunk</em>. Perlakukan tersebut dilakukan agar dapat meningkatkan palatabilitas makan sapi. Perlakuan yang dilakukan antara lain pembalikan pakan yang dilakukan dua kali sehari. Pembalikan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kembali nafsu makan sapi, dan juga untuk menghindari pakan tersebut panas yang disebabkan oleh fermentasi didalam pakan. Selain itu pembalikan juga berfungsi untuk meningkatkan dan mengeluarkan bau pakan, yang dapat menarik perhatian sapi untuk makan kembali. Pembalikan yang dilakukan juga bertujuan agar semua pakan dapat habis dan tidak banyak terdapat sisa, hal ini disebabkan sapi lebih cenderung memakan pakan yang baru datang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Pakan yang diberikan pada pagi hari dimundurkan pada saat pakan yang baru di distribusikan, perlakukan tersebut dilakukan bertujuan menarik perhatian sapi untuk makan, dengan aroma harum yang di keluarkan<span> </span>oleh pakan yang baru dapat menarik perhatian sapi yang tidur diatas bedding.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Perlakukan lain yang dilakukan yaitu memajukan dan meratakan pakan di sepanjang feed bunk, perlakukan ini dilakukan pada saat pakan sudah mulai jauh dari feed bunk dan pakan susah dijangkau oleh sapi. <span lang="SV">Pakan diratakan agar sapi dapat makan dengan merata disepanjang feed bunk dan juga untuk efisiensi pakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Perlakuan yang dilakukan terhadap tempat pakan (feed bunk) yaitu dengan cara melakukan pengerikan sisa pakan yang menempel, dengan <em>hand tractor</em> yang dimodifikasi. Pengerikan <em>feed bunk</em> dilakukan setiap pagi, bertujuan untuk mengerik sisa pakan yang menempel pada <em>feed bunk. </em>Pengerikan ini bertujuan agar pakan yang baru tidak gampang tengik, dan juga untuk kebersihan <em>feed bunk</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Penyapuan central alley dan penyapuan pakan yang berceceran dilakukan tiga kali dalam sehari. </span><span lang="FI">Perlakukan ini dilakukan pada saat mau pergantian shif kerja karyawan kandang. Penyapuan ini ditujukan untuk kebersihan central alley dan efisiensi pakan yang berceceran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Untuk mengetahui kualitas dan kuantitas pakan yang diberikan, setiap hari dilakukan pengambilan sampel pakan yang dilakukan dua kali sehari dengan jumlah pengambilan sebanyak 2 kg setiap pengambilan. Pengambilan sampel pakan dilakukan pagi hari jam 06.00, dan pada sore hari jam 17.00 WIB. Kualitas pakan di cek di pos timbang yang berfungsi juga sebgai tempat pengecekan bahan pakan (Quality control). Pengecekan pakan dilakukan bertujuan untuk mengetahui kualitas pakan yang diberikan kepada sapi perah setiap harinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="FI">Proses Pembuatan Pakan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Pakan yang dibuat merupakan pakan complit feed, dalam pembuatan pakan menggunakan perbandingan hijauan dan konsentrat berbanding 60 : 40. berdasarkan informasi yang didapatkan dari supervisor lapangan, perbandingan antara hijauan dan konsentrat digunakan untuk jenis pakan sapi dengan status produksi early, medium, late, dan dry pregnant transisi. Diantara jenis pakan tersebut setiap status sapi mempunyai kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda. Pakan sapi perah di PT. Greenfields Indonesia diberikan sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan kebutuhan produksi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Dalam pembuatan pakan sapi perah, dilakukan di gudang pakan atau dikenal juga <em>feed processing.</em> Pembuatan pakan dilakukan setiap hari, dan jam pembuatan pakan disesuaikan dengan jam dilakukannya pemerahan. </span><span lang="SV">Proses pembuatn pakan complit feed melalui beberapa tahap diantaranya :</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Persiapan      bahan baku yang akan digunakan sebagai pakan, bahan-bahan pakan yang      disediakan sesuai dengan campuran yang akan digunakan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Bahan-bahan      yang telah tersedia dinaikkan kedalam roto-mix dengan menggunakan alat      comfeyer belt, proses penimbangan kebutuhan tiap-tiap komposisi bahan      pakan ditimbang didalam roto-mix.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="FI">Setelah      bahan-bahan pakan masuk semua kedalam roto-mix, dilakukan homogenisasi      selama 5 menit.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="FI">Pakan      yang sudah dihomogenisasi siap untuk didistribusikan ke pen yang terdapat      didalam kandang, berdasarkan status dan jenis pakan apa yang akan      diberikan kepada sapi.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="FI">Penanganan Sisa Pakan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Pakan yang diberikan kepada sapi dapat saja bersisa walaupun pemberiannya sudah ditargetkan. Hal ini dapat saja disebabkan dari pakan yang berbau tengik, dan dapat juga disebabkan dari sapinya sendiri. Di PT. Greenfields Indonesia sisa pakan merupakan limbah. Pakan sisa tidak diberikan lagi kepada sapi. Pengambilan pakan sisa dilakukan setiap pagi, pengambilan pakan sisa dilakukan oleh kendaraan <em>bob-cat</em> sebelum pakan yang baru datang. </span><span lang="SV">Sisa pakan dinaikkan ke atas mobil truk, yang khusus digunakan untuk mengambil pakan sisa. Pakan dibawa ke pos timbang terlebih dahulu untuk mengetahui berapa sisa pakan setiap pen, dan juga untuk menentukan intake pakan sapi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Setelah diketahui berapa beratnya, pakan dibawa ke gudang pakan dan ditumpuk ditempat penumpukan pakan sisa. Setelah itu pakan siap diproses untuk lebih lanjut yang nantinya dapat bermanfaat bagi perusahaan dan tidak menjadi limbah yang dapat merugikan perusahaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="FI">Pakan yang Diberikan Kepada Sapi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Pakan untuk sapi perah di PT. </span>Greenfields Indonesia diberikan sesuai dengan kebutuhan sapi perah tersebut. Setiap status sapi mempunyai pakan tersendiri yang kandungan nutrisinya berbeda. Pakan yang diberikan kepada sapi yang dipelihara antara lain. Pakan untuk pedet, heifer, sapi produksi, maupun sapi yang tidak berproduksi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pakan pedet terbagi tiga berdasarkan golongan umur, dan setiap pakan mempunyai kandungan nutrisi yang berbeda diantaranya :</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Pedet      umur 14 hari sampai 2,5 bulan diberikan pakan calf 1 V1 dengan kandungan      Protein 20% dan TDN 78%</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Pedet      betina umur 2,5 sampai 5 bulan diberikan pakan calf 2 V1 dengan kandungan      Protein 19% dan TDN 74%, dan untuk pedet jantan diberikan dari umur 2,5      sampai 3 bulan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Pedet      betina umur 5 sampai 6 bulan diberi pakan calf 3 V1 </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"><br /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tmtnews.wordpress.com/156/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tmtnews.wordpress.com/156/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tmtnews.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tmtnews.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tmtnews.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tmtnews.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tmtnews.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tmtnews.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tmtnews.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tmtnews.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tmtnews.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tmtnews.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tmtnews.wordpress.com&blog=2272672&post=156&subd=tmtnews&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/29/pakan-sapi-perah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/501f22081dc3b829e2e3092f151d3701?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Impal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image008.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image010.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image012.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Membuat Kompos</title>
		<link>http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/23/membuat-kompos/</link>
		<comments>http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/23/membuat-kompos/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 00:23:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Junaidi Karo Karo Kacaribu</dc:creator>
				<category><![CDATA[kompos]]></category>
		<category><![CDATA[MAREKS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tmtnews.wordpress.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN
Pupuk Kompos Super merupakan dekomposisi bahan-bahan organik atau proses perombakan senyawa yang komplek menjadi senyawa yang sederhana dengan bantuan mikroorganisme. Bahan dasar pembuatan kompos ini adalah kotoran sapi dan serbuk gergaji yang didekomposisi dengan bahan pemacu mikroorganisme dalam tanah (misalnya : stardec atau bahan sejenis) di tambah dengan bahan-bahan untuk memperkaya kandungan kompos super seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tmtnews.wordpress.com&blog=2272672&post=150&subd=tmtnews&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="PT-BR">PENDAHULUAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="PT-BR">Pupuk Kompos Super merupakan dekomposisi bahan-bahan organik atau proses perombakan senyawa yang komplek menjadi senyawa yang sederhana dengan bantuan mikroorganisme. Bahan dasar pembuatan kompos ini adalah kotoran sapi dan serbuk gergaji yang didekomposisi dengan bahan pemacu mikroorganisme dalam tanah (misalnya : stardec atau bahan sejenis) di tambah dengan bahan-bahan untuk memperkaya kandungan kompos super seperti : serbuk gergaji, abu dan kalsit/kapur. Kotoran sapi dipilih karena selain tersedia banyak dipetani juga memiliki kandungan nitrogen dan potasium. Kotoran sapi merupakan kotoran ternak yang baik untuk kompos. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">Prinsip yang digunakan dalam pembuatan kompos super adalah proses pengubahan limbah organik menjadi pupuk organik melalui aktifitas biologis pada kondisi yang terkontrol.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="SV">PROSES PEMBUATAN KOMPOS SUPER</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Bahan yang diperlukan: Kotoran sapi : 80-83%, Serbuk gergaji : 5%, Bahan pemacu mikroorganisme : 0,25%, Abu Sekam : 10%n Kalsit/Kapur : 2%, Boleh menggunakan bahan-bahan yang lain asalkan kotoran sapi minimal 40%, kotoran ayam maksimal 25%. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV">Tempat pembuatan adalah sebidang tempat beralas tanah, ternaungi agar pupuk tidak terkena sinar matahari dan air hujan secara langsung. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Prosesing atau cara pembuatannya adalah : Kotoran sapi (faeses dan urine) diambil dari kandang dan ditiriskan selama satu minggu untuk mendapatkan kadar air mencapai ± 60% kemudian kotoran sapi yang sudah ditiriskan tersebut kemudian dipindahkan ke lokasi, tempat pembuatan kompos super dan diberi serbuk gergaji, abu, kalsit/kapur dan stardec sesuai dosis dan seluruh bahan dicampur diaduk merata. Setelah .seminggu di lokasi I, tumpukan dipindahkan ke lokasi 2 dengan cara diaduk/ dibalik secara merata untuk menambah suplai oksigen dan meningkatkan homogenitas bahan. Pada tahap ini diharapkan terjadi peningkatan suhu sampai 70 °C untuk mematikan pertumbuhan biji gulma sehingga kompos super yang dihasilkan dapat bebas dari biji gulma. </span><span lang="FI">Seminggu kemudian dilakukan pembalikan untuk dipindahkan pada lokasi ke 3 dan dibiarkan selama satu minggu. Setelah satu minggu pada lokasi ke 3 kemudian dilakukan pembalikan untuk membawa pada lokasi ke 4. Pada tempat ini kompos super telah matang dengan warna pupuk coklat kehitaman bertekstur remah dan tidak berbau. Kemudian pupuk diayak/disaring untuk mendapatkan bentuk yang seragam serta memisahkan dare bahan yang tidak di harapkan (misalnya batu, potongan kayu, rafia) sehingga kompos super yang dihasilkan benar-benar berkualitas. Selanjutnya pupuk organik kompos super siap dikemas dan siap diaplikasikan ke lahan sebagai pupuk organik berkualitas pengganti pupuk kimia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="FI">Kandungan Kompos Super </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">(Moisture/kelembaban 45%±5) (</span><span lang="PT-BR">TotaI N &gt;l,8l%) (P0205 &gt;1,89% ) (K20 &gt;1,96% ) (Ca0 &gt;2,96% ) (Mg0 &gt;0,70% ) (C/N Ratio Maks 16% )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="FI">Manfaat Penggunaan Kompos Super pada Lahan Pertanian adalah mampu menggantikan atau mengefektifkan penggunaan pupuk kimia (anorganik), sehingga biaya pembelian pupuk dapat ditekan. Bebas dari biji tanaman liar (gulma). Tidak berbau dan mudah digunakan. Menyediakan unsur hara yang seimbang dalam tanah. Meningkatkan populasi mikroba tanah sehingga struktur tanah tetap gembur. Memperbaiki derajat keasarnan (pH) tanah. Meningkatkan produksi berbagai tanaman antara I0-30%.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="FI">Manfaat untuk Tambak Cara ini akan menambah kesuburan fisik kimia dan biologis sehingga dasar tambak mampu meredam efek buruk pemupukan sisa pakan, faeses, kulit udang dan sisa bahan organik yang lain untuk di urai lebih sempurna. </span><span lang="SV">Dosis 1500-2000 kg/ha pada dasar tambak diberikan saat pengolahan dasar tambak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tmtnews.wordpress.com/150/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tmtnews.wordpress.com/150/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tmtnews.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tmtnews.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tmtnews.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tmtnews.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tmtnews.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tmtnews.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tmtnews.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tmtnews.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tmtnews.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tmtnews.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tmtnews.wordpress.com&blog=2272672&post=150&subd=tmtnews&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/23/membuat-kompos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/501f22081dc3b829e2e3092f151d3701?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Impal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEMINAR PENYAKIT</title>
