h1

BIOGAS

Ditulis oleh junaidi karo karo

Biogas bag I

Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktifitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya; kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sambah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida.


Biogas dan aktivitas anaerobik
Biogas yang dihasilkan oleh aktifitas anaerobik sangat populer digunakan untuk mengolah limbah biodegradable karena bahan bakar dapat dihasilkan sambil menghancurkan bakteri patogen dan sekaligus mengurangi volume limbah buangan. Metana dalam biogas, bila terbakar akan relatif lebih bersih daripada batu bara, dan menghasilkan energi yang lebih besar dengan emisi karbon dioksida yang lebih sedikit. Pemanfaatan biogas memegang peranan penting dalam manajemen limbah karena metana merupakan gas rumah kaca yang lebih berbahaya dalam pemanasan global bila dibandingkan dengan karbon dioksida. Karbon dalam biogas merupakan karbon yang diambil dari atmosfer oleh fotosintesis tanaman, sehingga bila dilepaskan lagi ke atmosfer tidak akan menambah jumlah karbon diatmosfer bila dibandingkan dengan pembakaran bahan bakar fosil.

Saat ini, banyak negara maju meningkatkan penggunaan biogas yang dihasilkan baik dari limbah cair maupun limbah padat atau yang dihasilkan dari sistem pengolahan biologi mekanis pada tempat pengolahan limbah.

Gas landfill

Gas landfill adalah gas yang dihasilkan oleh limbah padat yang dibuang di landfill. Sampah ditimbun dan ditekan secara mekanik dan tekanan dari lapisan diatasnya. Karena kondisinya menjadi anaerobik, bahan organik tersebut terurai dan gas landfill dihasilkan. Gas ini semakin berkumpul untuk kemudian perlahan-lahan terlepas ke atmosfer. Hal ini menjadi berbahaya karena:

  • dapat menyebabkan ledakan,
  • pemanasan global melalui metana yang merupakan gas rumah kaca, dan
  • material organik yang terlepas (volatile organic compounds) dapat menyebabkan (photochemical smog)

Rentang komposisi biogas umumnya

Komposisi biogas bervariasi tergantung dengan asal proses anaerobik yang terjadi. Gas landfill memiliki konsentrasi metana sekitar 50%, sedangkan sistem pengolahan limbah maju dapat menghasilkan biogas dengan 55-75%CH4 [1].

Komposisi biogas

Komponen %

Metana (CH4) 55-75

Karbon dioksida (CO2) 25-45

Nitrogen (N2) 0-0.3

Hidrogen (H2) 1-5

Hidrogen sulfida (H2S) 0-3

Oksigen (O2) 0.1-0.5

Kandungan energi

Nilai kalori dari 1 meter kubik Biogas sekitar 6.000 watt jam yang setara dengan setengah liter minyak diesel. Oleh karena itu Biogas sangat cocok digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pengganti minyak tanah, LPG, butana, batu bara, maupun bahan-bahan lain yang berasal dari fosil.

Pupuk dari limbah biogas

Limbah biogas, yaitu kotoran ternak yang telah hilang gasnya (slurry) merupakan pupuk organik yang sangat kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Bahkan, unsur-unsur tertentu seperti protein, selulose, lignin, dan lain-lain tidak bisa digantikan oleh pupuk kimia. Pupuk organik dari biogas telah dicobakan pada tanaman jagung, bawang merah dan padi.

Siloksan dan gas engines (mesin berbahan bakar gas)

Dalam beberapa kasus, gas landfill mengandung siloksan. Selama proses pembakaran, silikon yang terkandung dalam siloksan tersebut akan dilepaskan dan dapat bereaksi dengan oksigen bebas atau elemen-elemen lain yang terkandung dalam gas tersebut. Akibatnya akan terbentuk deposit (endapan) yang umumnya mengandung silika (SiO2) atau silikat (SixOy) , tetapi deposit tersebut dapat juga mengandung kalsium, sulfur belerang, zinc (seng), atau fosfor. Deposit-deposit ini (umumnya berwarna putih) dapat menebal hingga beberapa millimeter di dalam mesin serta sangat sulit dihilangkan baik secara kimiawi maupun secara mekanik.

Pada internal combustion engines (mesin dengan pembakaran internal), deposit pada piston dan kepala silinder bersifat sangat abrasif, hingga jumlah yang sedikit saja sudah cukup untuk merusak mesin hingga perlu perawatan total pada operasi 5.000 jam atau kurang. Kerusakan yang terjadi serupa dengan yang diakibatkan karbon yang timbul selama mesin diesel bekerja ringan. Deposit pada turbin dari turbocharger akan menurukan efisiensi charger tersebut.
Stirling engine lebih tahan terhadap siloksan, walaupun deposit pada tabungnya dapat mengurangi efisiensi[3][4]

Biogas terhadap gas alam

Jika biogas dibersihkan dari pengotor secara baik, ia akan memiliki karakteristik yang sama dengan gas alam. JIka hal ini dapat dicapai, produsen biogas dapat menjualnya langsung ke jaringan distribusi gas. Akan tetapi gas tersebut harus sangat bersih untuk mencapai kualitas.

Biogas bag II

Ditulis oleh Junaidi karo karo

Biogas, Sumber Energi Alternatif

Kelangkaan bahan bakar minyak, yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang signifikan, telah mendorong pemerintah untuk mengajak masyarakat mengatasi masalah energi bersama-sama (Kompas, 23 Juni 2005).

Kenaikan harga yang mencapai 58 dollar Amerika Serikat ini termasuk luar biasa sebab biasanya terjadi saat musim dingin di negara-negara yang mempunyai empat musim di Eropa dan Amerika Serikat. Masalah ini memang pelik sebagaimana dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan dengan para gubernur di Pontianak, Kalimantan Barat, tanggal 22 Juni 2005, dan mengajak masyarakat melakukan penghematan energi di seluruh Tanah Air.

Penghematan ini sebetulnya harus telah kita gerakkan sejak dahulu karena pasokan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi adalah sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui (unrenewable), sedangkan permintaan naik terus, demikian pula harganya sehingga tidak ada stabilitas keseimbangan permintaan dan penawaran. Salah satu jalan untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) adalah mencari sumber energi alternatif yang dapat diperbarui (renewable).

Kebutuhan bahan bakar bagi penduduk berpendapatan rendah maupun miskin, terutama di pedesaan, sebagian besar dipenuhi oleh minyak tanah yang memang dirasakan terjangkau karena disubsidi oleh pemerintah. Namun karena digunakan untuk industri atau usaha lainnya, kadang-kadang terjadi kelangkaan persediaan minyak tanah di pasar. Selain itu mereka yang tinggal di dekat kawasan hutan berusaha mencari kayu bakar, baik dari ranting-ranting kering dan tidak jarang pula menebangi pohon-pohon di hutan yang terlarang untuk ditebangi, sehingga lambat laun mengancam kelestarian alam di sekitar kawasan hutan.

Sebetulnya sumber energi alternatif cukup tersedia. Misalnya, energi matahari di musim kemarau atau musim kering, energi angin dan air. Tenaga air memang paling banyak dimanfaatkan dalam bentuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), namun bagi sumber energi lain belum kelihatan secara signifikan.

Energi terbarukan lain yang dapat dihasilkan dengan teknologi tepat guna yang relatif lebih sederhana dan sesuai untuk daerah pedesaan adalah energi biogas dengan memproses limbah bio atau bio massa di dalam alat kedap udara yang disebut digester. Biomassa berupa limbah dapat berupa kotoran ternak bahkan tinja manusia, sisa-sisa panenan seperti jerami, sekam dan daun-daunan sortiran sayur dan sebagainya. Namun, sebagian besar terdiri atas kotoran ternak.

Teknologi biogas

Gas methan terbentuk karena proses fermentasi secara anaerobik (tanpa udara) oleh bakteri methan atau disebut juga bakteri anaerobik dan bakteri biogas yang mengurangi sampah-sampah yang banyak mengandung bahan organik (biomassa) sehingga terbentuk gas methan (CH4) yang apabila dibakar dapat menghasilkan energi panas. Sebetulnya di tempat-tempat tertentu proses ini terjadi secara alamiah sebagaimana peristiwa ledakan gas yang terbentuk di bawah tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Leuwigajah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, (Kompas, 17 Maret 2005). Gas methan sama dengan gas elpiji (liquidified petroleum gas/LPG), perbedaannya adalah gas methan mempunyai satu atom C, sedangkan elpiji lebih banyak.