		<link>http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/20/seminar-penyakit/</link>
		<comments>http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/20/seminar-penyakit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 14:28:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Junaidi Karo Karo Kacaribu</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEMINAR]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/20/seminar-penyakit/</guid>
		<description><![CDATA[
MAKALAH SEMINAR
 
UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT AYAM BIBIT
 STRAIN HY-LINE BROWN
DI DONY FARM MAGELANG
 
Karo, J1;Rukmiasih2
1. Mahasiswa Program Keahlian Teknologi dan Manajemen Ternak, 
Semester 6, NRP. J 3I105025
2. Dosen Pembimbing, Ir. MS
 
(Disetujui untuk diseminarkan tanggal &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;….2008)
 
 

 

Pendahuluan
Produktivitas ternak dapat dicapai secara optimal jika ternak dalam keadaan sehat. Oleh karena itu, tatalaksana pemeliharaan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tmtnews.wordpress.com&blog=2272672&post=149&subd=tmtnews&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="Section1">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV">MAKALAH SEMINAR</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:relative;z-index:1;left:-1px;top:1px;width:533px;height:9px;"><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="533" height="8" /></span><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV">UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT AYAM BIBIT</span></strong><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span></span></strong><strong><span style="font-family:&quot;">STRAIN <em>HY-LINE</em></span></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> BROWN</span></em></strong><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;">DI DONY FARM MAGELANG</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Karo, J</span></strong><strong><sup><span style="font-family:&quot;" lang="IN">1</span></sup></strong><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV">;Rukmiasih</span></strong><strong><sup><span style="font-family:&quot;" lang="IN">2</span></sup></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">1. Mahasiswa Program Keahlian Teknologi dan Manajemen Ternak, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Semester 6, NRP. </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">J 3I105025</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">2. Dosen Pembimbing, Ir. MS</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-family:&quot;" lang="SV">(Disetujui untuk diseminarkan tanggal</span></em><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;….2008)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV"><br /> </span></p>
<div class="Section2">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Pendahuluan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Produktivitas ternak dapat dicapai secara optimal jika ternak dalam keadaan sehat. Oleh karena itu, tatalaksana pemeliharaan dan pengendalian kesehatan ternak merupakan salah satu prasyarat tercapainya target produksi yang optimal.</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN">Tujuan makalah seminar ini adalah untuk melihat upaya pencegahan penyakit yang telah dilakukan Dony Farm terhadap penampilan ternak yang dipelihara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Metode</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Praktik kerja lapangan di- laksanakan mulai tanggal 18 </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN">F</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">ebruari sampai 10 </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN">M</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">ei 2008 di peternakan ayam ras Dony Farm, Magelang, Jawa </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN">T</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">engah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><!--[if gte vml 1]&gt;&lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:3;left:0;margin-left:-1px;margin-top:57px;width:242px;height:2px;"><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="" width="242" height="2" /></span><!--[endif]--><!--[if gte vml 1]&gt;&lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:2;left:0;margin-left:-10px;margin-top:57px;width:282px;height:42px;"></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:0.75pt solid white;background:white none repeat scroll 0;vertical-align:top;" width="282" height="42" bgcolor="white"><!--[endif]--><!--[if !mso]--><span style="position:absolute;left:0;z-index:2;"></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><!--[endif]--></p>
<div class="shape" style="padding:4.35pt 7.95pt;">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Paraf     Pembimbing:&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</span></p>
</div>
<p><!--[if !mso]--></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p></span><!--[endif]--><!--[if !mso &amp; !vml]--> <!--[endif]--><!--[if !vml]--></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Metode yang digunakan adalah ikut melakukan sera</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN">n</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">gkaian kegiatan kerja yang dilakukan oleh perusahaan dan pengumpulan data sebagai bahan laporan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data skunder. Data primer diperoleh dengan cara pengamatan langsung (observasi), wawancara (interview) dengan staf direksi perusahaan dan para karyawan kandang. Data sekunder diperoleh dari catatan harian perusahaan, mempelajari dan membaca berbagai buku serta literatur yang berhubungan dengan materi yang dikumpulkan.</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Upaya Pencegahan Penyakit</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Pencegahan penyakit pada pemeliharaan ternak ayam lebih utama dibandingkan pengobatan sebab biaya untuk pencegahan relatif lebih murah dibandingkan pengobatan </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN">(</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Suprijatna dkk</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN">,</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">2005)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Untuk mencegah terjadinya penyakit pada ayam, di Dony Farm dilakukan serangkaian manajemen untuk pencegahan penyakit. Manajemen pencegahan penyakit antara lain progam biosekuriti, sanitasi dan vaksinasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Program Biosekuriti di Pintu Gerbang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Program biosekuriti yang dilakukan di Dony Farm meliputi sanitasi di pintu gerbang dan pintu kandang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Sanitasi di pintu gerbang suatu peternakan adalah tempat pertama bagi orang yang mau masuk komplek peternakan dan merupakan titik awal keberhasilan suatu peternakan terbebas dari wabah atau serangan penyakit. Pintu gerbang di Dony Farm mengkondisikan bahwa setiap orang maupun kendaraan tidak sembarang keluar masuk peternakan, dan pintu selalu dijaga ketat oleh petugas. </span><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Breeding Farm</span></em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> dan <em>hatchery</em> Dony Farm selalu dalam keadaan terkunci. </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Tidak setiap kendaraan atau orang bisa masuk ke kawasan peternakan atau <em>farm</em> demi terlaksannya program pencegahan penyakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Progam Sanitasi Kandang dan Sekitarnya</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Progam sanitasi perkanda- ngan merupakan tindakan pemeliharaan dan pencucian hama yang dilakukan secara teratur pada kandang, perlengkapan dan lingkungan sekitar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Program sanitasi kandang yang dilakukan di Dony Farm yaitu melakukan dua kali penyemprotan kandang dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Sanitasi ini rutin dilakukan setiap hari. Bahan yang digunakan benzalkonium chloride 50 % dosis ringan yaitu 6ml / 5 liter air. Frekuensi penyemprotan ditingkatkan jika ada kemungkinan terjangkit atau peningkatan penyakit. Sebelum kandang disanitasi, kandang dibersihkan terlebih dahulu terutama pada kawat yang kotor yaitu dengan sikat kawat atau sapu kawat, karena jika tidak dibersihkan, pada saat penyemprotan, kotoran pada kawat dapat melindungi bakteri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Vaksinasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Program pegendalian keseh- atan ayam selanjutnya adalah program vaksinasi. Program ini adalah program yang paling sering digunakan dalam mencegah timbulnya penyakit disuatu kawasan peternakan. Biasanya program vaksinasi ini disesuaikan dengan kasus penyakit yang pernah terjadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Jenis vaksin yang digunakan adalah <em>live</em> dan <em>kill</em>. Vaksin <em>live</em> adalah virus hidup berarti virus dalam vaksin tersebut dalam keadaan hidup tetapi telah dilemahkan, yang akan tumbuh dan berkembang biak didalam tubuh induk semang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Vaksin <em>kill</em> adalah agen penyakit yang dikandung oleh vaksin dalam keadaan mati. Biasanya di dalamnya dicampurkan atau ditambahkan dengan oil adjuvant. Program vaksinasi pada ayam <em>parent stock</em> petelur periode indukan disajikan pada Tabel 1.</span></p>
</div>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"><br /> </span></p>
<div class="Section3">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Tabel 1. Program Vaksinasi <em>Parent Stock</em> </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">P</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">etelur </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">P</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">eriode </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">I</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">ndukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:396.75pt;margin-left:4.65pt;border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="529">
<tbody>
<tr style="height:13.5pt;">
<td style="width:396.75pt;height:13.5pt;border:1pt medium solid none windowtext 0 black;padding:0 5.4pt;" colspan="4" width="529" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Program Vaksinasi <em>Parent Stock</em><span> </span>Petelur</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:13.5pt;">
<td style="width:108.75pt;height:13.5pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" colspan="2" width="145" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Umur</span></p>
</td>
<td style="width:288pt;height:13.5pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" colspan="2" width="384" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Program</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:13.5pt;">
<td style="width:63.75pt;height:13.5pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="85">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Minggu</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;height:13.5pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Hari</span></p>
</td>
<td style="width:144pt;height:13.5pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="192">
<p class="MsoNormal" style="margin-right:0.05pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Vaksin dan Obat</span></p>
</td>
<td style="width:144pt;height:13.5pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="192">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Aplikasi</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:13.5pt;">
<td style="border:medium none;width:63.75pt;height:13.5pt;padding:0 5.4pt;" rowspan="2" width="85">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">1</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45pt;height:13.5pt;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">3</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:144pt;height:13.5pt;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">ND IB</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:144pt;height:13.5pt;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">ED+SC</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:13.5pt;">
<td style="width:45pt;height:13.5pt;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">4</span></p>
</td>
<td style="width:144pt;height:13.5pt;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Coccivac</span></p>
</td>
<td style="width:144pt;height:13.5pt;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">FM</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:13.5pt;">
<td style="width:63.75pt;height:13.5pt;padding:0 5.4pt;" width="85">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">2</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;height:13.5pt;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">14</span></p>
</td>
<td style="width:144pt;height:13.5pt;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">IBD</span></p>
</td>
<td style="width:144pt;height:13.5pt;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">ORAL</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:13.5pt;">