Kebudayaan Mesir, China, dan Roma kuno diketahui telah memanfaatkan gas alam ini yang dibakar untuk menghasilkan panas. Namun, orang pertama yang mengaitkan gas bakar ini dengan proses pembusukan bahan sayuran adalah Alessandro Volta (1776), sedangkan Willam Henry pada tahun 1806 mengidentifikasikan gas yang dapat terbakar tersebut sebagai methan. Becham (1868), murid Louis Pasteur dan Tappeiner (1882), memperlihatkan asal mikrobiologis dari pembentukan methan.

Pada akhir abad ke-19 ada beberapa riset dalam bidang ini dilakukan. Jerman dan Perancis melakukan riset pada masa antara dua Perang Dunia dan beberapa unit pembangkit biogas dengan memanfaatkan limbah pertanian. Selama Perang Dunia II banyak petani di Inggris dan benua Eropa yang membuat digester kecil untuk menghasilkan biogas yang digunakan untuk menggerakkan traktor. Karena harga BBM semakin murah dan mudah memperolehnya pada tahun 1950-an pemakaian biogas di Eropa ditinggalkan. Namun, di negara-negara berkembang kebutuhan akan sumber energi yang murah dan selalu tersedia selalu ada. Kegiatan produksi biogas di India telah dilakukan semenjak abad ke-19. Alat pencerna anaerobik pertama dibangun pada tahun 1900. (FAO, The Development and Use of Biogas Technology in Rural Asia, 1981).

Negara berkembang lainnya, seperti China, Filipina, Korea, Taiwan, dan Papua Niugini, telah melakukan berbagai riset dan pengembangan alat pembangkit gas bio dengan prinsip yang sama, yaitu menciptakan alat yang kedap udara dengan bagian-bagian pokok terdiri atas pencerna (digester), lubang pemasukan bahan baku dan pengeluaran lumpur sisa hasil pencernaan (slurry) dan pipa penyaluran gas bio yang terbentuk.

Dengan teknologi tertentu, gas methan dapat dipergunakan untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan energi listrik, menjalankan kulkas, mesin tetas, traktor, dan mobil. Secara sederhana, gas methan dapat digunakan untuk keperluan memasak dan penerangan menggunakan kompor gas sebagaimana halnya elpiji.

Alat pembangkit biogas

Ada dua tipe alat pembangkit biogas atau digester, yaitu tipe terapung (floating type) dan tipe kubah tetap (fixed dome type). Tipe terapung dikembangkan di India yang terdiri atas sumur pencerna dan di atasnya ditaruh drum terapung dari besi terbalik yang berfungsi untuk menampung gas yang dihasilkan oleh digester. Sumur dibangun dengan menggunakan bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuat fondasi rumah, seperti pasir, batu bata, dan semen. Karena dikembangkan di India, maka digester ini disebut juga tipe India. Pada tahun 1978/79 di India terdapat l.k. 80.000 unit dan selama kurun waktu 1980-85 ditargetkan pembangunan sampai 400.000 unit alat ini.

Tipe kubah adalah berupa digester yang dibangun dengan menggali tanah kemudian dibuat bangunan dengan bata, pasir, dan semen yang berbentuk seperti rongga yang ketat udara dan berstruktur seperti kubah (bulatan setengah bola). Tipe ini dikembangkan di China sehingga disebut juga tipe kubah atau tipe China (lihat gambar). Tahun 1980 sebanyak tujuh juta unit alat ini telah dibangun di China dan penggunaannya meliputi untuk menggerakkan alat-alat pertanian dan untuk generator tenaga listrik. Terdapat dua macam tipe ukuran kecil untuk rumah tangga dengan volume 6-10 meter kubik dan tipe besar 60-180 meter kubik untuk kelompok.

India dan China adalah dua negara yang tidak mempunyai sumber energi minyak bumi sehingga mereka sejak lama sangat giat mengembangkan sumber energi alternatif, di antaranya biogas.

Di dalam digester bakteri-bakteri methan mengolah limbah bio atau biomassa dan menghasilkan biogas methan. Dengan pipa yang didesain sedemikian rupa, gas tersebut dapat dialirkan ke kompor yang terletak di dapur. Gas tersebut dapat digunakan untuk keperluan memasak dan lain-lain. Biogas dihasilkan dengan mencampur limbah yang sebagian besar terdiri atas kotoran ternak dengan potongan-potongan kecil sisa-sisa tanaman, seperti jerami dan sebagainya, dengan air yang cukup banyak.