<td style="width:63.75pt;height:13.5pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="85">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">4</span></p>
</td>
<td style="width:45pt;height:13.5pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">21</span></p>
</td>
<td style="width:144pt;height:13.5pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">ND</span></p>
</td>
<td style="width:144pt;height:13.5pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="192" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">ORAL</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Sumber: Dony Farm, Magelang, Jawa Tengah</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">SC: Sub cuttan </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN">,</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">ED: Eye drop</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">DW: Drink water</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">FM: Feed mild</span></p>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"><br /> </span></p>
<div class="Section4">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;">Penampilan Ayam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Penampilan ayam bibit strain Hy-line umur 1-4 minggu disajikan pada Tabel 2.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Tabel 2. Penampilan </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">A</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">yam </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">U</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">mur 1-4 </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN">M</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">inggu.</span></p>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><br /> </span> <span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><br /> </span></p>
<div class="Section6">
<div>
<table class="MsoNormalTable" style="width:396.75pt;margin-left:4.65pt;border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="529">
<tbody>
<tr style="height:14.65pt;">
<td style="width:45.75pt;height:14.65pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="61">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Umur </span></p>
</td>
<td style="width:89.15pt;height:14.65pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" colspan="2" width="119">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN">Konsumsi   Pakan</span></p>
</td>
<td style="width:50.55pt;height:14.65pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="67">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN">Keseragaman</span></p>
</td>
<td style="width:112.3pt;height:14.65pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" colspan="2" width="150">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Rataan   Bobot Badan</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN"></span></p>
</td>
<td style="width:99pt;height:14.65pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="132">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Mortalitas</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN"></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:14.65pt;">
<td style="border:medium none;width:45.75pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="61" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">minggu</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:43.5pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="58" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Act (g)</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:45.65pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="61" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Std</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span> </span>(g)</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:50.55pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="67" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">(%)</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:54.85pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="73" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Act</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN">(g/ekor)</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:57.45pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="77" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Std</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN">(g/ekor)</span></p>
</td>
<td style="border:medium none;width:99pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN">Act<span> </span>Std<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>(g/ekor)<span> </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:14.65pt;">
<td style="width:45.75pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="61" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">1</span></p>
</td>
<td style="width:43.5pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="58" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">13,8</span></p>
</td>
<td style="width:45.65pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="61" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">20</span></p>
</td>
<td style="width:50.55pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="67" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">81,9</span></p>
</td>
<td style="width:54.85pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="73" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">72</span></p>
</td>
<td style="width:57.45pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="77" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">115</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">3.23</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span><span> </span>0,1</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:14.65pt;">
<td style="width:45.75pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="61" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">2</span></p>
</td>
<td style="width:43.5pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="58" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">20,5</span></p>
</td>
<td style="width:45.65pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="61" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">25</span></p>
</td>
<td style="width:50.55pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="67" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">79,2</span></p>
</td>
<td style="width:54.85pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="73" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">119</span></p>
</td>
<td style="width:57.45pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="77" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">190</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">4.83</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span><span> </span>0,1</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:14.65pt;">
<td style="width:45.75pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="61" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">3</span></p>
</td>
<td style="width:43.5pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="58" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">23,1</span></p>
</td>
<td style="width:45.65pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="61" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">29</span></p>
</td>
<td style="width:50.55pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="67" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">73,84</span></p>
</td>
<td style="width:54.85pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="73" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">182,8</span></p>
</td>
<td style="width:57.45pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="77" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">270</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;height:14.65pt;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">2.63</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span><span> </span>0,1</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:14.65pt;">
<td style="width:45.75pt;height:14.65pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="61" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">4</span></p>
</td>
<td style="width:43.5pt;height:14.65pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="58" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">29</span></p>
</td>
<td style="width:45.65pt;height:14.65pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="61" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">34</span></p>
</td>
<td style="width:50.55pt;height:14.65pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="67" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">71,2</span></p>
</td>
<td style="width:54.85pt;height:14.65pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="73" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">238</span></p>
</td>
<td style="width:57.45pt;height:14.65pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="77" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">370</span></p>
</td>
<td style="width:99pt;height:14.65pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="132" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">0.66</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span><span> </span>0,1</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><br /> </span></p>
<div class="Section7">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Sumber: Dony Farm, Magelang, Jawa Tengah</span></p>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><br /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Dari Tabel 2 terlihat bahwa konsumsi pakan ayam <em>Hy-line Brown</em> umur 1 – 4 minggu masih berada di bawah standart. Menurut pembimbing lapangan pada ayam petelur tipe ringan sulit untuk mencapai konsumsi pakan sesuai standar, selain itu dapat juga karena ternak terserang penyakit. </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN">Dari angka mortalitas, <span> </span>dapat dilihat bahwa tingkat mortalitas ayam strain Hy-line di Dony Farm cukup tinggi (lebih besar dari standar). Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh dokter hewan setempat menyatakan bahwa mortalitas ayam tersebut diakibatkan oleh penyakit <em>aspergillosis</em> yang menunjukkan gejala seperti anak ayam sukar bernafas, mengantuk, sayap terkulai dan ayam tidak aktif. Setelah dilakukan bedah bangkai maka didapat beberapa tanda yaitu timbul bintik kekuning-kuningan pada alat pernafasan dan salurannya, ada bungkul-bungkul berwarna kuning pada hati dan limfa, yang menurut dokter hewan setempat ayam ayam tersebut terkena <em>aspergillosis</em>. </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Upaya yang dilakukan Dony Farm adalah dengan cara pengobatan menggunakan hermisin 20g/cc, nistiatin dan kristal violet dengan cara pemberiannya pencampuran pada air minum. Setelah pemberian obat tersebut terlihat mortalitas ayam umur 4 minggu menurun (lebih rendah dari minggu sebelumnya).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Kesimpulan dan Saran</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Performa ayam bibit <em>Hy-line </em>umur 1 – 4 minggu yang dipelihara di Dony Farm belum sesuai dengan standar yang ditetapkan. Oleh karena itu pengendalian kesehatan yang telah dilakukan Dony Farm masih perlu ditingkatkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Daftar Pustaka</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Suprijatna, E., U. Atmomarsono, dan R. Kartasudjana. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya. Jakarta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">PT Cakrayoga Bumi Manunggal. 2007. Panduan Manajemen Ayam Hy-hile<span> </span>PS. Magelang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">CV Bina Unggas Pratama. 2006. Panduan Manajemen Beternak Ayam Parent Stock. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Magelang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tmtnews.wordpress.com/149/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tmtnews.wordpress.com/149/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tmtnews.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tmtnews.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tmtnews.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tmtnews.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tmtnews.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tmtnews.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tmtnews.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tmtnews.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tmtnews.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tmtnews.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tmtnews.wordpress.com&blog=2272672&post=149&subd=tmtnews&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/20/seminar-penyakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/501f22081dc3b829e2e3092f151d3701?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Impal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>TA PERKANDANGAN AYAM</title>
		<link>http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/20/ta-perkandangan-ayam/</link>
		<comments>http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/20/ta-perkandangan-ayam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 14:17:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Junaidi Karo Karo Kacaribu</dc:creator>
				<category><![CDATA[TUGAS AKHIR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tmtnews.wordpress.com/2008/07/20/ta-perkandangan-ayam/</guid>
		<description><![CDATA[
PENDAHULUAN
Latar Belakang
 Usaha ternak yang pada mulanya hanya berkisar pada kegiatan atau usaha rakyat kian berkembang seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Akibat dari perkembangan zaman membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya gizi dari bahan hewani yang menyebabkan permintaan akan daging semakin meningkat. Hal ini tidak terlepas dari ayam yang merupakan sumber daging untuk kebutuhan masyarakat.
Pemenuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tmtnews.wordpress.com&blog=2272672&post=147&subd=tmtnews&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="Section1">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">PENDAHULUAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Latar Belakang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Usaha ternak yang pada mulanya hanya berkisar pada kegiatan atau usaha rakyat kian berkembang seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Akibat dari perkembangan zaman membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya gizi dari bahan hewani yang menyebabkan permintaan akan daging semakin meningkat. </span>Hal ini tidak terlepas dari ayam yang merupakan sumber daging untuk kebutuhan masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Pemenuhan akan daging ayam tidak terlepas dari peternakan ayam bibit. Peternakan ayam bibit ini nantinya akan menghasilkan anak ayam atau <em>Day Old Chick</em> (DOC) komersial. DOC ini akan dipelihara oleh peternak untuk dibesarkan menjadi ayam pedaging komersial.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span>Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu mata kuliah yang mengajarkan mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan untuk mempelajari manajemen yang dilakukan oleh peternakan ayam bibit. Selain itu, PKL merupakan salah satu syarat kelulusan program Diploma 3 Teknologi dan Manajemen Ternak.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Tujuan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Tujuan kegiatan Praktik Kerja Lapangan <span> </span>(PKL) adalah untuk menambah pengetahuan, pengalaman, dan wawasan dalam tatalaksana pemeliharaan dan pembibitan ayam pedaging, serta menerapkan ilmu yang diperoleh di perkuliahan dan belajar membekali diri dengan keterampilan untuk tujuan dunia kerja. Selain itu, PKL ini juga merupakan salah satu syarat untuk melakukan seminar dan penyusunan Tugas Akhir.</span></p>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN"><br /> </span></p>
<div class="Section2">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">METODE</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Waktu dan Tempat Praktik</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan mulai tanggal 18 Februari 2008 sampai 10 Mei 2008. PKL ini dilaksanakan di PT Peternakan Ayam Manggis IV Cianjur. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Metode Pelaksanaan Praktik</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span></span><span lang="SV">Metode pelaksanaan PKL meliputi Pengamatan langsung dan diskusi mengenai manajemen perkandangan khusus periode layer. Selain hal tersebut, juga melakukan kegitan rutin yang ditetapkan oleh perusahaan seperti pemeliharaan ayam bibit pedaging pada periode starter dan layer serta pengelolaan penetasan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>Pengumpulan data primer dilakukan berdasarkan pencatatan data-data hasil pengamatan dan diskusi selama melakukan praktik kerja lapang, sedangkan<span> </span>pengumpulan data sekunder dilakukan berdasarkan data-data yang telah ada sebelum melaksanakan Praktik Kerja Lapangan, tetapi data tersebut mendukung dan berhubungan dengan keadaan selama melakukan Praktik Kerja Lapangan.</span></p>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"><br /> </span></p>
<div class="Section3">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">KEADAAN UMUM</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Lokasi dan Tata Letak</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">PT Petenakan Ayam Manggis IV Cianjur terletak di Kampung Cikadu, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Lokasi perusahaan berada kurang lebih 8,7 km dari Ibukota Kabupaten dan enam kilometer dari Ibukota Kecamatan. Lokasi peternakan berjarak kurang lebih satu km dari jalan raya dan 500 m dari pemukiman penduduk serta dikelilingi pagar dengan tinggi kurang lebih tiga m</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Perusahaan memiliki luas tanah sekitar 60 ha yang berada pada ketinggian 450 m di atas permukaan laut. Temperatur di areal peternakan berkisar antara 23-32 <sup>o</sup>C, kelembaban udara 60-70% serta curah hujan rata-rata 3.000 mm/tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Sejarah Perkembangan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"><span> </span></span></strong><span lang="IN">PT Peternakan Ayam Manggis IV Cianjur merupakan salah satu dari perusahaan gabungan PT Peternakan Ayam Manggis yang berkantor pusat di Jakarta. PT Peternakan Ayam Manggis IV Cianjur didirikan pada tanggal 6 September 1992.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Perusahaan ini digolongkan ke dalam divisi operasional dalam bidang pemeliharaan bibit ayam pedaging dan petelur untuk menghasilkan <em>Day Old Chick </em>(DOC). Tahun 1998, perusahaan hampir mengalami kebangkrutan akibat krisis moneter, sehingga perusahaan mengganti usahanya menjadi peternakan ayam potong (broiler) selama satu tahun. Tahun 1999, perusahaan kembali memelihara ayam bibit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>PT Peternakan Ayam Manggis IV Cianjur hingga saat ini memiliki tiga unit <em>farm</em> yang terdiri atas 39 kandang. <em>Strain</em> ayam yang dipelihara adalah <em>Hysex Brown</em> untuk tipe petelur dan <em>Hybro PG<sup>+</sup></em> untuk tipe pedaging.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Struktur Organisasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="FI"><span> </span>Pimpinan tertinggi </span><span lang="IN">PT Peternakan Ayam Manggis IV Cianjur yaitu seorang <em>manager</em> yang dibantu oleh seorang kepala unit <em>farm </em>untuk kegiatan di <em>farm </em>dan seorang kepala unit penetasan (hatchery) untuk kegiatan di <em>hatchery.</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kepala unit <em>farm </em>bertugas mengawasi seluruh kegiatan yang berhubungan dengan produksi dan operasional <em>farm</em> dibantu oleh <em>supervisor </em>produksi, sedangkan kepala unit <em>hatchery </em>bertugas mengawasi seluruh kegiatan yang berhubungan dengan produksi dan operasional <em>hatchery </em>juga dibantu oleh <em>supervisor</em> produksi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Superisor</span></em><span lang="IN"> produksi bertugas mengawasi kegiatan <em>operator</em> dan bertanggung jawab seluruh kegiatan di lapangan, baik pada bagian <em>farm</em> maupun pada bagian <em>hatchery</em>. Kegiatan <em>supervisor</em> produksi dibantu oleh asisten yang menjabat sebagai kepala seksi yang bertugas sebagai pengganti <em>supervisor</em> jika tidak ada di lapangan, sebagai mediator antara <em>operator</em> dengan <em>supervisor</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Staf administrasi bertugas mencatat kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan kegiatan produksi, penerimaan dan pengeluaran keuangan, membuat laporan harian, mingguan, bulanan serta mengeluarkan surat jalan. <em>Operator</em> bertugas menjalankan kegiatan di lapangan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Untuk lebih jelasnya, struktur organisasi PT Peternakan Ayam Manggis IV Cianjur dapat dilihat pada Gambar 1 berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><!--[if gte vml 1]&gt;-->                                                                             </p>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span><i><span lang="IN">Farm </span></i><span lang="IN">Manager<i></i></span></span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><i><span lang="IN">Supervisor </span></i><span lang="IN">Administrasi</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center">&nbsp;</p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span lang="IN">Supir</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span lang="IN">Statistik</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span lang="IN">Gudang</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span lang="IN">Mekanik</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span lang="IN">Satpam</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span lang="IN">Tukang Cuci</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span lang="IN">Kepala Unit <i>Farm</i></span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span lang="IN">Kepala Unit <i>Hatchery</i></span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><i><span lang="IN">Supervisor</span></i><span lang="IN"> Produksi</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span lang="IN">Kepala Produksi</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><i><span lang="IN">Operator</span></i></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><i><span lang="IN">Supervisor</span></i><span lang="IN"> Produksi</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span lang="IN">Kepala Seksi</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><i><span lang="IN">Operator</span></i></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center"><span lang="IN">Tukang Kebun</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<p> <!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:-2;left:0;margin-left:11px;margin-top:18px;width:534px;height:294px;"><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="Organization Chart" width="534" height="294" /></span><!--[endif]--><strong><span lang="IN"></span></strong>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Gambar 1. Struktur Organisasi PT Peternakan Ayam Manggis IV Cianjur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;margin:12pt 0 6pt;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;margin:12pt 0 6pt;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;margin:12pt 0 6pt;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Sarana Produksi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Sarana dan Prasarana</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>PT Peternakan Ayam Manggis IV Cianjur memiliki luas </span>area 60 ha. Lahan yang dipakai untuk kegiatan peternakan seluas 45 ha. <span lang="IN">Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh PT Peternakan Ayam Manggis IV Cianjur adalah bangunan kandang yang terdiri atas 39 kandang, kandang karantina, kantor, gudang, asrama karyawan, satu unit penetasan (Hatchery), pos satpam, ruang sanitasi, unit kendaraan angkut berupa truk, bengkel dan mushola.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Sumber air berasal dari sumur artesis yang airnya akan mengalir terus untuk ditampung dalam tangki air sehingga peternakan tidak mengalami kesulitan air. Sumber tenaga listrik berasal dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan dua buah generator sebagai cadangan bila sewaktu-waktu aliran listrik dari PLN padam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Perkandangan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Perusahaan menggunakan <em>closed house system</em> atau kandang sistem tertutup. Sudaryani dan Santoso (2004) mengatakan bahwa keuntungan menggunakan kandang tertutup yaitu memudahkan pengawasan, pengaturan suhu dan kelembaban, pengaturan cahaya, mempunyai ventilasi yang baik serta penyebaran penyakit mudah diatasi. Berdasarkan fase pemeliharaannya, kandang yang digunakan oleh perusahaan menggunakan sistem <em>brood-grow-lay</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Jumlah kandang yang dimiliki perusahaan sebanyak 39 kandang yang dibagi dalam tiga unit kandang. Unit I terdiri atas 11 kandang. Unit II dan III masing-masing terdiri atas 14 kandang. Setiap unit dilengkapi dengan kandang karantina. </span><span lang="SV">Kandang membujur dari Timur ke Barat. Jarak antar kandang 15 m. Kandang berukuran 90 m x 12 m dimana dalam satu kandang dibagi menjadi delapan pen yang sama besar.</span><span lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Strain Ayam yang Dipelihara</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Strain ayam yang dipelihara di perusahaan ini ada dua jenis yaitu <em>Hysex Brown</em> untuk ayam tipe petelur dan <em>Hybro PG<sup>+</sup></em> untuk tipe pedaging. Dalam laporan ini, yang akan dibahas lebih lanjut adalah ayam bibit pedaging Strain <em>Hybro PG<sup>+</sup></em>.</span></p>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN"><br /> </span></p>
<div class="Section4">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">MANAJEMEN PERKANDANGAN AYAM BIBIT PEDAGING </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">SISTEM TERTUTUP DI PT PETERNAKAN AYAM </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">MANGGIS IV CIANJUR</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Konstruksi Kandang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Banyak bentuk dan konstruksi kandang yang bisa dibangun, tetapi semuanya harus didasarkan pada kegunaan dan rencana usaha yang akan dijalankan. Menurut Fadilah dkk (2007), semua bentuk kandang yang dibuat ditujukan untuk ayam bisa hidup dengan nyaman dan aman dari lingkungan, sehingga ayam dapat berproduksi dengan optimal. Konstruksi kandang meliputi, atap, dinding, lantai dan sistem ventilasi pada kandang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">Atap Kandang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Atap kandang adalah bagian dari bangunan kandang yang berfungsi untuk menaungi bagian dalam kandang dari panas matahari dan curah hujan. Bahan yang digunakan sebagai atap perlu dipilih dari jenis bahan yang ringan, tahan panas, tidak menyerap atau menghantar panas, tidak mudah bocor dan tahan terhadap curah hujan yang tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>Atap kandang yang digunakan perusahaan adalah atap monitor berbahan seng. Menurut pendapat Rasyaf (2003), atap sistem monitor dapat meningkatkan fungsi ventilasi. Di bawah atap kandang terdapat langit-langit kandang yang terbuat dari terpal. Tinggi langit-langit kandang dari lantai yaitu 2,1 m.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">Dinding Kandang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Dinding kandang berfungsi sebagai pelindung keberadaan ayam dari gangguan luar dan penghalang ayam agar tetap berada dalam kandang. Dinding kandang terdiri atas kawat monitor dan beton yang dilapisi dengan tirai yang terbuat dari terpal. Tinggi dinding kandang yang terbuat dari beton sampai ke kawat monitor yaitu 50 cm, sedangkan tinggi kawat monitor sampai atap terendah yaitu 1,6 m.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Tirai pada dinding kandang ada dua yaitu tirai berwarna putih dan tirai hitam. Tirai putih berfungsi untuk membantu penerangan pada periode <em>starter </em>dan <em>layer,</em> sedangkan tirai hitam untuk menahan cahaya dari luar pada periode <em>grower.</em> </span><span lang="IN">Pada saat produksi telur telah mencapai 60%, tirai hitam akan diturunkan dan <em>light trap</em> (penghalang cahaya) sudah dapat dilepas dari kipas (exhaust fan). Tujuan penurunan tirai hitam agar pencahayaan di dalam kandang dibantu oleh cahaya luar sehingga penggunaan lampu di dalam kandang dapat dikurangi.</span><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">Lantai Kandang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>Lantai kandang menggunakan sistem <em>litter</em> berbahan sekam padi. <em>Litter</em> adalah hamparan alas kandang yang berguna sebagai alas tidur, penghangat bagi ayam dan mengurangi kelembaban lantai kandang. Ketebalan sekam padi sekitar 15-20 cm.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>Menurut Rasyaf (2003), keuntungan sistem <em>litter</em> adalah menurunkan peluang ayam lepuh dada, sedangkan kerugiannya yaitu alas kandang mudah dan cepat basah dan menimbulkan bau tidak sedap yang dapat menyuburkan bibit penyakit terutama CRD (Chronic Respiratory Disease).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">Sistem Ventilasi</span></strong><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Menurut Priyatno (2002), ventilasi adalah jalan keluar masuknya udara sehingga udara segar dari luar dapat masuk untuk menggantikan udara yang kotor dari dalam kandang. Sistem ventilasi yang digunakan perusahaan menggunakan <em>cooling pad </em><span> </span>dan </span><em><span lang="IN">exhaust fan</span></em><span lang="SV">.<em> Cooling pad</em> mengalirkan udara segar yang dibutuhkan ke dalam kandang dan </span><em><span lang="IN">exhaust fan</span></em><span lang="SV"> mengeluarkan udara kotor ke luar kandang. Jumlah</span><em><span lang="IN"> fan</span></em><span lang="SV"> yang dipasang disesuaikan dengan volume ruangan kandang, populasi ayam jantan dan betina serta rataan bobot badan jantan dan betina.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="SV">Peralatan Kandang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>Peralatan yang digunakan pada setiap kandang diantaranya <em>cooling pad, blower</em>, tirai, tempat pakan, tempat minum, <em>nest box,</em> lori gantung dan <em>egg tray</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span lang="SV">Cooling Pad</span></em></strong><em><span lang="SV"></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><em><span lang="SV">Cooling pad</span></em><span lang="SV"> yaitu serangkaian alat yang berfungsi sebagai pendingin otomatis atas kerja sinyal dari perubahan suhu kemudian diteruskan ke panel <em>set point</em>. <em>Cooling</em> <em>pad</em> terbuat dari bahan selulosa yang disusun bergelombang berbentuk <em>wafer</em> yang disebut <em>cell deck</em> berukuran tinggi 150 cm dan lebar 60 cm. <em>Cooling</em> <em>pad</em> dipasang di sebelah kiri kanan kandang dengan panjang 10 m di pen satu. <em>Cooling pad</em> dilengkapi dengan bak berisikan air dan tirai hitam yang berfungsi mengatur pemasukan udara segar yang diperlukan ayam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><em><span lang="SV">Cooling pad</span></em><span lang="SV"> akan bekerja jika seluruh kipas telah beroperasi dan suhu di dalam kandang telah mencapai 30 <sup>o</sup>C. Pipa <em>cooling pad</em> akan mengalirkan air selama dua menit dan berhenti selama enam menit yang diatur secara otomatis dengan <em>time switch</em>. Air akan mengalir melewati lubang-lubang kecil pada pipa <em>cooling pad</em>. Air yang mengalir menyebabkan <em>cell deck</em> menjadi basah. Udara bersih masuk melalui <em>cell deck</em> seiring dengan air yang merembes masuk melalui <em>cell deck</em> sehingga udara menjadi sejuk dan dingin. Udara dingin dan sejuk disebarkan ke seluruh ruangan kandang melalui bantuan </span><em><span lang="IN">exhaust fan.</span></em><span lang="IN"> Menurut Jahja (1995), suhu yang ideal untuk pemeliharaan ayam berkisar antara 18-27 <sup>o</sup>C. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span lang="IN">Exhaust Fan</span></em></strong><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Exhaust fan</span></em><span lang="IN"> </span><span lang="SV">atau kipas adalah alat untuk menarik/ menyedot udara ke luar dari dalam kandang dan udara segar masuk melalui <em>cooling pad.</em> </span><em><span lang="IN">Fan</span></em><span lang="IN"> </span><span lang="SV">yang dimiliki perusahaan berdiameter 140 cm dan berkapasitas 20.000 cfm/kipas yang diletakkan pada bagian belakang kandang. Pada waktu pengamatan terdapat 6 <em>fan</em> yang digunakan dalam satu kandang. Jumlah kipas yang beroperasi tergantung pada suhu di dalam kandang. Setiap kenaikan suhu 2 <sup>o</sup>C di dalam kandang, akan mengoperasikan kipas tertentu secara otomatis. Sebaliknya, pada penurunan suhu di dalam kandang akan menghentikan fungsi kipas<em> </em>tertentu pula<em>.</em> Pengaturan kipas dalam kandang disajikan pada Tabel 1.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Tabel 1. Pengaturan </span><em><span lang="IN">Exhaust Fan</span></em><span lang="IN"> </span><span lang="SV">dalam Kandang</span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:426.45pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="569" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>Set Point Suhu<span> </span></span><em><span lang="IN">Exhaust Fan</span></em><em><span lang="IN"> </span></em><span lang="IN"><span> </span></span><span lang="SV">yang Diaktifkan<span> </span>∑ </span><em><span lang="IN">Exhaust Fan</span></em><span lang="IN"> </span><span lang="SV">yang Nyala</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:426.45pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="569" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="PT-BR">&#8212;(oC)&#8212;<span> </span><span> </span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-(buah)&#8212;&#8212;&#8212;-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="PT-BR"><span> </span>&lt; 22,0-23,9<span> </span>No 2 dan 5<span> </span><span> </span><span> </span>2</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="PT-BR"><span> </span>24,0-25,9<span> </span>No 3<span> </span><span> </span>3</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="PT-BR"><span> </span>26,0-27,9<span> </span>No1 dan 6<span> </span><span> </span><span> </span><span> </span>5</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="PT-BR"><span> </span></span>28,0-29,9<span> </span><span> </span>No 4<span> </span><span> </span><span> </span><span> </span>6</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span><span lang="SV">&gt; 30,0<span> </span><em>cooling pad</em> beroperasi<span> </span>6 + <em>cooling pad</em></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="SV">Sumber : PT Peternakan Ayam Manggis IV Cianjur (2008)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"><span> </span></span></strong><span lang="IN">Pada prinsipnya, udara kotor akan diganti dengan udara bersih yang masuk melalui <em>cell deck</em>. Untuk mengoptimalkan pergantian udara dalam kandang, maka laju kecepatan udara per meter per detik sangat penting untuk diperhatikan karena kecepatan udara sangat menentukan dalam proses pendinginan tubuh ayam. Hubungan antara kecepatan angin dengan suhu dapat dilihat pada Gambar 2.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;line-height:150%;"><!--[if gte vml 1]&gt;     &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:-1;left:0;margin-left:0;margin-top:8px;width:528px;height:334px;"><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.jpg" alt="" width="528" height="334" /></span><!--[endif]--><span lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"><span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Gambar 2. Grafik <em>Wind Chilled Factor</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"><span> </span></span></strong><span lang="IN">Dari Gambar 2 dapat dijelaskan bahwa ketika suhu lingkungan mencapai 35 <sup>o</sup>C dan aliran udara dalam kandang berkecepatan 0,5 m per detik, maka suhu efektif yang dirasakan ayam berkisar 32,5 <sup>o</sup>C. Jika kecepatan udara yang masuk 1 m per detik, suhu yang dirasakan oleh ayam 28 <sup>o</sup>C dan seterusnya. Pada gambar dapat dilihat daerah berwarna putih yang merupakan daerah optimal untuk ayam berkisar 19-25 <sup>o</sup>C dan kecepatan angin antara 1,3-2,0 m per detik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Hasil pengamatan menunjukkan bahwa suhu di dalam kandang yang dicapai dengan menggunakan kandang <em>closed house </em>ini yaitu 26,8 <sup>o</sup>C. Suhu yang di capai ini sesuai dengan standar suhu yang ditetapkan oleh perusahaan 27 <sup>o</sup>C.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Tempat Pakan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Tempat pakan pada periode <em>layer</em> menggunakan <em>automatic feeder trough</em> untuk betina dan <em>feeder trough</em> untuk jantan. Masing-masing tempat pakan dilengkapi dengan <em>grill. </em>Untuk tempat pakan betina ditambah dengan motor penggerak, <em>hopper, trough</em> dan rantai pengedar pakan<em>.</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Hopper</span></em><span lang="IN"> sebanyak tiga buah berfungsi sebagai bak pakan sebelum pakan diedarkan ke dalam kandang. Kapasitas tiap <em>hopper</em> yaitu 150 kg. <em>Trough</em> berfungsi sebagai tempat pakan yang<em> </em>berbentuk persegi panjang dan terbuat dari bahan seng baja. Lebar <em>trough</em> 11 cm dan panjangnya sejajar dengan panjang kandang. Dalam satu kandang terdiri dari enam jalur <em>trough</em>, dimana tiap dua jalur <em>trough</em> akan dihubungkan dengan satu <em>hopper</em>. <em>Grill</em> adalah penutup <em>trough</em> yang berbentuk segitiga sebagai tempat masuknya kepala ayam dengan ukuran lubang-lubang <em>grill</em> disesuaikan dengan ukuran kepala ayam. Ukuran <em>grill </em>pada betina 6cm x 7 cm. Menurut Sudaryani dan Santoso (2004), keuntungan menggunakan <em>grill </em><span> </span>yaitu dapat meningkatkan efisiensi pakan dan pemberian pakan jantan lebih terkontrol. Rantai pengedar pakan berhubungan langsung dengan motor penggerak. Rantai ini akan mengedarkan pakan secara merata ke dalam kandang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Feeder trough</span></em><span lang="IN"> pada ayam jantan diletakkan dengan ketinggian 50 cm. Pada tiap kandang terdapat 16 buah <em>feeder trough</em> dengan ukuran 400cm x 11 cm. Kebutuhan tempat pakan per ekor ayam yaitu 15 cm. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Pendistribusian pakan dengan <em>automatic feeder trough</em> harus tepat. Pada waktu pengamatan lama pendistribusian pakan yaitu selama 6 enam menit. <strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Tempat Minum</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Tempat minum yang digunakan pada periode <em>layer</em> yaitu <em>nipple drinker</em>. <em>Nipple</em> yaitu tempat minum otomatis dari bahan plastik dengan pentil <em>stainless</em> pada bagian bawahnya yang bila ditekan akan mengeluarkan air. Dalam satu kandang dipasang empat jalur rangkaian <em>nipple</em> yang panjangnya disesuaikan dengan panjang kandang. Jarak setiap <em>nipple</em> 30 cm sehingga jumlah <em>nipple</em> dalam kandang sebanyak 1.187 <em>nipple.</em> Setiap satu <em>nipple</em> dapat digunakan 8-9 ekor ayam. Hal ini sesuai dengan pernyataan Hybro (2001), bahwa dalam satu <em>nipple</em> digunakan untuk 8-9 ekor ayam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Perangkat tempat minum <em>nipple</em> terdiri dari pipa paralon untuk saluran air minum, pentil <em>nipple</em>, pipa besi sebagai penyangga paralon, tali penggantung pipa besi dan paralon, kawat kejut di bagian atas paralon sebagai penghalang ayam untuk tidak bertengger dengan kekuatan 120 volt, <em>regulator</em> atau pengukur tekanan air, perangkat dosatron (pencampur obat) yang dilengkapi <em>water meter</em>, dan tangki air. Tempat minum dipasang dengan ketinggian kurang lebih 50 cm dari atas <em>litter</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Seluruh air minum ayam berasal dari sumur artesis yang ditampung pada penampungan air berkapasitas 100.000 liter. Air dipompa ke dalam tangki di dalam kandang yang berkapasitas 1.000 liter. Setelah itu air akan melewati saringan dan diukur pada <em>water meter</em>, kemudian air melewati dosatron dan masuk ke regulator. <strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span lang="IN">Nest Box</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Nest Box</span></em><span lang="IN"> adalah kumpulan sarang tempat ayam bertelur yang dibuat dari bahan seng berbentuk rumah. Atap sarang berbentuk A yang pada bagian atasnya diberi lempengan agar ayam tidak dapat bertengger di atasnya. Ukuran <em>nest box</em> yaitu 1,8 m x 72 cm x 95 cm. <em>Nest box</em> mempunyai 20 lubang sarang dengan kapasitas 4-5 ekor/lubang sarang. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sudaryani dan Santoso (2003) bahwa setiap lubang sarang dapat dipakai<span> </span>4-5 ekor ayam betina. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Setiap satu lubang sarang berukuran 35 cm x 25 cm x 20 cm dialasi dengan seng, kemudian ditaburi sekam padi setebal 5-8 cm. Jumlah <em>nest box</em> dalam satu pen yaitu delapan buah, sehingga dalam satu kandang terdapat 64 buah <em>nest box.<strong></strong></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Perlengkapan lain yang ada di dalam kandang antara lain lori gantung, <em>egg tray, </em>alat penerangan, timbangan, keranjang pengangkut ayam, lemari fumigasi, peralatan kebersihan dan sanitasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Performa Ayam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Banyak faktor yang dapat mempengaruhi performa atau penampilan ayam. Pada tabel 2 merupakan hasil pengamatan ayam bibit pedaging umur 26 minggu dengan jumlah ayam betina 6.073 ekor.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Dari performa yang dihasilkan, ternyata lebih rendah dari standar yang ditetapkan oleh perusahaan. Produksi telur <em>Hen Day</em> (HD) lebih rendah, hal tersebut kemungkinan disebabkan karena pakan yang diberikan juga lebih rendah dari standar. Performa yang kurang baik ini bukan disebabkan oleh manajemen perkandangan (kandang dan peralatan) yang kurang baik atau kurang memadai, tetapi kemungkinan disebabkan oleh hal-hal lain seperti program pemberian pakan atau manajemen pemeliharaan yang kurang baik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Persentase <em>depletion</em> atau penyusutan jumlah ayam (afkir, kematian) masih berada di bawah toleransi. Umumnya, kematian bukan disebabkan oleh terserang suatu penyakit melainkan disebabkan terjepit tempat pakan pada saat distribusi pakan, tertindih pada saat ayam menumpuk pada satu sisi kandang bila ayam dalam keadaan terkejut.</span><span lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Tabel 2. Performa Ayam Bibit Pedaging Umur 26 Minggu</span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:407.7pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="544" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span><span> </span>Performa<span> </span><span> </span>Aktual<span> </span><span> </span>Standar</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:407.7pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="544" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="PT-BR"><span> </span>Konsumsi Pakan (g/e/h)<span> </span><span> </span>136,00<span> </span><span> </span>143,0</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="PT-BR"><span> </span></span><span lang="SV">Bobot Badan (g/e)<span> </span><span> </span>3315,00 <span> </span>3270,0</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>Produksi   Telur HD (%)<span> </span>35,30<span> </span><span> </span>42,0</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="FI">Produksi Telur HE (%)<span> </span><span> </span>65,30<span> </span><span> </span>78,0</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span>Depletion<em> </em><span lang="PT-BR"><span> </span><span> </span>0,18<span> </span><span> </span>0,2</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;"><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Sumber : PT Peternakan Ayam Manggis IV Cianjur (2008)</span></p>
</div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"><br /> </span></p>
<div class="Section5">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">PEMELIHARAAN AYAM PERIODE INDU</span></strong><strong><span lang="SV">KAN </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>Pemeliharaan ayam pada periode indukan atau <em>starter </em>dimulai pada umur 0-5 minggu. Menurut Fadilah dkk (2007), periode<em> starter</em> sangat menentukan keberhasilan usaha pemeliharaan ayam karena pada periode inilah terjadi pembentukan sistem kekebalan tubuh, pembentukan tubuh dan awal pembentukan kerangka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>Periode <em>starter</em> dimulai dengan kegiatan persiapan kandang dan peralatan, perlakuan saat DOC datang, pemberian pakan dan minum, pengaturan cahaya, penimbangan, pemotongan paruh dan pencegahan penyakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="SV">Persiapan Kandang dan Peralatan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>Persiapan kandang membutuhkan waktu yang relatif lama karena kandang dibersihkan dan diistirahatkan, yang dilakukan agar siklus penyakit terputus sebelum pemeliharaan ayam dimulai. <span> </span>Tahapan persiapan kandang yang harus dilakukan adalah: penyemprotan kandang dengan obat kutu. Pengangkatan <em>litter</em> bekas. Penyemprotan kandang dengan obat kutu kembali. Pencucian kandang dengan air dan deterjen. Perbaikan fisik kandang. Penyemprotan dengan <em>long life </em>dosis 2,5 ml/l air. Pemasangan <em>chick guard</em> dan <em>gasolek</em>. Fumigasi dengan tiga kali kekuatan. Sekam ditabur ke dalam <em>chick guard</em> dan difumigasi dengan <em>cypper killer</em> 3g/ 2 l air.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>Peralatan yang digunakan pada periode <em>starter</em> yaitu </span><span lang="IN">tempat pakan, tempat minum, koran sebagai alas, alat pemanas (gasolek) dan <em>chick guard</em> (lingkar pembatas).</span><span lang="IN"> </span><span lang="SV">Peralatan harus dalam keadaan bersih agar anak ayam terhindar dari penyakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Dalam </span><em><span lang="IN">chick guard</span></em><span lang="SV"> (lingkar pembatas) dipasang sebuah gasolek pada ketinggian 1,0-1,2 m dengan kemiringan 45°. Kapasitas satu <em>chick guard</em> untuk 500-750 ekor. Menurut Sudaryani dan Santoso (2004), empat jam sebelum DOC datang, pemanas sudah dinyalakan sehingga pada saat DOC datang suhu sudah stabil yaitu 35°C. Tempat pakan dan minum diletakkan di dalam <em>chick guard</em> yang telah dialasi Koran. Tempat pakan yang digunakan yaitu <em>feeder tray</em> dan tempat minum berbentuk galon. Tempat pakan dan tempat minum disusun secara selang-seling dan melingkar mengikuti <em>chick guard</em>. </span>Air minum yang digunakan air dengan campuran gula 5 g/l air.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong>Perlakuan Saat DOC Datang</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span>DOC dihitung dan dibagi ke dalam <em>chick guard </em>dengan jumlah yang sama. <span lang="SV">Jumlah DOC yang datang pada saat pengamatan sebanyak 6.800 ekor betina dan 1.250 ekor jantan. Setelah dihitung, dilakukan penimbangan secara acak dengan mengambil sampel 10% dari jumlah DOC yang ada. </span>Tujuan dilakukan penimbangan adalah untuk mengetahui bobot badan rata-rata anak ayam. <span lang="SV">Hasil penimbangan bobot badan rata-rata yaitu 40 g untuk betina dan 45-50 g untuk jantan. </span>Selain itu, dilakukan pengambilan sampel darah terhadap anak ayam yang kondisi fisiknya lemah. <span lang="SV">Tujuan pengambilan sampel ini yaitu untuk mengetahui apakah anak ayam terjangkit suatu penyakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pemeliharaan jantan dan betina dipisahkan agar pengontrolan pakan dan pemeliharaan mudah dilakukan untuk mencapai bobot badan standar. DOC yang berada di dalam <em>chick guard</em> dapat langsung minum dan makan yang telah dipersiapkan sebelumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="SV">Pemberian Pakan dan Minum</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>Pemberian pakan pada periode <em>starter </em>dilakukan <em>ad libitum</em> hingga ayam berumur tiga minggu. Pakan yang digunakan berbentuk <em>mash</em> yang diproduksi oleh perusahaan sendiri dengan kode 732. Kandungan nutrisi pada pakan telah sesuai dengan Hybro (2001), yang menyatakan bahwa pada ayam <em>starter</em> memerlukan kadar protein kasar 18,5% dan energi metabolisme 2.750 kkal/kg. Pemberian minum untuk periode <em>starter</em> dilakukan <em>ad libitum</em> dengan penambahan vitamin dan antibiotik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="SV">Pengaturan Cahaya</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>Pemberian cahaya pada periode <em>starter</em> bertujuan untuk memacu pertumbuhan dan agar ayam dapat mengenal lingkungannya dengan baik. Program pencahayaan untuk ayam periode <em>starter</em> disajikan pada Tabel 3.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"><span> </span></span></strong><span lang="IN">Pada saat ayam berumur 1-14 hari, tirai penutup kandang yang berwarna putih dalam keadaan tertutup dan tirai yang berwarna hitam dalam keadaan terbuka sehingga cahaya luar dapat masuk. Pada malam hari, pencahayaan dilakukan menggunakan lampu. Setelah ayam berumur 15 hari tirai penutup dalam keadaan tertutup dan 1-2 kipas dinyalakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Tabel 3. Program Pencahayaan Ayam Periode <em>Starter</em></span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:407.7pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="544" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span><span> </span></span><span lang="PT-BR">Umur</span><span lang="IN"><span> </span></span><span lang="PT-BR">Lama Pencahayaan</span><span lang="IN"><span> </span><span> </span><span> </span></span><span lang="PT-BR">Intensitas Cahaya</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:407.7pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="544" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span></span><span lang="SV">1-7<span> </span><span> </span>23<span> </span>20</span><span lang="PT-BR"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>8-14<span> </span>18<span> </span>20</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span><span> </span>15-21<span> </span>13<span> </span><span> </span>5</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span>22-35<span> </span>8<span> </span>5</span><span lang="FI"></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="SV">Sumber : PT Peternakan Ayam Manggis IV Cianjur (2008)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Penimbangan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Penimbangan ayam dilakukan setiap minggu secara acak dengan sampel 10% dari jumlah ayam. Hal ini sesuai dengan pernyataan Rasyaf (2001), bahwa penimbangan dilakukan secara acak dengan jumlah sampel kurang lebih 10% dari populasi ayam. Penimbangan dilakukan sebelum ayam diberi makan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan penimbangan ini adalah untuk mengetahui bobot badan anak ayam sehingga pengontrolan bobot badan dan tingkat keseragaman ayam pada periode <em>starter</em> dapat dicapai. Anak ayam yang berbobot badan kecil dan lemah dipisah pada <em>brooder</em> yang berbeda untuk diberi perlakuan yang intensif.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Pemotongan Paruh</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"><span> </span></span></strong><span lang="IN">Pemotongan paruh dilakukan pada ayam dilakukan pada anak ayam umur empat hari. Sudaryani dan Santoso (2004) menyatakan bahwa keuntungan pemotongan paruh pada ayam umur muda adalah ayam mudah dipegang, dapat mengurangi pendarahan dan cekaman serta daya hidup anak ayam lebih baik. Tujuan potong paruh adalah menghilangkan sifat kanibal, efisiensi pakan dan memacu pertumbuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Paruh dipotong hingga sepertiga bagian dengan menggunakan <em>electric debeaker.</em><span> Sebelum pemotongan paruh, DOC<em> </em>diberi vitamin K dan antibiotik lewat air minum. Setelah potong paruh selesai dilakukan, DOC<em> </em>dipuasakan minum selama dua jam dan pakan lima jam. Tujuan pemuasaan ini agar tidak tidak terjadi pendarahan pada mulut ayam. Setelah pemuasaan, anak ayam diberi minum dengan campuran vitamin K, kemudian esok harinya diberi vitamin C dan vitamin K juga lewat air minum.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Pencegahan Penyakit</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Program pencegahan penyakit dilaksanakan dengan <em>biosecurity</em> yang ketat dan program vaksinasi. <em>Biosecurity</em> yang dilakukan perusahaan yaitu menggunakan satu pintu untuk keluar masuk perusahaan yang dilengkapi dengan ruang semprot untuk mencegah terbawanya bibit penyakit, pegawai kandang menggunakan pakaian khusus yang diganti pada ruang sanitasi utama, melewati ruang sanitasi pada setiap pintu unit kandang, pencelupan kaki dan cuci tangan ke dalam air desinfektan sebelum masuk ke dalam kandang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Bahan sanitasi yang digunakan dari jenis bahan <em>septi guard</em> semacam <em>lysol</em> dengan bahan aktif <em>glutaraldehyde</em> 30%, <em>isopropanol</em> 5%, <em>amnium quartener</em> 20%. Cara mengencerkan yaitu dengan dosis 1 ml dalam 4 l air. Jenis sanitasi ini biasanya digunakan untuk cuci tangan dan celup kaki sebelum masuk ke dalam kandang, sedangkan untuk peralatan dengan dosis yang dipakai adalah 1 ml air dalam 2,5 l air.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Program vaksinasi merupakan salah satu cara yang paling sering digunakan untuk mencegah timbulnya penyakit. Vaksinasi yang dilakukan pada periode <em>starter</em> terutama untuk mencegah penyakit <em>Infectious Bursal Disease </em>(IBD)<em>, Newcastle Disease </em>(ND)<em>, Infectious Bronchitis </em>(IB)<em>, Coccidiosis </em>serta <em>Avian Influenza </em>(AI).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span lang="IN"><span> </span></span></em></p>
</div>
<p><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN"><br /> </span></em></p>
<div class="Section6">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">PEMELIHARAAN AYAM PERIODE<span> </span>PRODUKSI </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Pemeliharaan ayam periode produksi (layer) dimulai pada saat ayam berumur 21 minggu hingga ayam afkir atau berumur 65 minggu. Pemeliharaan ayam pada periode ini diharapkan untuk mendapatkan induk-induk yang memiliki penampilan optimum, baik dari segi puncak produksi maupun kemampuan menghasilkan telur tetas yang berkualitas baik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Kandang dan Peralatan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"><span> </span></span></strong><span lang="IN">Kandang yang digunakan untuk pemeliharaan ayam periode produksi (layer) masih sama dengan kandang pada periode sebelumnya. Peralatan yang digunakan pada periode produksi yaitu tempat pakan <em>automatic feeder trough</em> dan<span> </span><em>feeder trough, </em>tempat minum<em> nipple drinker,</em> ventilasi (cooling pad dan exhaust fan), kereta dorong (lori), lemari fumigasi dan<span> </span>penambahan <em>nest box</em> (sarang).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Pada saat menjelang produksi, <em>nest box</em> harus dalam keadaan siap pakai. Alas <em>nest box</em> sudah terpasang dan ditabur dengan sekam padi. Hal ini bertujuan agar ayam mulai dapat mengenali tempat bertelurnya sehingga telur yang dihasilkan tidak kotor atau pecah.<span> </span><em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Kepadatan Kandang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Luas kandang 1.080 m<sup>2</sup> dengan jumlah ayam 6.073 ekor pada umur 26 minggu, sehingga diperoleh kepadatan kandang 5,6 ekor/m<sup>2</sup>. Jumlah jantan 716 ekor atau 11,78%. Hal ini sesuai dengan standar kepadatan kandang yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu 5,0-6,0 ekor/m<sup>2</sup>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Berbeda dengan kandang sistem terbuka atau <em>open house system,</em> standar yang ditetapkan oleh North dan Bell (1990) menyatakan bahwa kepadatan kandang pada periode <em>layer</em> pada kandang sistem terbuka adalah 3,6 ekor/m<sup>2</sup>. Dari sini jelas terlihat bahwa kepadatan kandang pada kandang sistem tertutup atau <em>closed house sytem</em> dapat ditingkatkan.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Pemberian Pakan dan Minum</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Konsumsi pakan sangat penting untuk diperhatikan pada periode <em>layer</em>, terutama program konsumsi pakan menjelang puncak produksi. Jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan ayam. Kandungan nutrisi pada pakan periode <em>layer</em> yaitu protein 15,5% dan energi metabolisme 2.700 kkal/kg. Kode pakan yang digunakan 735. Menurut Hybro (2001), kenaikan jumlah pakan harus mencukupi kebutuhan gizi ayam untuk produksi telur dan pertumbuhan, yang pemberiannya bertahap sehingga dapat mencegah terjadinya over stimulasi pada ayam yang belum siap untuk berproduksi. Pemberian pakan<span> </span>dilakukan satu kali yaitu pada pagi hari pukul 08.30 WIB. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Tingkat konsumsi air minum ayam harus dimonitor setiap hari. Konsumsi air minum memiliki hubungan dengan tingkat produksi, jumlah pakan yang dikonsumsi dan temperatur lingkungan (Fadilah dkk. 2007). Ayam yang kekurangan air minum akan menyebabkan produksi telur menurun akibat terganggunya proses metabolisme. Jumlah konsumsi air minum pada periode <em>layer</em> yaitu 2,2-2,5 kali dari jumlah konsumsi pakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Pengaturan Cahaya</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Program pemberian cahaya pada periode <em>layer</em> dilaksanakan saat tirai yang berwarna hitam dibuka atau pada saat produksi telur mencapai 60%. Pemberian cahaya di kandang tertutup menggunakan lampu neon berkekuatan 40 watt. Program pemberian cahaya pada periode <em>layer</em> yang dilakukan di perusahaan disajikan pada Tabel 4.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Tabel 4. Program Pencahayaan Ayam Periode <em>Layer</em> di Perusahaan</span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:426.45pt;border:1pt medium solid none windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="569" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Umur Ayam<span> </span>Lama Pencahayaan</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:426.45pt;border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 5.4pt;" width="569" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>&#8212;&#8211;(minggu)&#8212;&#8211;<span> </span><span> </span>&#8212;&#8212;-(jam/hari)&#8212;&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:72pt;line-height:150%;"><span lang="IN">20<span> </span>10</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:72pt;line-height:150%;"><span lang="IN">21<span> </span>12</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>22-23<span> </span><span> </span>14</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>24-26<span> </span>15</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>&gt;27<span> </span>16</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN">Sumber : <span> </span>PT Peternakan Ayam Manggis IV Cianjur (2008)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:12pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Penimbangan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Penimbangan dan seleksi bobot badan dilakukan secara teratur satu minggu sekali dengan mengambil sampel 3-4% dari jumlah seluruh ayam. Penimbangan bobot badan pada periode <em>layer</em> dimaksudkan untuk mengontrol bobot badan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Penimbangan dilakukan sebelum ayam diberi makan dengan menggunakan timbangan gantung (salter) yang berkapasitas<span> </span>5 kg dengan cara mengikat kedua kaki pada posisi kepala ayam berada di bawah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Koleksi dan Penanganan Telur</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Pada dasarnya, yang mempengaruhi produksi telur yaitu faktor luar dan faktor dalam. Faktor luar seperti makanan, rontok bulu/luruh, suhu dalam kandang, kegaduhan dan penyakit, sedangkan faktor dalam yaitu keturunan/ genetik. Pencatatan produksi telur dilakukan pada saat ayam<span> </span>berproduksi sekitar 5% (hen day). Perhitungan produksi telur di perusahaan dilakukan setiap hari berdasarkan produksi <em>hen day</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Pada saat produksi telur mencapai 30%, pengumpulan telur dilakukan sebanyak empat kali dalam sehari. Sebelum dilakukan fumigasi, telur diseleksi terlebih dahulu berdasarkan keadaan luar telur, yang dikelompokkan ke dalam telur normal, abnormal, retak dan kotor. Telur yang lolos seleksi kemudian difumigasi dengan formalin dan KMnO<sub>4</sub> untuk membunuh bakteri yang berada pada kerabang telur. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Pencegahan Penyakit</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Program sanitasi dan vaksinasi masih dilakukan hingga ayam afkir. Sanitasi yang dilakukan sama dengan periode sebelumnya. Program vaksinasi yang dilakukan pada periode <em>layer,</em> sebagian besar merupakan vaksinasi ulang yang telah dilakukan pada periode sebelumnya. <em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Keberhasilan vaksinasi dinilai dengan cara pengambilan sampel darah 20 ekor ayam secara acak pada setiap kandang. Sampel darah tersebur akan diperiksa di laboratoriumdi Bogor. Tujuan pemeriksaan ini untuk mengetahui <em>titter</em> antibodi yang terbentuk pasca vaksinasi.</span></p>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN"><br /> </span></p>
<div class="Section7">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">PENGELOLAAN PENETASAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Pengelolaan penetasan di PT Peternakan Ayam Manggis IV Cianjur dilakukan di unit <em>hatchery</em>. Kegiatan yang dilakukan pada unit <em>hatchery</em> antara lain penanganan telur sebelum ditetaskan, proses penetasan, <em>pull chick</em> (penurunan DOC<em>)</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Penanganan Telur Sebelum Ditetaskan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span lang="IN">Grading</span></em></strong><strong><span lang="IN"> (Seleksi Telur)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Tahap awal dari proses penetasan dimulai dari penyeleksian telur (grading). Menurut Sudaryani dan Santoso (2004), tujuan seleksi telur tetas adalah untuk mendapatkan anak ayam yang sesuai dengan yang diharapkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Kriteria telur tetas (Hatch Egg) dalam seleksi meliputi telur utuh dan bersih, bobot telur 55-70 gram, bentuk telur normal dengan indeks 74%, ketebalan kerabang 0,33 mm.</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Telur yang tidak masuk ke dalam kriteria telur tetas dimasukkan ke dalam gudang telur untuk digunakan sebagai telur konsumsi. Telur yang lolos seleksi ditempatkan di <em>egg tray</em> dan disusun di kereta <em>buggy</em> sesuai dengan kandang dan hari pengumpulan, kemudian dibersihkan dengan kompresor dari bulu dan sekam yang masih menempel pada telur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Fumigasi Telur Tetas</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Telur tetas yang telah lolos seleksi kemudian dimasukkan ke dalam ruang fumigasi berukuran 3 m x 2,5 m. Fumigasi dilakukan selama 20 menit dengan dosis 280 g KMnO<sub>4</sub> dan 560 ml formalin. Menurut Sudaryani dan Santoso (2003), fumigasi dilakukan untuk membunuh kuman penyakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Penyimpanan Telur</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Telur yang telah difumigasi disimpan di <em>cooling room</em>. <em>Cooling room</em> merupakan ruangan khusus untuk menyimpan telur tetas sebelum masuk ke <em>setter,<span> </span></em>dimana suhu dan kelembaban ruangan diatur sehingga embrio tidak berkembang. Tujuan utama penyimpanan telur tetas adalah menunggu sampai jumlah telur yang ingin ditetaskan tercapai. Lama penyimpanan telur tetas berkisar 3-4 hari pada suhu 20 <sup>o</sup>C dan kelembaban 70-80%. Penyimpanan telur tetas yang terlalu lama dapat menurunkan daya tetas telur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Proses Penetasan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Proses penetasan melalui dua tahapan yaitu <em>setter</em> dan <em>hatcher</em>. Selama proses penetasan yang perlu diperhatikan yaitu suhu, kelembaban, pemutaran dan ventilasi. Hal ini sesuai dengan pendapat Nuryati dkk (2003), bahwa bila salah satu dari faktor di atas tidak berfungsi dengan baik, maka penetasan akan gagal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span lang="IN">Pre Warming</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Setelah jumlah telur yang akan ditetaskan terpenuhi, maka telur tetas dikeluarkan dari <em>cooling room</em> menuju <em>setter</em>. Akibat jauhnya perbedaan suhu antara <em>cooling room </em>dengan <em>setter</em>, maka perlu adanya penyesuaian suhu agar embrio yang ada di dalam telur tidak mengalami cekaman/ <em>shock</em>. Proses penyesuaian suhu tersebut disebut <em>pre warming</em>. Lamanya proses<span> </span><em>pre warming </em>didasarkan pada ketebalan kerabang telur. <em>Pre warming</em> pada telur ayam <em>Hysex</em> dilakukan selama 18 jam, sedangkan untuk telur ayam <em>Hybro</em> selama 12 jam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span lang="IN">Setter</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"><span> </span></span></strong><span lang="IN">Telur dari <em>pre warming</em> dimasukkan ke dalam ruang <em>setter</em> (ruang inkubator). Telur disetting berdasarkan kandang, kualitas telur, dan umur induk ayam. Ruang <em>setter</em> memiliki suhu 37,5 <sup>o</sup>C dan kelembaban<span> </span>52-55%. Pemutaran telur tetas di dalam <em>setter</em> dilakukan selama 18 hari dengan frekwensi pemutaran satu jam sekali. Sudut pemutaran telur 90 <sup>o</sup>C dan kemiringan 45<sup>o</sup>. Bila telur tidak diputar, maka kuning telur akan melekat pada satu sisi kerabang telur dan berakibat pada kematian embrio. Hal ini sesuai dengan pendapat Sudaryani dan Santoso (2003), bahwa telur tetas harus diputar setiap jam untuk menjaga embrio agar tidak menempel pada kerabang telur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span lang="IN">Transfer</span></em></strong><strong><span lang="IN"> Telur Tetas dan <em>Candling</em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Transfer adalah proses pemindahan telur tetas dari <em>setter </em>ke <em>hatcher </em>saat umur embrio 18 hari. Sebelum masuk ke mesin <em>hatcher</em>, terlebih dahulu dilakukan <em>candling</em> (peneropongan). <em>Candling</em> dilakukan untuk memisahkan telur yang fertil, infertil dan <em>explode.</em> Menurut Nuryati dkk (2003), telur <em>explode</em> disebabkan oleh telur terkontaminasi bakteri, kotor, pencucian telur kurang baik dan mesin tetas kotor.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Proses <em>candling</em> dilakukan dengan meletakkan telur di atas meja <em>candling</em> yang memiliki 12 buah bola lampu berkekuatan 60 watt. Telur yang fertil tampak gelap saat diterawang, telur infertil tampak terang karena tidak adanya perkembangan embrio, dan telur <em>explode</em> terdapat jamur atau bintil-bintil pada kerabangnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Transfer </span></em><span lang="IN">telur tetas dan <em>candling</em> harus dilakukan dengan cepat atau maksimal 30 menit karena embrio dapat mati akibat perubahan suhu telur yang drastis. Telur yang sudah diteropong dipindahkan ke kereta <em>buggy hatcher</em> yang berbentuk keranjang.<span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span lang="IN">Hatcher</span></em></strong><strong><span lang="IN"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"><span> </span></span></strong><span lang="IN">Telur yang lolos pada saat <em>candling</em> kemudian dimasukkan ke dalam mesin <em>hatcher</em> selama tiga hari. Tidak dilakukan pemutaran selama berada di <em>hatcher</em> karena terjadi <em>pipping</em> yaitu anak ayam berusaha memecah kerabang dengan paruhnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Pengaturan suhu dan kelembaban dilakukan berdasarkan keadaan telur. Suhu dalam <em>hatcher </em>sekitar 37-38 <sup>o</sup>C. Kelembaban <em>hatcher</em> sebelum <em>pipping</em> sekitar 52-55% dan saat <em>pipping</em> kelembaban dinaikkan menjadi 70-75%. Kelembaban yang tinggi dapat membantu proses <em>pipping</em>. Saat telur menetas (setelah pipping) maka kelembaban diturunkan kembali menjadi 52-55% dan suhu dalam keadaan lebih rendah dari 37 <sup>o</sup>C untuk membantu proses pengeringan bulu DOC<em>.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><em><span lang="IN">Pull Chick</span></em></strong><strong><span lang="IN"> (Penurunan DOC<em>)</em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span><em>Pull chick</em> merupakan proses terakhir dalam <em>hatchery</em>. <em>Pull chick</em> dilakukan empat kali dalam seminggu. Hari Senin dan Kamis untuk DOC<em> layer</em>, sedangkan hari Selasa dan Jum’at untuk DOC<em> broiler</em>. Proses <em>pull chick </em>diawali dengan membongkar rak DOC, <em>grading </em>DOC<em>, </em>potong paruh, vaksinasi, hitung ulang dan pengeluaran DOC<em>.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>DOC yang dibongkar dari keranjang akan diseleksi berdasarkan bobot badan dan penampilan normal. Kriteria DOC normal yaitu bobot DOC minimal 33 g/ekor untuk <em>layer</em> dan 37 g/ekor untuk <em>broiler</em>, lincah, mata cerah dan aktif, memiliki pusar tertutup, kaki, paruh dan perut (kantung kuning telur) normal, bulu cerah, tidak kusam dan penuh, bebas dari penyakit <em>pullorum</em>, <em>omphalitis</em> dan jamur. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Pada DOC layer dilakukan pemisahan jantan dan betina (sexing). DOC jantan berwarna kuning merata, sedangkan untuk betina berwarna coklat lebih dominan atau warna kuning dengan garis coklat di bagian punggung atau di kepala.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Perhitungan dan pengemasan DOC dilakukan dengan teliti agar jumlah DOC pada boks tidak kurang. Setiap boks diisi dengan 102 ekor DOC. Boks dilengkapi dengan label yang mencantumkan strain ayam, tanggal menetas, nama perusahaan dan jumlah ayam. Warna boks untuk strain <em>Hybro</em> <em>PG</em><sup>+</sup> yaitu hijau. Warna boks untuk strain <em>Hysex</em> <em>Brown</em> yaitu hitam untuk jantan dan biru untuk betina.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Pengiriman DOC<em> </em>merupakan tahap akhir dari proses penetasan. Jumlah pengiriman disesuaikan dengan permintaan pasar. Pengiriman DOC dilakukan dengan menggunakan mobil boks yang dilengkapi dengan ventilasi sebagai sirkulasi udara selama perjalanan. Biasanya, konsumen yang memesan DOC dari perusahaan ini berasal dari daerah Jawa dan Sumatera.<span> </span></span></p>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN"><br /> </span></p>
<div class="Section8">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">PENANGANAN LIMBAH </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Limbah yang Dihasilkan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Limbah yang dihasilkan berasal dari limbah kandang<span> </span>dan limbah penetasan. Limbah dari kandang berupa bangkai ayam dan sekam yang bercampur dengan kotoran ayam. Limbah penetasan terdiri atas limbah cair seperti air bekas pencucian dari kegiatan penetasan dan limbah padat berupa telur afkir dari <em>grading</em>, telur infertil saat <em>candling, </em>kerabang telur dan telur yang tidak menetas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Penanganan Limbah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Penanganan limbah bangkai ayam yang dilakukan oleh perusahaan yaitu dengan cara membakar bangkai tersebut pada lubang yang telah disediakan. Untuk sekam yang bercampur kotoran ayam akan diangkut keluar kandang dan dijual kepada agen.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Pada limbah penetasan, air bekas pencucian akan dialirkan ke saluran air tanpa melalui proses lebih lanjut. Limbah padat berupa telur afkir dijual kepada karyawan yang ada di perusahaan sebagai telur konsumsi. Telur infertil dijual kepada perusahaan roti. Kerabang telur, telur yang tidak menetas, DOC<em> </em>yang mati dan DOC <em>grade out</em> ditangani dengan cara dikubur atau dibakar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span></span></p>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN"><br /> </span></p>
<div class="Section9">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">KESIMPULAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:17.85pt;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"><span> </span></span></strong><span lang="IN">PT Peternakan Ayam Manggis IV Cianjur merupakan perusahan ayam bibit untuk menghasilkan anak ayam atau <em>Day Old Chick</em> (DOC). Kandang yang digunakan oleh perusahaan yaitu kandang <em>closed house system</em> atau kandang sistem tertutup.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Dilihat dari manajemen perkandangan<em> </em>termasuk di dalamnya peralatan yang tersedia, pada perusahaan ini sudah cukup baik dan memadai, dilihat dari suhu di dalam kandang sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan yaitu sekitar 26,8 <sup>o</sup>C.</span></p>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN"><br /> </span></p>
<div class="Section10">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">DAFTAR PUSTAKA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-36pt;margin:0 0 6pt 36pt;"><span lang="IN">Fadilah, Roni dkk 2007. Sukses Beternak Ayam Broiler. Agromedia Pustaka, Jakarta<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-36pt;margin:0 0 6pt 36pt;"><span lang="IN">Hybro, B.V. 2001 Technical Information on PN Breeder Asia </span>The Netherland, Amsterdam</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Jahja, J. 1995. Ayam Sehat Ayam Produktif 1. Medion, Bandung</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-36pt;margin:0 0 6pt 36pt;">North, M.O. dan D.D. Bell. 1990. Comercial Chicken Production Manual. 4<sup>th</sup> ED. Van Nostrand Reinhold, New   York</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-36pt;margin:0 0 6pt 36pt;">Nuryati, T., Sutarto. M. Khamin dan Hardjosworo, P.S. 2003. Sukses Menetaskan Telur Ayam. Agromedia Pustaka, Jakarta</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;">Priyatno, A.M. 2002. Membuat Kandang Ayam. Penebar Swadaya, Jakarta</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-36pt;margin:6pt 0 6pt 36pt;"><span lang="SV">PT Peternakan Ayam Manggis IV. 2007. Panduan Manajemen Ayam Hybro PG<sup>+</sup> PS, Cianjur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Rasyaf, M. 2003. </span><span lang="PT-BR">Beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya, Jakarta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-36pt;margin:0 0 6pt 36pt;"><span lang="SV">Sudaryani , T. dan H. Santoso. 2004. Pembibitan Ayam Buras. Penebar Swadaya, Jakarta </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><span lang="SV">Suprijatna, E., U. Atmomarsono, dan R. Kartasudjana. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya, </span><span lang="PT-BR">Jakarta </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><span lang="PT-BR"><span> </span></span></p>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"><br /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">L A M P I R A N</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Lampiran 1. Program Vaksinasi PT Peternakan Ayam Manggis IV Cianjur</span></strong></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;width:437.4pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="583">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:87.25pt;padding:0 5.4pt;" colspan="2" width="116">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;