Untuk pertama kali dibutuhkan waktu lebih kurang dua minggu sampai satu bulan sebelum dihasilkan gas awal. Campuran tersebut selalu ditambah setiap hari dan sesekali diaduk, sedangkan yang sudah diolah dikeluarkan melalui saluran pengeluaran. Sisa dari limbah yang telah ?dicerna? oleh bakteri methan atau bakteri biogas, yang disebut slurry atau lumpur, mempunyai kandungan hara yang sama dengan pupuk organik yang telah matang sebagaimana halnya kompos sehingga dapat langsung digunakan untuk memupuk tanaman, atau jika akan disimpan atau diperjualbelikan dapat dikeringkan di bawah sinar matahari sebelum dimasukkan ke dalam karung.

Untuk permulaan memang diperlukan biaya untuk membangun pembangkit (digester) biogas yang relatif besar bagi penduduk pedesaan. Namun sekali berdiri, alat tersebut dapat dipergunakan dan menghasilkan biogas selama bertahun-tahun. Untuk ukuran 8 meter kubik tipe kubah alat ini, cocok bagi petani yang memiliki 3 ekor sapi atau 8 ekor kambing atau 100 ekor ayam di samping juga mempunyai sumber air yang cukup dan limbah tanaman sebagai pelengkap biomassa. Setiap unit yang diisi sebanyak 80 kilogram kotoran sapi yang dicampur 80 liter air dan potongan limbah lainnya dapat menghasilkan 1 meter kubik biogas yang dapat dipergunakan untuk memasak dan penerangan. Biogas cocok dikembangkan di daerah-daerah yang memiliki biomassa berlimpah, terutama di sentra-sentra produksi padi dan ternak di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, dan lain-lain.

Pembangkit biogas juga cocok dibangun untuk peternakan sapi perah atau peternakan ayam dengan mendesain pengaliran tinja ternak ke dalam digester. Kompleks perumahan juga dapat dirancang untuk menyalurkan tinja ke tempat pengolahan biogas bersama. Negara-negara maju banyak yang menerapkan sistem ini sebagai bagian usaha untuk daur ulang dan mengurangi polusi dan biaya pengelolaan limbah. Jadi dapat disimpulkan bahwa biogas mempunyai berbagai manfaat, yaitu menghasilkan gas, ikut menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi polusi dan meningkatkan kebersihan dan kesehatan, serta penghasil pupuk organik yang bermutu.

Untuk menuai hasil yang signifikan, memang diperlukan gerakan secara massal, terarah, dan terencana meliputi pengembangan teknologi, penyuluhan, dan pendampingan. Dalam jangka panjang, gerakan pengembangan biogas dapat membantu penghematan sumber daya minyak bumi dan sumber daya kehutanan. Mengenai pembiayaannya mungkin secara bertahap sebagian subsidi BBM dialihkan untuk pembangunan unit-unit pembangkit biogas. Melalui jalan ini, mungkin imbauan pemerintah mengajak masyarakat untuk bersama-sama memecahkan masalah energi sebagian dapat direalisasikan.

Dasar-Dasar Teknologi Biogas

Biogas adalah gas mudah terbakar (flammable) yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi kedap udara). Pada umumnya semua jenis bahan organik bisa diproses untuk menghasilkan biogas, namun demikian hanya bahan organik (padat, cair) homogen seperti kotoran dan urine (air kencing) hewan ternak yang cocok untuk sistem biogas sederhana. Disamping itu juga sangat mungkin menyatukan saluran pembuangan di kamar mandi atau WC ke dalam sistem Biogas. Di daerah yang banyak industri pemrosesan makanan antara lain tahu, tempe, ikan pindang atau brem bisa menyatukan saluran limbahnya ke dalam sistem Biogas, sehingga limbah industri tersebut tidak mencemari lingkungan di sekitarnya. Hal ini memungkinkan karena limbah industri tersebut diatas berasal dari bahan organik yang homogen.

Jenis bahan organik yang diproses sangat mempengaruhi produktifitas sistem biogas disamping parameter-parameter lain seperti temperatur digester, pH, tekanan dan kelembaban udara.

Salah satu cara menentuka bahan organik yang sesuai untuk menjadi bahan masukan sistem Bio-gas adalah dengan mengetahui perbandingan Karbon (C) dan Nitrogen (N) atau disebut rasio C/N.

Beberapa percobaan yang telah dilakukan oleh ISAT menunjukkan bahwa aktifitas metabolisme daribakteri methanogenik akan optimal pada nilai rasio C/N sekitar 8-20.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Wsalam dari redaksi.

26 comments

  1. thx bang!!

    by ayu ’43


  2. mat kenal mas.
    saya ingin memanfaatkan kotoran ternak ayam dirumah saya untuk biogas. Mohon dikasih info bagaimana caranya. Terus apa bisa bila penampungan biogas ditempatkan di drum drum bekas


  3. Tulisan anda sangat menarik untuk saya baca, dan tidak cuma itu saya juga ingin tau apakah anda juga akan berupaya untuk mewujudkan tulisan anda tsb untuk di terapkan di negara kita atau paling kecil lingkup masyarakat sekitar anda sendiri, jika ya saya ingin tau kira-kira donatur mana yang akan mau mendukung. Saya juga menunggu Donatur yang sudi memperhatikan dan membiayai proyek-proyek biogas untuk di manfaatkan masyarakat luas, dengan begitu kita dapat mengurangi BBM yg kita konsumi untuk dapat kita jual kembali sebagai penambah devisa negara


  4. buat mas nugroho priyo
    waduh mas, saya juga masih mahasiswa, mungkin nanti kalau saya lulus, saya akan langsung mengaplikasikannya di daerah saya yaitu tanah karo propinsi sumut. kalau saya sich nantinya mau meminda dana kepada pemerintah daerah karo. terima kasih ya mas sudah singgah di gubug saya.

    buat mas anang pasi triasmara,
    bisa saja mas, selama drum yang mas gunakan tidak bocor. saya punya buku panduan untuk membuat biogas sederhana, kalau mas mau pinjam juga boleh. terima kasih juga ya mas sudah mampir di gubug saya ini.

    maap kalau telat updatenya, maklum saya lagi PKL dan jauh dari kota, sehingga jarang konek ke internet.


  5. bisa pinjem bukunya nggak?
    boleh dong……..mau saya aplikasikan nih
    yang pke drum bekas


  6. aslm,mas gmana nih cara buat alat bio gas buat skala rumah tangga, ada gambar sketnya ngk, tolong kirim ke emai saya, mkasih mas


  7. dddddddddddddddddddd


  8. Salam kenal..
    Informasi yang anda berikan bagus sekali!
    Kebetulan saya ingin mengetahui lebih banyak tentang pembuatan biogas ini (khususnya dengan memanfaatkan kotoran ayam). Bisakah anda memberikan informasi lebih tentang tahapan pembuatan biogas?
    Makasih yach..


  9. sangat menarik. saya sendiri rencana juga mau bikin di peternakan saya. untuk buku pedoman pembuatan alat pembangkit biogas ada kok di gramedia, cukup jelas dan gamblang dengan gambar2 nya. harga bukunya juga gak mahal.

    yang saya mau tanya, sebenernya lebih ke pengolahan lebih lanjut dari biogas tersebut, selain untuk memasak. karena dikatakan bisa buat penerangan dan juga menggerakkan mesin2 (rencana buat menggerakkan mesin pemotong rumput dan penggilingan jagung/singkong). mungkin ada yang bisa memberikan pencerahan mengenai konversi dari biogas ke dua hal tersebut..?. thanks


  10. Dear Sir,
    Kalau saya pengin belajar membuat Bio gas kemana saya harus melihatnya?
    Terimakasih


  11. Tulisan Anda sangat bagus.
    Saya minta tolong beri tahu cara-cara membuat alat biogas yang sederhana saja sebab Ayah saya beternak sapi dan kotorannya kurang dimanfaatkan. kirim ke email saya ya!


    • Kami menyediakan unit siap instal dari plastik (biogas konstruksi plastik). Selain plastik ada lagi konstruksi fiber dan semen (dan tentunya harga lebih mahal). Anda dapat memperoleh konstruksi plastik untuk ukuran rumah tangga dengan harga 750 rb rupiah termasuk kompor biogas dan gas regulator (pengatur tekanan dan keamanan). Setelah mendapatkan paket ini, Anda tinggal membeli pipa dan slang untuk instalasi. Saya sertakan petunjuk instalasi. Instalasi plastik ini bisa berumur sampai 5 tahun.
      Kalau instalasi fiber harga reaktor untuk 1 KK adalah 2,5 jt. Dan untuk instalasi semen harganya 6 jt rupiah (dibangun di lokasi). Instalasi fiber bisa berumur hingga 10 tahun. Instalasi semen bisa 25 – 30 tahun.
      Harga di atas adalah harga di bengkel kami (Lembang, Jawa Barat), belum termasuk ongkos kirim. Kami biasa menggunakan ekspedisi yang murah kok, jadi ongkos kirimnya tidak terlalu mahal. Kami sudah menginstal ratusan unit di seluruh Indonesia. Saya punya gambar skema instalasi biogas, bila ada yang membutuhkan bisa menghubungi saya di email yonobbc@gmail.com


      • Ya itu yg saya cari, tinggal pasang, jadi deh. Klo bisa tolong kirim gambar sketsa, please…..


      • Salam super, saya sangat berminat sekali memanfaatkan limbah(saya peternak broiler), untuk itu sebelumnya mohon di email sketsa/gambar digester lengkap. Terimakasih


  12. ditunggu!


  13. permisi…
    mas,klu boleh tau berapa perbandingan antara kotoran kambing,limbah tanaman dan air.
    prosesnya berapalama klu menggunakan kotoran kambing soalnya ktoran kambing klu yg sdh kering akan terapung bila di campur dg air, bantu sya mas soalnya kambing bapak sya ada 30 ekr cuma kotorannya ga di manfaatin,
    mungkin klu sya bisa mengolah ktran kmbing mjdi biogas psti warga dsa saya pd ikutan..


  14. tolong kirim spek gmbr alat biogas ke email sya.
    bisa ga pake kotoran kambing? brp perbandingannya.


  15. Terima kasih informasi tentang biogas. saya sangat tertarik dengan teknologi sederhana ini. Mohon berikan informasi, dimana dipasarkan digester biogas dari plastik. Kalau tidak keberatan, mohon diinfokan ke e-mail saaya.

    Thank’s


  16. saya mau tau bgaimna cra mmbuat biogas dari ktoran ayam ….
    ksih tau donk cranya ??!!
    n’ praltanya ap aj ?…


    • kotoran ayam…? saya belum pernah dengar mas, maaf ya, mungkin mas bisa tanya sama mbah google saja.


  17. tulisan anda bagus sekali dan saya sangat setuju,apalagi saya dengan keadaan yang menentu skrang ini (sebentar sebentar harga gas naik terus , tapi sayang nya anda hanya cerita saja bagaimana kalau dilengkapi foto dan skema pembuatan digester jadi bisa lsg praktek tdk berangan angan.bobby


  18. saya tertarik dengan biogas yang berbahan dasar kotoran ayam. Cuma yang jadi permasalahan, nilai rasio C/N kotoran ayam sangat rendah yaitu 10, sedangkan rosio C/N ideal untuk biogas antara 20 – 30. Menurut saya kotoran ayam perlu dicampur dengan zat organik lain yang nilai C/N rasionya tinggi seperti jarami padi sehingga akan diperoleh C/N rasio yang ideal. Masalahnya ini baru secara teori, belum saya praktekkan. Bisa membantu saya?


  19. mas tlg minta gambar dan cara pembuatan biogas.kebetulan saya peternak ayam ras.klw ada bukunya bisa ngak saya beli.karna saya sangat berminat sekali.


  20. Dear…
    Mas, ada beberapa pertanyaan untuk biogas yang dihasilkan dari kotoran ayam.
    1. apa bahan untuk “starter” supaya kotoran ayam bisa menghasilkan biogas?
    2. mengingat perbandingan C/N kotoran ayam yang kurang ideal, dengan cara apa supaya rasio C/N kotoran ayam bisa ideal?
    atas info dan penjelasannya saya ucapkan terima kasih.
    regards,,,


  21. [...] Di IPTP kami diajarkan tentang teknologi pengolahan pangan yaitu susu, daging, dan telur, serta pengolahan limbah peternakan. Bagi saya hal ini merupakan kegiatan yang menyenangkan, karena kita dapat berkreasi sesuatu dengan [...]


  22. mas tulisannya bagus sekali, kalo boleh ane minta cara cara buat biogas dari limbah kotoran ayam untuk skala rumah tangga,.. dari pembuatannya sampai pemakainnya yah….. syukron



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: